DESEMBER - 2004

 

 

 

 

 

 

Jum'at, 31 Desember 2004

'MET TAHUN BARU!!!

Catatan kali ini ditulis untuk adik senpai tercinta di Palembang, Eriska. Senpai minta maaf kalau ada pernyataan senpai yang membuat Eri ngerasa senpai udah ngelupain Eri. Sejujurnya, senpai nggak pernah sedikitpun ngelupain Eri, atau bermaksud menggambarkan itu lewat pernyataan2 senpai.

Akhir2 ini senpai memang ngerasa Eri jadi jarang kirim kabar ke senpai, sebenernya senpai nunggu e-mail terakhir dari Eri dibales. Berhubung Eri belum bales, senpai pikir kamu sibuk dan nggak bisa kirim, makanya senpai biarkan dulu. Jadi senpai nggak berniat melupakan Eri.

Maafin senpai yang sempet ragu akan ketulusan persaudaraan yang Eri berikan buat senpai. Maafin senpai karena mungkin kamu mengira kalau pernyataan soal TENGGELAMNYA CERITA TENTANG PALEMBANG itu karena Eri. Senpai memang trauma, dan biar senpai tulis disini supaya Eri percaya. Amelia, sahabat Femmy yang pernah menawarkan persaudaraan itu sudah tega melakukan mengingkari janjinya sendiri, sungguh senpai nggak nyangka apalagi dia itu lebih tua dari senpai. NOTE: Kalau Amelia sempet kesini, atau ada orang yang nggak setuju akan pernyataan gue itu, GUE TEGASKAN KALAU INI DIARY ONLINE GUE, JADI SUKA2 GUE MAU NULIS APA, NGGAK ADA YANG BISA NGELARANG. Buat gue, ITU KENYATAANNYA, DAN GUE NGGAK PERNAH KASIH HATI UNTUK SEORANG PENGKHIANAT!

Maafin senpai kalau terpaksa harus kasar begitu. Senpai cuma mau meyakinkan kalau senpai tetep sayang sama Eri dan mau menunjukkan soal berakhirnya kisah senpai di Palembang itu. Senpai udah tau siapa Amelia, waktu senpai menyamar jadi salah satu teman baik senpai dan e-mail2an sama senpai, senpai jadi tau apa yang Amelia pikirkan sebenarnya tentang senpai.

Eri, catatan ini sekaligus menepis kalau senpai cuma mau berbagi kesedihan sama Eri. Senpai selalu simpan kesedihan ini di dalam hati senpai, nggak mau kalau Eri ikut sedih atau terprovokasi cerita senpai. Senpai memang nggak membenci atau menaruh dendam sama siapapun yang menyakiti senpai, tapi maaf saja, senpai nggak akan pernah lagi percaya sama siapapun yang jelas2 menipu apalagi mengkhianati senpai...

Senpai percaya, Eriska itu anak baik... Janji senpai, kita akan terus bersaudara sampai kapanpun (PEGANG JANJI SENPAI, KARENA SENPAI BUKAN PENGKHIANAT).

RAMA SAYS: 21:57 WIB

Sabtu, 25 Desember 2004

CHO CHANG, I WILL MISS YOU...

Cho Chang, apa kabar? Rama seneng banget karena akhirnya kamu libur juga. Well, tentang hasil yang kamu peroleh hari Jum'at kemarin, jangan terlalu dipikirin. Tomorrow awaits, and you will do better, okay?

Rani, I.............miss you!

RAMA SAYS: 06:32 WIB

Jum'at, 24 Desember 2004

DIWAWANCARAI REPORTER INDOPOS: KOK WARTAWAN WAWANCARA WARTAWAN???

