SENIN, 25 APRIL 2005

setapak menuju profesionalitas

-Jakarta, Hotel Sahid 25 April 2005-

"Terserah deh," itu yang biasanya keluar dari mulut gue kalau ada yang minta bantuan seperti nerjemahin, buatin lagu dsb. Maksudnya, ketika mereka menanyakan berapa honor yang seharusnya gue peroleh. Tapi jawaban khas berhawa kemanusiaan yang sudah mendarah daging itu rontok, diruntuhkan oleh salah seorang rekanan bapak malam ini. Maaf, karena beliau orang penting jadi gue nggak bisa sebutin namanya, just call him Pak Haji.

Hari ini gue dan bapak ketemu/meeting dengan Pak Haji di lobby hotel Sahid, membicarakan tentang pekerjaan baru yang nanti harus gue jalani. Can't say it now, but...inilah kali pertama gue mulai menginjak dunia yang disebut orang sebagai "profesional."

"Jangan bilang terserah, kamu juga harus bisa menghargai kemampuan kamu," ujar Pak Haji sambil terus memberi semangat kalau gue mampu melakukan pekerjaan yang ditawarkan. Gue selalu merendah dan mengatakan bahwa gue memiliki banyak keterbatasan, terutama peralatan tempur yang nggak mendukung. Tapi apa kata beliau? "Kamu yakin dengan kemampuan yang kamu punya? Bilang kalau kamu sanggup dan minta honor yang sepadan, lalu beli peralatan yang kamu inginkan!"

Semua terus berjalan, sampai akhirnya sang penawar pekerjaan datang, dan...terjadilah dialog ini (summary).

Boss: Jadi kalau untuk translator kami, berapa biaya yang kamu perlukan?

Rama: 2,5 juta, Pak *pasang tampang tenang (kata Pak Haji harus gitu)*

Boss: Lalu, berapa biasanya orang bayar kamu untuk bikin lagu?

Rama: 1 lagu = 1,5 juta, kalau jingle bisa 5 sampai 7 juta, Pak *kali ini harus menahan hati kecil untuk nggak teriak karena nggak tega ngasih harga segitu*

Dialog berlangsung layaknya profesional yang sedang tawar-menawar harga. Sebenarnya nilai yang tadi gue kemukakan bukan tanpa standar, gue sudah tanyakan sama orang2 yang sudah biasa melakukan pekerjaan ini, dan gue mengikuti standar mereka, dengan asumsi gue mungkin mampu tapi peralatannya yang terbatas. Pak Haji bilang kalau gue harus tenang dan mantap dalam negosiasi seperti ini, belajar memberi harga pada kemampuan yang gue miliki. Meskipun demikian, darah manusiawi tetap masih mengalir di diri gue, nggak bermaksud jual mahal dan sebagainya. Untuk menenangkan hati, akhirnya gue ambil jalan tengahnya. Gimana? Pasang harga sesuai dengan level. Kalo orang2 yang biasa meeting di hotel berbintang lima macem ini, gue berani kasih harga segitu...tapi kalau sama sahabat karib atau rekanan gue sendiri, ya masak iya sih gue tega? So, don't worry...bahkan tawaran untuk buat lagu dan terjemah gratis itu masih berlaku kok... Gue memang harus profesional, tapi gue juga harus bisa liat2 situasi dan kondisinya, iya kan? That's Aurora!

Setelah negosiasi berakhir, dengan mantap (dipaksa mantap) gue menyumbangkan beberapa lagu dengan memakai Tiara (My beloved Irish Flute) dengan diiringi live-band kafe hotel. Wah, asyik juga! Pak Haji yang merupakan salah satu "orang penting" di negeri ini berencana membawa gue terbang ke kafe2 untuk pertunjukan, katanya untuk memperkaya wawasan. OK deh, siapa takut!?

Rama Says: 02:11 WIB

3 DAYS IN BANDUNG

"Ruuuuaaaarrrrrrrbiasaaaaa!!!!!"

Cuma itu yang bisa gue teriakin untuk merangkum apa yang udah gue alami tiga hari ini. Yes, again, I went to Bandung... It was a holiday and reporting trip, but the experience within was...GREAT!!!

