SENIN, 25 APRIL 2005
setapak menuju profesionalitas
-Jakarta, Hotel Sahid 25 April 2005-
"Terserah deh," itu yang biasanya keluar dari mulut gue kalau
ada yang minta bantuan seperti nerjemahin, buatin lagu dsb.
Maksudnya, ketika mereka menanyakan berapa honor yang seharusnya
gue peroleh. Tapi jawaban khas berhawa kemanusiaan yang sudah
mendarah daging itu rontok, diruntuhkan oleh salah seorang
rekanan bapak malam ini. Maaf, karena beliau orang penting jadi
gue nggak bisa sebutin namanya, just call him Pak Haji.
Hari ini gue dan bapak ketemu/meeting dengan Pak Haji di lobby
hotel Sahid, membicarakan tentang pekerjaan baru yang nanti
harus gue jalani. Can't say it now, but...inilah kali pertama
gue mulai menginjak dunia yang disebut orang sebagai "profesional."
"Jangan bilang terserah, kamu juga harus bisa menghargai
kemampuan kamu," ujar Pak Haji sambil terus memberi semangat
kalau gue mampu melakukan pekerjaan yang ditawarkan. Gue selalu
merendah dan mengatakan bahwa gue memiliki banyak keterbatasan,
terutama peralatan tempur yang nggak mendukung. Tapi apa kata
beliau? "Kamu yakin dengan kemampuan yang kamu punya? Bilang
kalau kamu sanggup dan minta honor yang sepadan, lalu beli
peralatan yang kamu inginkan!"
Semua terus berjalan, sampai akhirnya sang penawar pekerjaan
datang, dan...terjadilah dialog ini (summary).
Boss: Jadi kalau untuk translator kami, berapa biaya yang kamu
perlukan?
Rama: 2,5 juta, Pak *pasang tampang tenang (kata Pak Haji harus
gitu)*
Boss: Lalu, berapa biasanya orang bayar kamu untuk bikin lagu?
Rama: 1 lagu = 1,5 juta, kalau jingle bisa 5 sampai 7 juta, Pak
*kali ini harus menahan hati kecil untuk nggak teriak karena
nggak tega ngasih harga segitu*
Dialog berlangsung layaknya profesional yang sedang
tawar-menawar harga. Sebenarnya nilai yang tadi gue kemukakan
bukan tanpa standar, gue sudah tanyakan sama orang2 yang sudah
biasa melakukan pekerjaan ini, dan gue mengikuti standar mereka,
dengan asumsi gue mungkin mampu tapi peralatannya yang terbatas.
Pak Haji bilang kalau gue harus tenang dan mantap dalam
negosiasi seperti ini, belajar memberi harga pada kemampuan yang
gue miliki. Meskipun demikian, darah manusiawi tetap masih
mengalir di diri gue, nggak bermaksud jual mahal dan sebagainya.
Untuk menenangkan hati, akhirnya gue ambil jalan tengahnya.
Gimana? Pasang harga sesuai dengan level. Kalo orang2 yang biasa
meeting di hotel berbintang lima macem ini, gue berani kasih
harga segitu...tapi kalau sama sahabat karib atau rekanan gue
sendiri, ya masak iya sih gue tega? So, don't worry...bahkan
tawaran untuk buat lagu dan terjemah gratis itu masih berlaku
kok... Gue memang harus profesional, tapi gue juga harus bisa
liat2 situasi dan kondisinya, iya kan? That's Aurora!
Setelah negosiasi berakhir, dengan mantap (dipaksa mantap) gue
menyumbangkan beberapa lagu dengan memakai Tiara (My beloved
Irish Flute) dengan diiringi live-band kafe hotel. Wah, asyik
juga! Pak Haji yang merupakan salah satu "orang penting" di
negeri ini berencana membawa gue terbang ke kafe2 untuk
pertunjukan, katanya untuk memperkaya wawasan. OK deh, siapa
takut!?
Rama Says: 02:11 WIB
3 DAYS IN BANDUNG
"Ruuuuaaaarrrrrrrbiasaaaaa!!!!!"
Cuma itu yang bisa gue teriakin untuk merangkum apa yang udah
gue alami tiga hari ini. Yes, again, I went to Bandung... It was
a holiday and reporting trip, but the experience within
was...GREAT!!!