Masih terus menyimak berita gue dan Divinekids Associates? Nah, Pak David Setiabudi selaku "biang" developer game anak2 Indonesia itu pernah berencana untuk membantu gue dalam hal publikasi. Langkah pertama yang dilakukannya adalah menghubungi konco2 yang pernah jadi corong untuk Divinekids Associates, diantaranya koran INDOPOS. Kontak punya kontak, akhirnya diutuslah Mbak Rosa, salah seorang reporter media tersebut untuk mewawancarai gue hari ini.

Wawancaranya sendiri nggak berlangsung lama, dan suasananya terbilang cukup pas untuk wawancara sambil santai. Sempet kaget juga sih, karena gue yang seharian itu penuh ngerjain musik untuk DKA belum sempet beres2, jadi rada "groggy" juga waktu diambil gambarnya. But it was nice anyway, karena Vibra (my PC), Aurora & Tiara (both are my flutes) jadi dapet kesempatan kena jepret kamera dan bakal mejeng di koran, hehehe!

Satu hal, gue juga jadi belajar bagaimana melakukan wawancara dengan lebih baik. Maklum deh, gue ini memang sangat tidak berpengalaman melakukan wawancara untuk HARD NEWS, jadi masih butuh banyak pembelajaran. Yeah, mungkin gue bisa belajar lebih banyak lagi dari reporter cewek yang udah jauh2 ke rumah gue (NOTE: Kantor INDOPOS di Jakarta Selatan, rumah gue di Bekasi).

PS: Gue nggak nyangka kalau Rosa itu temen sekelas kuliah adik gue...!

RAMA SAYS: 20:13 WIB

Rabu, 22 Desember 2004

KESASAR

Huehehe, gue rasa judul di atas cukup "ear-catching" dan pas untuk membantu temen2 membayangkan apa yang gue alamin. Kembali, hari ini gue nemenin Mbak Fifi nyari berita. Sasaran kami adalah HWPCI (Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia) yang bermarkas di Cempaka Putih. Sebelumnya kita udah buat janji untuk wawancara jam 13:00 dengan Ibu Ariani (ketua HWPCI), tapi wawancara baru dimulai jam 16:30 lantaran kita berdua nyasar!

Sebenarnya kita berdua udah nyampe daerah Cempaka Putih sejak jam 13:00, tapi berhubung Mitra Netra nggak punya alamat yang jelas, ditambah 5 versi alamat yang berbeda, kita jadi bingung dan pusing tujuh keliling lantaran harus mencobai lima versi alamat itu satu-persatu. Yang paling menggelikan adalah waktu kita sudah deket tempat tujuan, tapi salah mengikuti petunjuk (arahnya berlawanan), sampai2 kita kesasar masuk perumahan sepi nan lengang dan dihembus angin sore yang sejuk. Kalau disuruh milih, mendingan gue brenti dan nge-date aja waktu itu!

Almost gave up, tiba2 kita ketemu penjaga warung cewek yang dengan lantangnya menunjuk HWPCI yang berada tepat di samping warungnya. AKHIRNYA!!!

Wawancara dilakukan dengan energi tersisa 20%, tapi Mbak Fifi tetap nggak menyerah dan berhasil menyelesaikannya dengan baik. Sebagai tanda salut gue untuk cewek berambut panjang yang manja dan sedikit bandel itu, gue bayarin TAXI untuk nganterin dia pulang. Nggak tega juga, abis muka tuh cewek udah pucet 5 WATT begitu...!

PS: Beginilah nasib reporter Tunanetra, nyasarnya tiada akhir...

RAMA SAYS: 22:45 WIB

Minggu, 19 Desember 2004

DOWNLOAD MUSIK BUATAN AURORA: MISI BESAR DIVINE EDU (DIVINEKIDS ASSOCIATES)

TANYA (lewat e-mail): Kak Rama! Aku boleh minta lagu yang kakak buat untuk game Misi Besar Divine Edu? Kapan sih gamenya bisa kita mainin?

