NOVEMBER - 2004

 

 

 

 

 

 

Sabtu, 20 November 2004

TANYA: TENTANG WAHITA

TANYA: "Kk, tolong tanya ke Wahita donk! Dia itu nyeremin ga, dan mamaku sayang ga sih sama aku?"
JAWAB: "Ini jawabannya, semoga bisa berguna untuk kamu..."

Rama: "Ta, gue baru aja ngobrol sama Nona, adiknya Rani. Dia tanya tentang kamu dan...um..."

Wahita: "Iya, aku tau... Jadi aku belum bisa istirahat setelah terbang keliling Jawa selama seminggu kan?"

Rama: "I...um..."

Wahita: "I understand, little master... Kamu nggak perlu khawatir, Cimanggis atau Bandung kan nggak terlalu jauh. Lagipula ini untuk alasan kemanusiaan, iya kan? Aku kan juga mau tunjukin kalau aku ramah dan nggak menyeramkan, iya kan?"

Rama: "Thanks, cuty angel... Untuk itu gue juga pajang hasil karya Eva, masih inget?"

Wahita: "Iya, dia yang pernah kamu ceritain tentang aku, terus buatin gambar aku dalam bentuk animasi kayak foto di atas. Aku nggak akan pernah lupa soalnya apa yang digambar Eva bener2 mirip seperti apa yang kamu bayangkan."

Rama: "Jadi, gimana, Ta? Kayaknya Nona serius nanya soal itu...?"

Wahita: "Yes, and I will answer it right away... Tapi pertama-tama aku mau ingetin kalau aku bukan Tuhan yang punya hak untuk masuk dan melihat isi hati seseorang. Aku cuma mau kasih jawaban secara umum aja, dan selebihnya itu tergantung Nona sendiri..."

Rama: "Tergantung...Nona? Maksudnya?"

Wahita: "Karena setelah aku jawab pertanyaannya, aku juga mau balik nanya, dan jawaban dari pertanyaan itu cuma Nona yang tau, dan itu yang bakal ngejawab pertanyaannya sendiri..."

Rama: "Kira2 dia ngerti nggak ya?"

Wahita: "Aku rasa dia tau. Memang butuh waktu untuk dia mikirin soal ini, tapi aku rasa dia bisa ngerti kok..."

Rama: "So, what is it?"

Wahita: "Aku tau soal Nona, soal pertalian darahnya, dan mungkin, soal keras lembutnya perlakuan mamanya ke dia. Mungkin yang bikin Nona nanya soal ini adalah karena hal2 di atas. Karena ada perlakuan kurang berkenan yang mungkin dilakuin mama Nona, itu bikin Nona ngerasa kalau mama nggak sayang sama dia. Kamu masih inget kan Ma, waktu kamu nyaris benci sama ibu waktu beliau ngelarang kamu pergi jauh2, ngontrol kamu setiap saat dan berlaku over protektif? Waktu itu kamu berpikir kalau ibu mau merampas kebebasan kamu, membuat hidup kamu nggak nyaman dan memperlakukan kamu seperti anak kecil yang nggak layak dapet kepercayaan. Tapi, coba liat apa yang terjadi waktu kamu sempet kecelakaan, atau waktu kamu hilang gara2 kabur dari rumah...apa yang ibu kamu lakukan?"

Rama: "Ibu...nggak brenti nangis dan berdo'a untuk gue..."

Wahita: "Exactly! Maksudnya, mungkin rasa sayang ibu, atau orangtua itu nggak bisa kita liat pakai mata telanjang. Ibu pasti punya maksud lain kenapa ibu ngelarang kamu ini itu, dan kamu nggak akan bisa ngeliat ibu nangis di depan mata kamu untuk nunjukin kalau beliau sayang sama kamu. Most parents do so, dan aku yakin itu juga yang dilakukan mama Nona..."

Rama: "But...she is not h...he"

Wahita: "Siapapun dia, apapun statusnya, IBU adalah IBU. Satu2nya hal yang perlu Nona lakukan adalah YAKIN kalau mamanya sayang sama dia. If not, kenapa nggak coba buktiin kalau Nona juga punya rasa sayang yang besar, atau...mungkin kalau mamanya belum mengerti, Nona bisa nunjukin itu..."

Rama: "Tapi, gimana caranya? Nunjukin arti rasa sayang? Ta, Nona itu kan masih terlalu kecil untuk itu!"

Wahita: "Nggak ada jalan lain, Ma. Kalau dia mau disayang, dia harus menyayangi. Ini memang berat, tapi cuma ini jalan satu2nya. Pertanyaannya sekarang, apa Nona bisa yakin dan percaya kalau mamanya itu sayang sama dia? Kalau Nona bisa jawab YA, sekeras dan seburuk apapun perlakuan mama, siapapun dan apapun statusnya, dia bakal tetep jadi mama Nona yang paling baik. Aku sendiri percaya kalau Allah pasti punya maksud baik tersendiri, itu kenapa ia masukin mama Nona ke kehidupan Nona. Oh ya, buat ngebantu Nona yakin...kalau seandainya mama Nona nggak sayang, mungkin Nona udah meninggal dari dulu. Kenapa? Karena sampai sekarang, beliau masih memberi Nona makan,  tempat tinggal, bahkan pendidikan yang layak. Nggak semua orang lho bisa ngerasain itu!"