JUMAT 22 April:
Hari ini, tepat setelah shalat Jum'at gue pergi ke Bandung
dengan bus Primajasa jurusan Lebak Bulus - Bandung. Nggak
terlalu lama, kira2 3 jam setelah bus berangkat gue udah nyampe
di Bandung. Mungkin karena bakal ada KAA jadi jalanan nggak
terlalu padat. Setibanya disana, gue langsung menuju ke sasaran
pertama, the blind person (digital music composer) that made me
curious. Selain rasa seneng karena ternyata ada lagi tunanetra
yang mampu (bahkan lebih hebat) menggubah musik dengan media
komputer dan peralatan digital, gue jadi penasaran karena di
Bandung ternyata dia sudah sangat populer, jadi incaran radio
dan grup band yang minta dibuatkan lagu. Ketika sampai di
rumahnya, let me call him Hendra, semua pertanyaan itu terjawab
dengan satu kata, "kagum..." Kang Hendra, begitulah gue
memanggilnya, dia tinggal di sebuah rumah berlantai dua yang
sangat sederhana. Disana dia tinggal bersama isterinya, Nenden (tunanetra
juga) yang punya suara aduhai...! What to do? Yang jelas,
gue sempet menyaksikan kebolehan Kang Hendra dan Teh Nenden
beraksi di salah satu kafe ternama di Bandung, ngoprak-ngoprek
komputernya, dan berkesempatan merekam permainan suling gue dan
berduet dengan keyboard Kang Hendra lewat lagu YOU RAISE ME UP!
Nggak percaya? Klik aja nih!
"GO TO DOWNLOAD SECTON!!!"
SABTU 23 APRIL: Sasaran liputan selanjutnya adalah Babakan
Siliwangi, daerah yang disebut-sebut sebagai jantung kota
Bandung yang letaknya dekat ITB. Disana, berbagai forum sosial
dan penyandang cacat menggelar perayaan KAA dengan cara yang
unik. Mereka mengadakan diskusi mengenai pendidikan bagi
penyandang cacat, simulasi bagaimana caranya menggandeng
tunanetra, berbicara dengan tunarungu, sampai tips mendorong
kursi roda dan berjalan dengan penderita tunadaksa. Di
kesempatan itu, gue juga sempet dipilih jadi penterjemah untuk
acara peluncuran buku KAA (gue akan membahasnya lebih jauh di
www.mitranetra.or.id). Di acara ini gue juga ketemu sama rekan2
tunanetra dari SLB/A Bandung dan sama2 menikmati acara sampai
malam. Ada pertunjukan angklung, pagelaran musik rock, dan
pemutaran film bertemakan sosial yang kesemuanya digelar oleh
kesatuan Miskin Kota (yang terdiri dari perkumpulan sosial dan
pengamen jalanan). Yup, semakin malam acara jadi tambah panas,
meskipun temen2 tunanetra harus gigit jari karena film yang
diputar tidak ada dialognya (something like: what...what was
that?).
MINGGU 24 APRIL: Fantastic! Gue meliput di...Gedung Merdeka...!
Itu tempat KAA berlangsung! Wow, kalo bukan wartawan mungkin gue
nggak akan sampai kesini! Unfortunately I couldn't take a
picture soalnya gue kesulitan membidik dengan kamera digital di
tengah kerumunan orang banyak. Yang jelas, gue bisa dengerin
paduan suara dari Universitas Pajajaran dan pidato Pak SBY
dengan sangat jelas! Berada di tengah2 wartawan benar2 membuat
gue merasa jadi "wartawan" yang sesungguhnya! No, it's not
that...but because, this is my first experience...!
SUMMARY: Kagum, jadwal padat, asyik, capek, senang...semua jadi
satu. Kerap kali gue ngerasa kecapaian dan kehabisan tenaga,
tapi lagu Sailing to the World dan bayangan "sang putri" nggak
henti2nya men-charge semangat gue, mempertahankan kondisi gue di
atas 60%! Ketemu Kang Hendra dan rekan2 tunanetra lain, jadi
"the real reporter" dan berkesempatan menterjemahkan peluncuran
buku KAA, serta dapet kesempatan berlibur ke Bandung adalah
suatu pengalaman yang membanggakan dan nggak akan pernah gue
lupain. Yeah, too bad that I couldn't meet Cho Chang this time,
but it's okay...maybe next time... But overall, it was an
absolutely enjoying journey!!!
rabu, 20 april 2005
YM TRAGEDY
"Rama's status is now unconscious. Entering subconscious
mode..."
DARK AURORA (furious): Dammit!!!
TIARA (crying): ...
WAHITA (flying down): Hey guys, what's going on here!? What's
wrong with Rama!?
AURORA (scanning): It seemed like he was influenced by someone's
words...words that...