JAWAB: Boleh! Temen2 bisa download beberapa musik yang gue buat untuk game Misi Besar Divine Edu (format MIDI). Wah, kalau soal kapan gamenya rilis, sebenarnya sudah rilis, tapi belum tahu kapan akan beredar bersamaan dengan majalah2 komputer di Indonesia (gamenya disertakan sebagai bonus). Kalau mau tanya lebih lanjut, langsung aja hubungi Pak David Setiabudi (pimpinan Divinekids Associates) lewat e-mail david_setiabudi2@yahoo.com, atau ke situs resmi DKA di www.divinekids.com.

PS: Untuk Pak David Setiabudi yang "getting married" hari ini, sekarang bakal bener2 punya julukan "BAPAK GAME INDONESIA" karena bentar lagi bakal jadi bapak2, selamat ya!!!

RAMA SAYS: 20:24 WIB

Sabtu, 18 Desember 2004

MELIPUT ACARA DONOR DARAH DAN PENTAS SENI PENYANDANG CACAT DI PLAZA SEMANGGI

Hari ini gue dan mbak Fifi kembali bertugas meliput kegiatan seputar hari penyandang cacat internasional. Kali ini sasarannya adalah Plaza Semangi, dimana hari itu berlangsung acara donor darah dan pentas seni penyandang cacat yang diprakarsai oleh biro pelayanan Laetitia bekerjasama dengan PMI, Giant Department Store, Radio SONORA dan Plaza Semanggi.

Nggak cuma pengalaman baru yang gue dapet, tapi juga kesempatan untuk kembali bernostalgia dengan kenangan masa lalu. Why? Karena disana gue ketemu banyak banget temen lama gue!

Awalnya, gue dan mbak Fifi mewawancarai panitia Laetitia dan para dokter PMI serta perwakilan dari Radio SONORA saat donor darah berlangsung (10:00 s/d 15:00), lalu mengikuti acara pentas seni penyandang cacat yang seru banget (15:00 s/d 17:00).

Waktu donor berlangsung, nggak terlalu banyak pengunjung yang antusias menyumbangkan darahnya. Targetnya sih 500 orang, tapi sampai sekitar jam 13:00 baru terjaring 150 orang. Nah, yang seru itu waktu acara pentas seni PENCA, karena selain ada penampilan nyanyi oleh temen2 tunanetra, digelar juga fashion show dan tari2an oleh gabungan penyandang cacat tunarungu/wicara dan tunagrahita (keterbelakangan mental).

Seperti biasa, kayaknya kurang seru kalau gue cuma cerita disini. Alangkah lebih baiknya kalau temen2 bisa lihat sendiri acaranya, tapi nggak mungkin kan? OK deh, sekarang saatnya gue cerita tentang siapa2 aja temen gue yang udah lamaaaaaaaaaa banget nggak ketemu, tapi kita akhirnya ketemu lagi disana.

ADI ARIYANTO: Sahabat karib yang pernah satu asrama sama gue ini jago banget main suling dan suka musik klasik. Di acara pentas PENCA, Adi mempertunjukkan kebolehannya bermain suling. Wah, seneng juga karena disana gue dan dia bisa kembali menyatukan ilmu kita, maksudnya kita bisa duet bareng waktu lagi nunggu acara pentas PENCA.
CICILIA HERAWATI: Cewek manis bersuara lembut dengan postur tubuh tinggi semampai ini waktu SD pernah jadi pasangan gue kalau kita diminta SLB untuk membacakan puisi dalam acara2 besar. Lama banget nggak ketemu, dan gue bener2 kaget waktu Lia naik panggung dan membawakan beberapa lagu...SUARANYA BERUBAH! Suaranya jadi tebel dan mantep, beda banget dengan yang dulu, dan itu yang mengundang sorak sorai penonton yang sore itu mengelilingi panggung pertunjukan. Jadi gimane nih Lia? Mau baca puisi lagi bareng gue?