Rama: "So, you mean..."

Wahita: "Kalau Nona bisa YAKIN dan PERCAYA, dan bersyukur akan apa yang dia punya, kurasa Nona nggak perlu lagi ragu tentang mamanya, bahkan dia nggak akan pernah nanya apakah mamanya itu sayang sama dia atau nggak. Jadi, jawaban dari pertanyaan Nona tergantung dari dirinya sendiri..."

Rama: "..."

Wahita: "I am sorry, little master, aku nggak bisa ikut campur atau memberi nasehat terlalu banyak. This is Nona's life, dan akan jadi suatu nilai tambah kalau Nona bisa menyelesaikannya sendiri. Yang bisa kita kasih cuma saran dan pendapat aja, selanjutnya...itu semua terserah dan tergantung Nona. Yang jelas, seseorang yang pernah jadi anggota keluarga Rani dan Nona, beliau yang pernah melahirkan keduanya, nggak akan pernah putus memperhatikan dan berdo'a untuk kebahagiaan puteri2nya. She will always gives her smile for them... Oh ya satu lagi, kayaknya mereka berdua...jarang shalat ya? Tell them to do so, karena itu bisa membantu mereka deket ke Allah dan semua do'a mereka pasti dikabulkan..."

Rama: "Makasih ya Ta, elo udah ngeluangin waktu. Seharusnya elo udah bebas tugas hari ini karena pasti kecapaian nemenin gue mudik."

Wahita: "Ah, gpp kok! Lagian aku seneng kalau peri imut nan cantik bin aduhai ini di-interview langsung sama penggemarnya, iya kan...IYA KAN?"

Rama: "!...!!...!!!!!!!!!!!!!"

RAMA SAYS: 19:25 WIB

 CHO CHANG - TO BE WITH YOU 2 IS HERE...!

Akhirnya dibuat juga...hurry up and see...!

RAMA SAYS: 16:29 WIB

AURORA TERLUKA...

Nggak ada yang tau...rasa sakit dan beban yang harus gue tanggung... Semua ini, nggak ada yang tau... Mungkin yang menyebabkan gue bisa bertahan dan nggak menulis tentang luka batin yang gue alami ini adalah karena gue baru aja berlebaran dan berkumpul bareng2 sama saudara2 gue... Tapi gara2 luka batin ini, perasaan gue jadi labil (sepanjang Kamis dan Jum'at kemarin) yang bikin gue jadi nggak bisa berpikir dengan tenang... Cho Chang, maafin Rama... Maafin karena kamu udah kena imbas dari apa yang seharusnya nggak kamu terima... Meskipun kamu salah satu orang paling deket Rama, tapi Rama masih belum tega bagi2 beban ini ke kamu... Maafin Rama ya, udah bikin kamu sedih hari Jum'at kemarin...

Tiara...mungkin ini sebabnya kenapa dia ada. Waktu gue berpikir untuk mengakhiri hubungan dengan WANITA, gue berpikir mungkin lebih baik kalau gue hidup membujang... Nggak ada yang menyayangi, nggak ada yang menyakiti. Nggak perlu takut dibohongi atau dilukai, nggak perlu khawatir disepelekan atau dihinakan. Yang ada cuma gue...dan Tiara. Mungkin akan lebih baik kalau gue hanya hidup bersama wanita yang hidup di dalam bayangan gue sendiri...Tiara... Apa mungkin hanya dia yang bisa jadi pendamping hidup gue? Ya, karena Tiara itu gue, gue itu Tiara... Apa gue terlalu takut menghadapi kenyataan kalau nggak akan ada cewek yang bakal sayang sama gue? Apa gue terlalu khawatir bakal jadi pecundang yang terhinakan? Will I always be like this? Tiara...if you really exist...

Cho Chang, kalau kamu sempet baca tulisan ini, Rama minta maaf yang sebesar-besarnya... Maafin Rama kalau mungkin masih tersisa keraguan di hati Rama, tapi itu bukan karena kamu... Itu karena trauma masa lalu yang susah banget Rama ilangin. Rama selalu takut kalau hal serupa bakal terulang lagi... Rama sama sekali nggak pernah punya niat untuk nyakitin kamu, bikin kamu nangis, apalagi sampai nggak percaya kamu...  Rama harap Rama bisa sayang kamu sepenuhnya...

Biar luka ini...gue tahan sendiri...

RAMA SAYS: 08:41 WIB

Kamis, 18 November 2004

LEBARAN & AURORA'S JOURNEY

Hari ini adalah hari terakhir gue di Semarang, mudik juga dong! Seharusnya gue udah balik ke Jakarta sejak malam Kamis, but those, saudara2 gue dari Semarang dan Surabaya yang doyan jalan, ngobrol dan rekreasi itu...they kept holding me. Hehehe, gpp sih, tapi hari ini gue terpaksa pulang karena gue udah buat janji mau ketemuan sama Cho Chang...

It was nice, everyone...that's why I want to write it down here...