JUMAT 22 April:
Hari ini, tepat setelah shalat Jum'at gue pergi ke Bandung dengan bus Primajasa jurusan Lebak Bulus - Bandung. Nggak terlalu lama, kira2 3 jam setelah bus berangkat gue udah nyampe di Bandung. Mungkin karena bakal ada KAA jadi jalanan nggak terlalu padat. Setibanya disana, gue langsung menuju ke sasaran pertama, the blind person (digital music composer) that made me curious. Selain rasa seneng karena ternyata ada lagi tunanetra yang mampu (bahkan lebih hebat) menggubah musik dengan media komputer dan peralatan digital, gue jadi penasaran karena di Bandung ternyata dia sudah sangat populer, jadi incaran radio dan grup band yang minta dibuatkan lagu. Ketika sampai di rumahnya, let me call him Hendra, semua pertanyaan itu terjawab dengan satu kata, "kagum..." Kang Hendra, begitulah gue memanggilnya, dia tinggal di sebuah rumah berlantai dua yang sangat sederhana. Disana dia tinggal bersama isterinya, Nenden (tunanetra juga) yang punya suara aduhai...! What to do? Yang jelas, gue sempet menyaksikan kebolehan Kang Hendra dan Teh Nenden beraksi di salah satu kafe ternama di Bandung, ngoprak-ngoprek komputernya, dan berkesempatan merekam permainan suling gue dan berduet dengan keyboard Kang Hendra lewat lagu YOU RAISE ME UP! Nggak percaya? Klik aja nih!

"GO TO DOWNLOAD SECTON!!!"

SABTU 23 APRIL: Sasaran liputan selanjutnya adalah Babakan Siliwangi, daerah yang disebut-sebut sebagai jantung kota Bandung yang letaknya dekat ITB. Disana, berbagai forum sosial dan penyandang cacat menggelar perayaan KAA dengan cara yang unik. Mereka mengadakan diskusi mengenai pendidikan bagi penyandang cacat, simulasi bagaimana caranya menggandeng tunanetra, berbicara dengan tunarungu, sampai tips mendorong kursi roda dan berjalan dengan penderita tunadaksa. Di kesempatan itu, gue juga sempet dipilih jadi penterjemah untuk acara peluncuran buku KAA (gue akan membahasnya lebih jauh di www.mitranetra.or.id). Di acara ini gue juga ketemu sama rekan2 tunanetra dari SLB/A Bandung dan sama2 menikmati acara sampai malam. Ada pertunjukan angklung, pagelaran musik rock, dan pemutaran film bertemakan sosial yang kesemuanya digelar oleh kesatuan Miskin Kota (yang terdiri dari perkumpulan sosial dan pengamen jalanan). Yup, semakin malam acara jadi tambah panas, meskipun temen2 tunanetra harus gigit jari karena film yang diputar tidak ada dialognya (something like: what...what was that?).

MINGGU 24 APRIL: Fantastic! Gue meliput di...Gedung Merdeka...! Itu tempat KAA berlangsung! Wow, kalo bukan wartawan mungkin gue nggak akan sampai kesini! Unfortunately I couldn't take a picture soalnya gue kesulitan membidik dengan kamera digital di tengah kerumunan orang banyak. Yang jelas, gue bisa dengerin paduan suara dari Universitas Pajajaran dan pidato Pak SBY dengan sangat jelas! Berada di tengah2 wartawan benar2 membuat gue merasa jadi "wartawan" yang sesungguhnya! No, it's not that...but because, this is my first experience...!

SUMMARY: Kagum, jadwal padat, asyik, capek, senang...semua jadi satu. Kerap kali gue ngerasa kecapaian dan kehabisan tenaga, tapi lagu Sailing to the World dan bayangan "sang putri" nggak henti2nya men-charge semangat gue, mempertahankan kondisi gue di atas 60%! Ketemu Kang Hendra dan rekan2 tunanetra lain, jadi "the real reporter" dan berkesempatan menterjemahkan peluncuran buku KAA, serta dapet kesempatan berlibur ke Bandung adalah suatu pengalaman yang membanggakan dan nggak akan pernah gue lupain. Yeah, too bad that I couldn't meet Cho Chang this time, but it's okay...maybe next time... But overall, it was an absolutely enjoying journey!!!

Rama Says: 02:11 WIB

rabu, 20 april 2005

YM TRAGEDY

"Rama's status is now unconscious. Entering subconscious mode..."

DARK AURORA (furious): Dammit!!!

TIARA (crying): ...