JOKO GUNAWAN: Humas Laetitia yang biasa dipanggil kak Gun ini dulunya kakak kelas gue di SLB/A yang dijuluki "dedengkotnya ruang musik." Sekarang dia sudah membuka usaha hiburan musik sendiri dan berencana untuk bergabung dengan proyek2 musik gue. ASYIK, bener ya kak!!!

MARIANA: Cewek mungil ini tetep aja mungil. Waktu kita di asrama dulu, kita sering banget main bareng dan pura2 jadi tokoh pendekar di sandiwara radio yang lagi ngetop waktu itu. Saking lamanya nggak ketemu, sampai2 dia berhasil ngerjain gue dan gue nggak ngenalin dia sama sekali meskipun dia udah berusaha membuka memori di antara kita. Akhirnya gue tahu juga, Mariana, yang dulunya suka banget lagu2nya NEW KIDS ON THE BLOCK.

TAUFAN: Dia ini temen kursus gue di LPIA tahun 1999 dulu. Taufan nggak berubah, dia tetep "care" dan perhatian seperti biasanya. Dia juga pernah jadi sahabat baik gue, sekaligus perantara hubungan gue dan Nona, cewek kece murid LPIA yang pernah merebut hati gue lewat sekuntum bunga dan ciuman hangat waktu gue berhasil memenangkan lomba Speech Contest LPIA di Jakarta. Well, if you happen to read this, I really want to talk in English with you again! Thx for everything, and send my best regard to Nona (kalau ketemu).

Well, that's it! Overall gue seneng banget, karena disamping bisa bantuin mbak Fifi latihan orientasi mobilitas dan nyari berita, gue juga berkesempatan jalan2 ke Plaza semanggi, ngeliat penampilan hebat dari temen2 gue, sekaligus ngawetin memori indah yang dibawa temen2 lama gue. Buat Rachel, Wirya, Julia, dan semua kru Laetitia yang baru jadi temen gue, makasih banyak! I will make sure we meet again someday!!!

RAMA SAYS: 22:36 WIB

Jum'at, 17 Desember 2004

TIARA MENARI 3 IN PROGRESS

This is my latest work. Setelah nyelesein Tiara Menari 1 dengan gaya musik klasik dan Tiara Menari 2 yang rock abis, beberapa minggu yang lalu gue dan Ferry mulai mengerjakan Tiara Menari 3. Musik yang rencananya bakal dipakai untuk background pertempuran terakhir di calon game Knight of Pringgondani ini dibuat dalam format TRANCE.

Pagi ini gue melakukan sedikit penyempurnaan. Yup, karena gue mau lagunya jadi kedengeran seru, tapi nggak menghilangkan kenikmatan pendengar. Gue mau Tiara bisa menari di telinga gamer yang nantinya bakal mainin game Knight of Pringgondani.

Oh ya, buat temen2 yang sempet nanya, Tiara itu bukan tokoh utama di Knight of Pringgondani atau salah satu karakter disana, it is my personal heroine. Gue sengaja pakai nama itu karena...well, it's for my heroine that always protects my heart from danger...

Nah, Kalau ada yang mau denger contohnya dan ikut menari bersama Tiara, silahkan tunggu kabar selanjutnya untuk download (kualitas MP3 bitrate rendah).

RAMA SAYS: 05:36 WIB

Kamis, 16 Desember 2004

KEGENCET

Pagi ini seperti biasa gue berangkat kerja, perjalanan dari rumah ke kantor makan waktu kira2 2 jam. Gue harus melewati Pondok Gede, Kampung Rambutan, terus ke terminal Lebak Bulus dan naik ANGKOT sekali lagi...

Gue sampai di terminal Kampung Rambutan lebih awal dari biasanya. Kaget banget, karena bus 509 jurusan Lebak Bulus nggak keliatan batang hidungnya. Gue lebih kaget lagi waktu denger teriakan salah seorang kondektur bus yang neriakin jurusan Lebak Bulus, tapi nunjuknya ke Metro Mini jurusan Blok M. Lho, apa gue yang salah liat atau...?