Gue & keluarga berangkat ninggalin Jakarta hari Sabtu, tepatnya waktu malem takbiran. Kita mutusin berangkat karena yakin kalau saat2 itu pasti lalu lintas nggak terlalu ramai, dan nanti shalat IED bisa di jalan. Alhamdulillah, perjalanan lancar dan kita shalat IED di daerah Kendal, JAWA TENGAH. Sekitar jam sembilan pagi gue dan keluarga sampai di Semarang dan bersilaturahmi dengan saudara2 disana...

Masih diiringi suara takbir yang membahana di penjuru kota, rombongan kembali bergerak ke Surabaya. Kali ini saudara2 dari Semarang + beberapa kerabat ikut nimbrung, total jenderal kita bawa 3 mobil penuh! Where to? Kita berencana ngunjungin adik dari ibu gue, tante Yuni, yang kabarnya mengalami gangguan pada paru2nya. It's not that serious, cuma tante nggak boleh terlalu kecapaian atau kepanasan... Akhirnya kita sampai juga, masih di hari yang sama...

Tujuan berikutnya adalah Lawang, tempat rehabilitasi pemakai NARKOBA dan orang2 STRESS. Lho? Kok kesana? Wait! Ini bukannya mau ngedaftarin gue jadi member, tapi disana ada salah satu kerabat kita yang punya Villa, beliau mengundang kita untuk menginap disana... What to do? Kita begadang semaleman sambil bakar ayam, ketela, main musik dan ngobrol. Gue juga berkesempatan tampil LIVE DUET sama Leony, putri sulung tante Yuni yang jago main Piano. Acara jadi tambah meriah, karena nggak cuma kita, tapi EKS pengguna NARKOBA yang ada di pusat rehabilitasi itu juga ikutan nimbrung. Oh ya, gue juga sempet jalan2 dan nyobain sendiri teh asli yang langsung diolah dari perkebunan teh di daerah itu.

Masih belum brenti juga neeh!? Yup, karena tepat Rabu dini hari, kita semua pergi ke Gunung Bromo. WAAH, kebayang nggak sih kalau kita bakal nyeberangin lautan pasir yang sarat dengan debu dan angin? DINGINNYA MINTA AMPUN! Legend says, matahari disini terbit lebih awal dan keliatan bagus banget kalau diliat langsung dari puncak Bromo. Ternyata hal itu bener, meskipun kita harus membayarnya dengan capek, capek, dan capek banget karena harus naik turun gunung dan nyeberangin lautan pasir...

Nah, itu sebagian besar dari perjalanan mudik gue dan keluarga, gue seneng banget karena bisa ngerasain pengalaman ini, tapi terlebih lagi gue seneng banget karena bisa ngumpul2 bareng saudara2 yang gue jarang banget bisa ketemu...

PAKDE/BUDE SINGGIH, OM AGUS/TANTE TUTI, OM BENNY/TANTE YUNI, AND OF COURSE MY PARENTS: Makasih banyak karena udah nyiapin acara2 ini. Meskipun menurut beliau2 pengeluaran yang dipakai melampaui target, tapi mereka tetep seneng.

LEONY & GRACE: Putri2 Om Benny dan Tante Yuni ini yang lengket jadi temen jalan sejak kita di Surabaya (mereka tinggal di Surabaya). Mas Rama salut sama kalian, terus tingkatin lagi kemampuan berbahasa Inggrisnya! Leony, you've grown up and be a mature girl as well... Grace, good luck with your Japanese and Chinese courses!!!

PANDU & VITA: Ini saudara2 gue yang paling kecil, putra dan putri Om Agus dan Tante Tuti. Pandu yang identik dengan GAME WATCH bola TAT-TIT-TUT-nya, dan Vita yang nggemesin dan manja banget...

CITRA, ELA, MIRA: Well, they're all my "MBAK" meskipun usianya lebih muda dari gue, soalnya mereka itu putri Pakde Singgih yang lebih tua dari "My Mom." Makasih dah jadi temen curhat dan SMS yang baik...!

RAMA SAYS: 09:11 WIB

Selasa, 9 November 2004

MOHON MAAF LAHIR & BATIN...

Lebaran udah makin deket, dan gue rasa inilah saatnya gue ngucapin SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR BATIN. Gue sengaja upload diary ini sebelum lebaran, kalau2 temen2 ada yang mampir kesini, jadi kan gue bisa minta maaf duluan, hehehe...!

Sekali lagi gue mohon maaf sama semuanya, gue ini emang punya banyak kekurangan... Gue minta maaf, lahir dan batin...

RAMA SAYS: 21:49 wib

Sabtu,, 6 November 2004

TENTANG CHO CHANG

Temen2, thx banget udah ngasih tanggapan positif buat gue dan Rani. Hehehe, minta update Cho Chang - To Be With You 2? Ini persis kayak Karima - To Be With You. Sabar ya, gue janji kalau ada cerita yang menarik pasti artikelnya bakal gue update. Meanwhile, gue masih sibuk ngerapiin personal homepage ini dan...tunggu aja cerita selanjutnya...!

RAMA SAYS: 01:21 WIB

p