WAHITA (flying down): Hey guys, what's going on here!? What's wrong with Rama!?

AURORA (scanning): It seemed like he was influenced by someone's words...words that...

TIARA (crying): It hurts......

DARK AURORA (standing up with sword pulled out): That bastard has played with Rama's feeling. I MUST REVENGE IT!!!

WAHITA (halting Dark Aurora): Hold it, Dark Aurora! I simply have to know and hear more from Aurora. So, can you explain the condition, Aurora?

AURORA (performing deep scan): I am still scanning, and it will probably take time. Please wait...

DARK AURORA (furious): No need to wait! I will DESTROY that person! Keep your hands off, Wahita!

WAHITA (casting ultimate spell to freeze Dark Aurora's movement): I say...SILENCE! Don't be so rush! We must get complete information before making a step. We'll decide it later...!

TIARA (sobbing): If Rama's life is told to be full of pain and sorrow, I will sacrifice myself...

WAHITA (calm, comforting Tiara): It's alright, Tiara... I understand what you feel... Meanwhile, could you please take care of Rama's consciousness until we get the clue? I am afraid people will catch something strange from Rama, so please handle him for a while, okay?

DARK AURORA: I'll do it as well...

WAHITA: No. Just entrust this task to Tiara. I don't want something bad pops up from Rama's mouth. Though Rama will become very sissy and feminine because of being controlled by Tiara, it's better I think.

DARK AURORA: Eat your words, but if something bad happened, I would DESTROY everything...including YOU!

TIARA (sobbing): I will also sacrifice myself... That's my honor...

WAHITA: Please calm down, everyone... We know that Rama is now in trouble, and we must solve it. Tiara, you're Rama's consciousness of love and loyalty that always want to sacrifice yourself for everybody's happiness, though sometimes it often transforms Rama into a sissy and weak person, let me say that it's very beautiful. Dark Aurora, although Allah has given you evil aura and many negative thoughts, you always try to defend Rama from danger, and it is fully appreciated. Aurora, which stores Rama's ratio, logic thoughts, skills and abilities must understand this, and me as well... We must work together as Rama's full consciousness in order to solve his problem, because that's the purpose of our existance. Now, please report what you have got so far, Aurora...

AURORA: As we know that Rama has passed through many kind of experience which is full of good and bad things. Lately, I received the information that he got many new companions and...it was where the problem started...

WAHITA: Alright, so can you explain it more detail?

AURORA (showing Rama's heart password): Unfortunately, Rama didn't allow me to pull out their names for safety reasons, judging from the "AAA" password he used to seal them, but I could still summarize the situation. He's now confused...to choose between the two...

WAHITA: Between...the two? Do you mean, persons?

AURORA: Yes, and it bothered his feeling so much. Not because of that kind of situation, but because one of those persons was accused to be playing with Rama's feeling. But I've scanned that person's brain, and it seemed like that person didn't intend to do it on purpose...

DARK AURORA: Semantic nonsense! How could that person do it without reasonable will!?

AURORA: It does...

WAHITA: I understand now... I think the main problem is Rama's confusion.

AURORA: Not that simple...as it has native relation with bad experience happened in the past. Let me say, love experience...

WAHITA: I get it! Rama is now standing on the situation where he must face two matters. First, he doesn't want to hurt himself, and second, he doesn't want to hurt those persons...

AURORA: Not only those, but it applies to others, too.

WAHITA: Fine, whatever it is. Now the question is: how could we strengthen Rama's feeling and lead him to determine exact step?

AURORA: Based on the data stored in Rama's brain, the step he wants to choose is depended so much with response from persons. As we know, Rama has met many thraumatic love scene that made him scared of making a step.

DARK AURORA: Response, eh? Do you think those persons are going to give him good response? What if they don't?

AURORA: Then he probably won't make any step for the rest of his life... Keep in mind that it is not only those two, but to others as well.

TIARA: ...so, what should I do?

WAHITA: This is our task and we have to do it together, but it seems like Tiara will work hard for this. I do understand that Rama is quite scared of losing relations, friendship or love. Also, he doesn't want to hurt himself as well. That's why he wants to take decision as wise as he could. In this case, Tiara must support with her great love and patience power, while Aurora will drive him with logical thoughts to face any posibility which may occur. Dark Aurora, I beg you for your understanding not to raise Rama up with your emotional will, but boost him with your atmosphere of competition, I mean, for his work and study...I guess it will help him much. I'll back all of you up from behind, trust me...