Tanpa mau ambil pusing, gue samperin aja tuh bus. Mau tau ada apa? Ternyata bus 509 dan 510 yang sama2 jurusan Lebak Bulus itu lagi mogok operasi. Penyebabnya karena mereka dilarang ngetem di suatu daerah. Well done, dan itu jadi bikin gue harus berdesak-desakan naik bus yang bukan semestinya. Luar biasa, sampai2 gue harus rela gepeng tergencet di antara palang pintu, sementara kaki kiri gue udah nggak menginjak tanah alias melayang di udara. Mau lebih jelas lagi? Gue tergencet puluhan orang yang berdesak-desakan sampai2 gue harus berdiri di pintu bus dengan satu kaki melayang. Kalau gue paksa masuk ke dalam, gue pasti mati kehabisan nafas! Kalau gue nggak ikut bus itu, katanya itu bus bantuan yang cuma ada 1 jam sekali! Jadi terpaksa gue ambil pilihan jadi SUPERMAN ANGKOT!

Tapi ada bagusnya juga sih, karena bus jadi nggak pernah brenti2 dan kita sampai di Lebak Bulus 20 menit lebih awal dari biasanya. Yah, meskipun harus rela jalan kaki karena bus nurunin penumpang seenaknya di luar terminal dan gue jadi sampai di kantor 1 jam lebih awal dari jam kantor. *grin*

RAMA SAYS: 10:31 WIB

Rabu, 15 Desember 2004

WIWIEN: ANOTHER STORY FROM PALEMBANG

Pheeeeeeeeewwwww!!!!!!!! Malem ini gue baru aja pulang meliput, ketika tiba2 RaRa (Name of my cell phone) menjerit, sinyal SMS! Not again, not another message to make report or else!!!

Males2an gue cek pesen yang masuk ke inbox. Ternyata bukan pesan untuk meliput atau kembali bekerja, but it was in English and friendly instead. Who could it be? Gue nggak pernah simpen nomor ini sebelumnya... Karena penasaran, gue terpaksa pakai jasa ibu peri untuk mengetahuinya...

RAMA: "Scanner!"
WAHITA: "Yawn........why...little master...you...woke...me...up...yawn.....!!!!"
RAMA: "Oh, ehm, sorry for that. I've just received an unknown message. Could you please check it for me? Is this from one of my students?"
WAHITA: "Command accepted, proceeding with data inspection. Self-information detected, scan complete. Name: Wiwien. Genre: Female. Status:..."
RAMA: "Ah, alright. That's enough. So Wiwien..."
WAHITA: "So...yaaaaaaawnnnnn...little master, can I...go to bed now? You could...con...inue your...dating...flirting...or..."
RAMA: *dalam hati* "Kalau gue nggak inget dia udah nemenin gue mondar-mandir seharian ini, dan kalau gue nggak inget dia itu peri yang udah banyak menolong gue...I WILL SMASH HER WITH THAT LAST SENTENCE!!!"

Continue on, Wiwien itu sebenernya salah satu temen Femmy di Palembang, dan dia pernah kirim pesen meskipun cuma lewat e-mail. Setelah cerita gue dan Femmy kiamat, gue nggak pernah lagi denger kabar beritanya. Pernah juga terpikir untuk nyari alamatnya di inbox e-mail, tapi niat itu baru terbersit dan udah keduluan sama Wiwien yang beberapa hari lalu sempet ngirim e-mail. So, it was the time I gave her my numb...

Gue seneng banget...at least, ternyata gue masih punya lembaran cerita di Palembang. Gue pikir kota itu bakal bener2 lenyap dari kehidupan gue... Wiwien, if you happen to read this, I wanna tell ya that I am so glad to have you again! I am looking forward to having nice chitchat!