TIARA (crying): It hurts......
DARK AURORA (standing up with sword pulled out): That bastard
has played with Rama's feeling. I MUST REVENGE IT!!!
WAHITA (halting Dark Aurora): Hold it, Dark Aurora! I simply
have to know and hear more from Aurora. So, can you explain the
condition, Aurora?
AURORA (performing deep scan): I am still scanning, and it will
probably take time. Please wait...
DARK AURORA (furious): No need to wait! I will DESTROY that
person! Keep your hands off, Wahita!
WAHITA (casting ultimate spell to freeze Dark Aurora's
movement): I say...SILENCE! Don't be so rush! We must get
complete information before making a step. We'll decide it
later...!
TIARA (sobbing): If Rama's life is told to be full of pain and
sorrow, I will sacrifice myself...
WAHITA (calm, comforting Tiara): It's alright, Tiara... I
understand what you feel... Meanwhile, could you please take
care of Rama's consciousness until we get the clue? I am afraid
people will catch something strange from Rama, so please handle
him for a while, okay?
DARK AURORA: I'll do it as well...
WAHITA: No. Just entrust this task to Tiara. I don't want
something bad pops up from Rama's mouth. Though Rama will become
very sissy and feminine because of being controlled by Tiara,
it's better I think.
DARK AURORA: Eat your words, but if something bad happened, I
would DESTROY everything...including YOU!
TIARA (sobbing): I will also sacrifice myself... That's my
honor...
WAHITA: Please calm down, everyone... We know that Rama is now
in trouble, and we must solve it. Tiara, you're Rama's
consciousness of love and loyalty that always want to sacrifice
yourself for everybody's happiness, though sometimes it often
transforms Rama into a sissy and weak person, let me say that
it's very beautiful. Dark Aurora, although Allah has given you
evil aura and many negative thoughts, you always try to defend
Rama from danger, and it is fully appreciated. Aurora, which
stores Rama's ratio, logic thoughts, skills and abilities must
understand this, and me as well... We must work together as
Rama's full consciousness in order to solve his problem, because
that's the purpose of our existance. Now, please report what you
have got so far, Aurora...
AURORA: As we know that Rama has passed through many kind of
experience which is full of good and bad things. Lately, I
received the information that he got many new companions
and...it was where the problem started...
WAHITA: Alright, so can you explain it more detail?
AURORA (showing Rama's heart password): Unfortunately, Rama
didn't allow me to pull out their names for safety reasons,
judging from the "AAA" password he used to seal them, but I
could still summarize the situation. He's now confused...to
choose between the two...
WAHITA: Between...the two? Do you mean, persons?
AURORA: Yes, and it bothered his feeling so much. Not because of
that kind of situation, but because one of those persons was
accused to be playing with Rama's feeling. But I've scanned that
person's brain, and it seemed like that person didn't intend to
do it on purpose...
DARK AURORA: Semantic nonsense! How could that person do it
without reasonable will!?
AURORA: It does...
WAHITA: I understand now... I think the main problem is Rama's
confusion.
AURORA: Not that simple...as it has native relation with bad
experience happened in the past. Let me say, love experience...
WAHITA: I get it! Rama is now standing on the situation where he
must face two matters. First, he doesn't want to hurt himself,
and second, he doesn't want to hurt those persons...
AURORA: Not only those, but it applies to others, too.
WAHITA: Fine, whatever it is. Now the question is: how could we
strengthen Rama's feeling and lead him to determine exact step?
AURORA: Based on the data stored in Rama's brain, the step he
wants to choose is depended so much with response from persons.
As we know, Rama has met many thraumatic love scene that made
him scared of making a step.
DARK AURORA: Response, eh? Do you think those persons are going
to give him good response? What if they don't?
AURORA: Then he probably won't make any step for the rest of his
life... Keep in mind that it is not only those two, but to
others as well.
TIARA: ...so, what should I do?
WAHITA: This is our task and we have to do it together, but it
seems like Tiara will work hard for this. I do understand that
Rama is quite scared of losing relations, friendship or love.
Also, he doesn't want to hurt himself as well. That's why he
wants to take decision as wise as he could. In this case, Tiara
must support with her great love and patience power, while
Aurora will drive him with logical thoughts to face any
posibility which may occur. Dark Aurora, I beg you for your
understanding not to raise Rama up with your emotional will, but
boost him with your atmosphere of competition, I mean, for his
work and study...I guess it will help him much. I'll back all of
you up from behind, trust me...
DARK AURORA: ...as you wish...