DARK AURORA: ...as you wish...

TIARA: I will do my best for Rama's safe return...

AURORA: I'll provide Rama with positive things as well...

WAHITA: So, we're ready to go.

RAMA (start regaining consciousness): Mmhh......

WAHITA: Oh no! Rama is about to wake up! We must get the conclusion quickly and manage to unite, or Rama won't regain his full consciousness!

AURORA: Letting him walk with those persons and wait for external response will give 99.99% probability of success. There's no other choices. We must wait and see what will happen.

DARK AURORA: I'll watch over him and them...

TIARA (calmly smiling): This is...for the sake of Rama and others...

WAHITA: OK! Thanks for your cooperation, everyone! Let's unite and bring Rama into full consciousness!

"Wahita, Tiara, Dark Aurora, and Aurora manage to unite, forming Rama's full consciousness. Rama is now back to normal condition, having full control of his mind..."

Rama Says: xx:XX WIB

SENIN, 18 APRIL 2005

KESEL!!!

"Brengseeeeeekkkk!!!!!"

Nggak habis2nya gue memaki situs penyedia download musik game MP3 via torrent (gue nggak mau nyebutin alamatnya) karena apa yang gue perjuangkan sejak lama jadi "GATOT" alias "gagal total!" Apa sih yang terjadi?

Begini, download via torrent itu berbeda dengan download pada umumnya. Kita berbagi file dengan pendownload lain, dan itu menurunkan kecepatan 5 kali lipat. Untuk beberapa soundtrack game sebesar 600MB aja bisa makan waktu sebulan lebih untuk menyelesaikannya. Nah, kebayang deh gimana marahnya gue kalau gue sengaja lembur dan begadang untuk nyelesein download, dan ketika angka download mencapai 96%, tiba2 linknya error dan muncul pesan seperti ini di situs penyedianya: "Our new torrents are officially dead!"

Dammit!!! Itu artinya semua yang udah gue lakukan sebulan ini ludes...desdesdesdesdes! Karena download blon komplit, file yang sudah tercopy blon bisa didengerin...

Gue jatuh terduduk, lemeeeeeessssssss....... Nggak tau deh mau kasih komentar apa...

Rama Says: 08:02 WIB

MINGGU,, 17 APRIL 2005

KENA TONJOK

Kejadian ini sebenarnya terjadi hari Kamis lalu, tapi karena gue nggak berkesempatan posting jadi gue taruh hari ini...

Pagi itu seperti biasa gue naik bus KOANTAS 509 jurusan Kampung Rambutan - Lebak Bulus. Saking penuhnya gue terpaksa harus merapat ke dalam, dan terjadilah peristiwa ini...

Bus mulai berjalan, tapi karena bus penuh sesak jadi gue blon nemuin pegangan. Lalu, waktu gue lagi nyari besi untuk pegangan, tiba2...tangan gue mendarat di sebuah wilayah terlarang yang empuk, enak dan elastis banget. Saking kagetnya gue, secara nggak sengaja gue meremas keras benda yang biasa disebut "gunung putri" itu (nggak usah gue kasih tau, elo pasti udah tau). Belum sempat gue menghilangkan kekagetan yang bercampur rasa syukur (karena pagi2 udah dapet rejeki) dan bersalah (karena rejeki itu nggak seharusnya gue peroleh), sebuah tinju dari yang empunya gunung mendarat tepat di pipi sebelah kanan, membuat gue terhuyung2 dan hampir jatuh (masih dalam keadaan nggak sadar).

"Dasar kurang ajar!!! Nggak tau diri kamu bera..." Makian si pemilik gunung terhenti ketika melihat tongkat tunanetra yang gue pegang. Seketika itu juga, dampratan berubah jadi permohonan maaf tiada henti... "Maaf ya mas, maaf...aduh maaf, maaf saya nggak tau kalau mas nggak ngeliat...maaf, maaf...!" Secara manusiawi gue memang memaafkan hal itu karena semuanya terjadi karena salah pengertian, hanya saja pipi dan gigi gue sepertinya nggak demikian, karena mereka nggak berhenti berdenyut dan menjalarkan rasa sakit ke sekujur tubuh gue...