RAMA SAYS: 22:19 WIB

Sabtu, 11 Desember 2004

JADI PEMBIMBING ENGLISH CLUB SMU 67

Pagi ini gue dikejutin sama telfon dari Nova, tetangga deket gue. Dia minta gue untuk mengajar di ENGLISH CLUB tempat adiknya bersekolah. Gue memang pernah janji sebelumnya, tapi nggak nyangka bakal secepet ini (NOTE: Gue blon sempet nyiapin materi secuil pun!). Tapi berhubung gue lagi nganggur dan kepingin juga dapet pengalaman baru, tawaran Nova itu gue sanggupi. Kenapa gue lebih memilih menyebut diri gue sebagai pembimbing dan bukan guru? Well, because I am not a teacher anyway. Gue lebih suka sharing sedikit pengetahuan gue ini, dan bedanya, gue udah lebih dulu dapet pelajaran itu daripada temen2 di ENGLISH CLUB. SMU 67 dimana? It was my younger brother's, dan adiknya Nova, Riska bersekolah disitu. Kalau kalian sering mampir ke daerah HALIM pasti ngak asing lagi sama sekolah ini.

Well, it was a nice class! Gue seneng banget karena mereka (mungkin, semoga saja) mau menerima gue disana. Menurut temen2, mereka sempet bete lantaran guru pengajar terdahulu cuma belajar dan belajar melulu tanpa ada sesuatu yang berbau FUN. Wah, berarti ini tantangan juga buat gue, karena gue harus bisa menciptakan suasana yang nyenengin di kelas. I wish  I could make it...

Untuk pertemuan perdana, ada sekitar 13 murid yang join, mostly girls. Nah, kalau ada temen2 dari English Club yang sempet mampir kesini, ini komentar gue tentang tugas pertama yang gue kasih (waktu itu gue minta semua murid untuk nulis tentang diri mereka sendiri dalam bahasa Inggris). I put it here so everybody can see, and it will also become one of my greatest memories... Nih komentarnya...!

INTAN: Your English is good! Keep going! Maybe you need to learn more about TO BE. If you need help, I will lend a hand!

WULAN: Well done! You've made it a lot! To improve your English, I recommend you to read romance novel.

DIDIT: Well, you must practice a lot! Try translate words from your PC games. I guess MIGHT & MAGIC or THE SIMS 2 can help you.

WIDYA: Very nice, so that you hate math, eh? Let's see, keep going with your English! I wish we could talk much more someday.

MAYA: Hihihi, thanks, you're cute for sure! Well, but you need to practice your English intensively, especially how to put words and make sentences. Do not worry, cute girl can do it fast!

TISHA: Excellent! Well, next time you have to write more than that! I bet you can be a good speaker, so practice to speak frequently, because I really admire your voice, OK? I am looking forward to having much more conversation with you!

MITA: I believe you are a smart girl, so don't be shy. Never say you're childish and spoiled girl. Greet your friends with your smile and great English, OK?

RISKA: Nice writing, so keep going! If someone disturb you, SMACK THEM DOWN!!!

OSA: WELL...WELL...WELL...! I will make sure we will fight together to protect this earth, but first you have to learn how to use your English better, OK? One thing, IF YOU WANT TO BE A RIDER, NEVER DISTURB GIRLS!!!

ELA: You have good English, but please correct this. Kelas/tingkat is GRADE, not GREAT (GREAT=Hebat, besar, raya). Oh yeah, PRAMUGARI is STEWARDESS. Last thing, I guess your name is sweet!

ADIT: Very nice English! Well, next time you must try to speak in English more frequently, so that many girls will admire you...!

ANGGELA: Well Angel, you wrote very well! Telling you the truth, I also hate MATH! I wish you could be ANGEL for your friends, and also become a good teacher...

RAMA SAYS: 16:29 WIB

 Jum'at, 10 Desember 2004

A WEEK IN MY OFFICE

Yo! Akhirnya gue udah ngelewatin minggu pertama bekerja sebagai reporter Mitra Netra News Online di Yayasan Mitra Netra. Wah, nyenengin juga kerja jadi wartawan! Memang gue akuin, sempet pusing juga karena disamping harus "hunting" berita dan menulis, para reporter juga diharuskan mengubahnya ke bahasa Inggris, karena memang situs Mitra Netra Online berniat menyajikan semua beritanya secara bilingual alias dua bahasa.