So, apa yang bisa kita tarik dari kejadian ini? Gue melihat bahwa keberadaan tongkat sebagai "identitas" bagi tunanetra masih nggak terlalu digubris oleh tunanetra sendiri. Nggak jarang temen2 gue sendiri ngerasa males atau malu bawa tongkat, dan sebagai akibatnya, orang lain jadi salah pengertian karena nggak semuanya bisa tau kalau mereka itu tunanetra. Jadi, penting menurut gue untuk selalu membawa tongkat tunanetra kemanapun pergi, karena selain dapat dipakai untuk media mobilitas, tongkat juga bisa jadi alat anti salah paham yang akan menunjukkan kepada orang lain bahwa kita nggak bermaksud berbuat buruk (asal nggak disengaja). Besides, kadang tongkat juga bisa jadi alat anti bayar kalo naik ANGKOT, hehehe...but don't expect too much on it, be a good person and pay every payment, okay?

Meanwhile, sekarang gue udah sembuh...

Rama Says: 16:24 WIB

JUM'AT, 15 APRIL 2005

DEAR FRIENDS...!

"New friend alert..."

Lagi2 pesan itu muncul di layar waktu gue buka YM pagi ini. Wah, siapa neeh? Ada yang "add" YM gue? Perasaan gue nggak "tebar pesona" dengan memberikan Yahoo ID gue (kecuali lewat halaman depan homepage), tapi kok sampai hari ini sudah lebih dari 25 ID yang masuk? Telling you, 90% di antaranya gue belum pernah kenal, selebihnya adalah temen2 kampus atau kawan lama yang akhirnya menemukan ID gue dan "add."

Searching punya searching, ternyata mereka yang add ID gue itu tau gue dari mailing list yang memberitakan tentang peluncuran website Mitra Netra. Kaget aja, karena gue nggak pernah mendapat teman sebanyak ini hanya dalam waktu sehari (sebagian dari teman2 ada di buku tamu).

Let's see them... Ada yang berasal dari luar negeri (yang membaca artikel di situs Mitra Netra berbahasa Inggris), juga arranger dari situs www.vgmix.com yang kebetulan mampir dan pengen ngobrol. Ada juga Nanda, Richy, Sinta dan mbak Syari dari mailing list yang menamakan dirinya "Magelang" (karena mereka yang jadi anggotanya berasal dari Magelang). Selain itu, ada rekan2 tunanetra dari kota lain yang akhirnya "panas & terbakar semangat" untuk mengikuti jejak rekan2 di Mitra Netra yang rata2 memang sudah menggunakan fasilitas messenger dan voice chat. How many of them? Well, mungkin totalnya sekitar 30 ID.

---

Well, and this is the first time, selain situs2 download musik game dan situs Mitra Netra, hampir 15 jendela chat YM terbuka plus 1 jendela konferensi...! Kebayang kan gimana repotnya gue berpindah dari 1 jendela ke jendela lain, konsentrasi sama topik pembicaraan dan menjaga jangan sampai salah jendela? Luar biasa, gue nggak pernah merasa "kerepotan" seperti ini. Mulai dari otak yang harus konsentrasi, sampai jari2 yang dipaksa untuk terus menari di atas keyboard... Oh my, untung kerjaan gue hari ini udah selesai semua, jadi gue bisa melayani rekan2 yang ngajak chat.

Sebagian besar dari rekan2 rata2 menyatakan keheranannya dan ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana tunanetra, khususnya gue, berinteraksi dengan komputer. Terhitung, sudah lebih dari 10 kali gue mengulang informasi itu, but that's okay... Adalah sebuah kebanggaan tersendiri, melaksanakan tugas memberitahu khalayak tentang tunanetra sekarang, dan juga rekan2 di Mitra Netra yang memang sudah diperkenalkan dengan teknologi sejak dini. I didn't stand as Rama myself, but representing all my friends as well...

Buat rekan2 baru gue, gue ucapkan terima kasih karena kalian mau berkenalan dan berinteraksi dengan gue secara individu, serta ingin tahu lebih banyak tentang interaksi tunanetra dan teknologi. Telling you, nothing special from me... Kalau kalian mau terus "keep in touch," kalian akan menemukan bahwa masih banyak lagi orang2 hebat (of course, far better than me) yang bakal membuat kalian berpikir bahwa lewat kebesaran Allah, hal tersebut dapat dilakukan. Meanwhile, keep in touch, dan gue akan terus memperkenalkan dunia ini untuk rekan2 semua.