Waktu rapat pembentukan tim kerja, gue kepilih untuk ngurusin rubrik pendidikan, sementara mas Suratim kebagian rubrik teknologi. Nah, mbak Fifi yang keibuan harus meliput berita seputar sosial budaya. Ada juga Ismail, mas Tolhas dan mbak Aria yang bertindak selaku redaktur dan editor, juga mengisi rubrik advokasi dan ketenagakerjaan. Oh ya, gue juga dipercaya mengisi rubrik SERBA-SERBI yang memuat sisi istimewa dari penyandang cacat.

Kalau soal kantor, I guess nothing bad! Gue punya ruangan kerja yang FULL AC dan dilengkapi fasilitas internet serta dikelilingi pekerja wanita, hihihi! Well, that's not the point anyway. Yang terpenting adalah suasana kekeluargaan yang ada disana begitu kental terasa. Kalau laper tinggal comot panganan di koperasi dan bayar kalau pemiliknya dateng. Kita juga tetep bisa ngobrol dan becanda sesama klien dan karyawan, atau browsing kalau lagi bete...

Well, seminggu udah lewat dan berita2 kita sudah naik. Meskipun belum terorganisir dengan baik, tapi temen2 sudah bisa membacanya. Silahkan mampir ke situs kami...!

http://www.mitranetra.or.id

rama says: 21:04 wib

Sabtu, 4 Desember 2004

HARI PERTAMA JADI REPORTER

Baru pulang ngeliput nich! Capek, tapi seneng banget!

Hari ini, gue dan mbak Fifi (another reporter) ngeliput acara pelatihan Internet Center yang diadain di Yayasan Mitra Netra. Yup, ini untuk pertama kalinya gue menodong nara sumber pakai tape recorder dan dengan terbata-bata + groggy = acakabruk, gue mewawancarai mbak Widya, salah satu pengelola organisasi diffabel di Yogyakarta.

Selanjutnya, gue dan mbak Fifi diutus ke gereja Katedral (JAKARTA PUSAT) untuk ngeliput bazaar sosial yang diselenggarain oleh beberapa organisasi diffabel. Asyik, nyenengin banget! Meskipun kita sempet kebingungan lantaran dua reporter ini sama2 tunanetra, tapi akhirnya kita berhasil dapet informasi dan siap nulis berita. Well, tapinya kita sempet gigit jari gara2 nggak berhasil nemuin stand es doger dan jus, uh sebel!

PS: Untuk mbak Fifi...well, I wish I could spend much more time with you. Makasih karena udah cerita banyak sama aku. Tenang aja, aku nggak bakal publikasi kok!

RAMA SAYS: 20:19 WIB

Rabu, 1 Desember 2004

THE END OF 2004...

Nggak kerasa kita udah sampai di penghujung tahun 2004, and I think I have got great progress! Kalau dibandingin sama tahun lalu, gue ngerasa lebih bahagia karena nggak ada kejadian tragis yang membuat gue terluka dan tersungkur (cie!), dan gue ngerasa sudah punya SELF DEFENSE yang lebih baik. Well, gue rasa musik ending dari Chrono Trigger (TO GOOD FRIENDS) yang gue pasang untuk backsound halaman ini pas.

Hari ini juga gue menuntaskan pelatihan jurnalistik online yang gue jalani selama seminggu, itu kenapa gue nggak bisa update diary online untuk bulan November. Hari ini juga gue berpisah sama temen-temen diffable (istilah pengganti untuk penyandang cacat) dari daerah lain yang juga ikut pelatihan. They have to go back to their city and start the battle. OK, selamat berjuang buat kalian!

RAMA SAYS: 19:21 WIB

p