Ini, ada dua mailing list yang dapat kalian gunakan untuk mengenal dunia tunanetra dan penyandang cacat. Kalau ingin bergabung, kalian bisa "subscribe" ke mitra-jaringan@yahoogroups.com (seputar kecacatan secara umum), atau bergabung dengan Komunitas IT Tunanetra Indonesia (komitti@yahoogroups.com) yang berisi tunanetra2 "nyolot" dan orang2 berpenglihatan (termasuk ahli IT) yang bicara tentang teknologi sehubungan dengan pengembangan dan peningkatan serta pemberdayaan potensi tunanetra (cieeee, ya ampun kata2nya "mboten strong!:).

Sekali lagi, makasih banget atas partisipasinya...!

P.S.: I am not a wonderful creature anyway, but Allah makes my life wonderful...

Rama Says: 19:17 WIB

KAMIS, 14 APRIL 2005

april is up

Hello everyone... Lagi2 gue minta maaf karena udah telat update diary online hampir setengah bulan. Yup, pasti semua udah tau alasannya. Kepindahan alamat situs membuat gue bener2 sibuk, pusing nggak ketulungan (transfer file, upload data, dkk). Berhubung gue juga masih sibuk dengan tugas kantor, so let me summarize those have happened...gpp kan? Gue janji bakal tulis lebih banyak lagi kalau ada waktu luang...

BACKGROUND MUSIC: Kenapa...? Gue sengaja pasang lagu yang sedikit melankolis tapi tetep ada sentuhan perjuangannya. First, karena gue lagi "sedikit" bersedih... Maaf gue nggak bisa cerita secara mendetail, gue nggak mau diary online gue banjir air mata... *smile insisted* Tenang aja, gue pasti bisa ngatasin masalah itu sendiri... Losing someone close to us is absolutely painful, but it was with me for many times... Thx to Wiwien yang udah bantuin gue untuk "cooling down..." Makasih juga buat temen2 jurnalistik yang terus memberi support, meskipun masalah itu juga datang dari tim jurnalis YMN...

GOT LOTS OF NEW FRIENDS: Akhir2 ini gue lagi seneng menghabiskan waktu santai di depan Yahoo Messenger. Setelah website gue pindah dan dibantu publikasi sama beberapa rekan, gue jadi dapet banyak kenalan baru yang masuk ke YM. Well, hello there! Gue seneng banget bisa kenalan sama temen2 disana. So, gimana? Asyik kan "chat" sama "tunet?"

LATEST ACTIVITIES: Sekarang gue juga lagi berburu download game aksesibel (game yang bisa dimainin sama tunanetra). Kalau waktu istirahat gue udah kelar makan atau shalat, biasanya gue mainin WinPoli, itu permainan monopoli PC yang peraturannya sama dengan monopoli biasa, udah pernah main kan? Kita bisa menjual dan membeli tempat tertentu, jadi milyarder atau malah pailit. Gue download di www.audiogames.net, cek aja!

HOW'S MY WORK GOING?: Sejauh ini, fine... Boleh dibilang gue sekarang benar2 ngeluarin kemampuan secara maksimal untuk memenuhi target yang ditetapkan, berita masuk dengan kualitas bagus. Apalagi setelah mengikuti pelatihan jurnalistik singkat yang diberikan Pak Harry Surjadi, salah satu penulis profesional yang sudah banyak menyumbang kontribusi ke berbagai media, misalnya Kompas dan Microsoft... Pelatihannya sendiri 2 hari, 7 dan 8 April 2004.

WHAT DO I WANT?: Having new friends! Gue seneng banget kalo bisa ngobrol panjang di YM. Tentu saja itu diluar jam kerja, bisa dilihat dengan jelas kok statusnya...! Terus, gue juga mau download soundtrack musik game yang lagi gue kerjain itu cepet kelar (gue download via Torrent, udah 3 minggu nggak kelar2).

OK, kira2 begitu rangkuman kejadian selama setengah bulan ini. Nanti kalau ada waktu gue pasti tulis lebih panjang. Meanwhile, gue masih perbaikin entri2 di situs karena ternyata masih banyak ERROR yang harus gue perbaiki... Until then, please stay tuned...
!

Rama Says: 07:11 WI