TIARA: I will do my best for Rama's safe return...
AURORA: I'll provide Rama with positive things as well...
WAHITA: So, we're ready to go.
RAMA (start regaining consciousness): Mmhh......
WAHITA: Oh no! Rama is about to wake up! We must get the
conclusion quickly and manage to unite, or Rama won't regain his
full consciousness!
AURORA: Letting him walk with those persons and wait for
external response will give 99.99% probability of success.
There's no other choices. We must wait and see what will happen.
DARK AURORA: I'll watch over him and them...
TIARA (calmly smiling): This is...for the sake of Rama and
others...
WAHITA: OK! Thanks for your cooperation, everyone! Let's unite
and bring Rama into full consciousness!
"Wahita, Tiara, Dark Aurora, and Aurora manage to unite, forming
Rama's full consciousness. Rama is now back to normal condition,
having full control of his mind..."
SENIN, 18 APRIL 2005
KESEL!!!
"Brengseeeeeekkkk!!!!!"
Nggak habis2nya gue memaki situs penyedia download musik game
MP3 via torrent (gue nggak mau nyebutin alamatnya) karena apa
yang gue perjuangkan sejak lama jadi "GATOT" alias "gagal
total!" Apa sih yang terjadi?
Begini, download via torrent itu berbeda dengan download pada
umumnya. Kita berbagi file dengan pendownload lain, dan itu
menurunkan kecepatan 5 kali lipat. Untuk beberapa soundtrack
game sebesar 600MB aja bisa makan waktu sebulan lebih untuk
menyelesaikannya. Nah, kebayang deh gimana marahnya gue kalau
gue sengaja lembur dan begadang untuk nyelesein download, dan
ketika angka download mencapai 96%, tiba2 linknya error dan
muncul pesan seperti ini di situs penyedianya: "Our new torrents
are officially dead!"
Dammit!!! Itu artinya semua yang udah gue lakukan sebulan ini
ludes...desdesdesdesdes! Karena download blon komplit, file yang
sudah tercopy blon bisa didengerin...
Gue jatuh terduduk, lemeeeeeessssssss....... Nggak tau deh mau
kasih komentar apa...
MINGGU,, 17 APRIL 2005
KENA TONJOK
Kejadian ini sebenarnya terjadi hari Kamis
lalu, tapi karena gue nggak berkesempatan posting jadi gue taruh
hari ini...
Pagi itu seperti biasa gue naik bus KOANTAS 509 jurusan Kampung
Rambutan - Lebak Bulus. Saking penuhnya gue terpaksa harus
merapat ke dalam, dan terjadilah peristiwa ini...
Bus mulai berjalan, tapi karena bus penuh sesak jadi gue blon
nemuin pegangan. Lalu, waktu gue lagi nyari besi untuk pegangan,
tiba2...tangan gue mendarat di sebuah wilayah terlarang yang
empuk, enak dan elastis banget. Saking kagetnya gue, secara
nggak sengaja gue meremas keras benda yang biasa disebut "gunung
putri" itu (nggak usah gue kasih tau, elo pasti udah tau). Belum
sempat gue menghilangkan kekagetan yang bercampur rasa syukur (karena
pagi2 udah dapet rejeki) dan bersalah (karena rejeki itu nggak
seharusnya gue peroleh), sebuah tinju dari yang empunya gunung
mendarat tepat di pipi sebelah kanan, membuat gue terhuyung2 dan
hampir jatuh (masih dalam keadaan nggak sadar).
"Dasar kurang ajar!!! Nggak tau diri kamu bera..." Makian si
pemilik gunung terhenti ketika melihat tongkat tunanetra yang
gue pegang. Seketika itu juga, dampratan berubah jadi permohonan
maaf tiada henti... "Maaf ya mas, maaf...aduh maaf, maaf saya
nggak tau kalau mas nggak ngeliat...maaf, maaf...!" Secara
manusiawi gue memang memaafkan hal itu karena semuanya terjadi
karena salah pengertian, hanya saja pipi dan gigi gue sepertinya
nggak demikian, karena mereka nggak berhenti berdenyut dan
menjalarkan rasa sakit ke sekujur tubuh gue...
So, apa yang bisa kita tarik dari kejadian ini? Gue melihat
bahwa keberadaan tongkat sebagai "identitas" bagi tunanetra
masih nggak terlalu digubris oleh tunanetra sendiri. Nggak
jarang temen2 gue sendiri ngerasa males atau malu bawa tongkat,
dan sebagai akibatnya, orang lain jadi salah pengertian karena
nggak semuanya bisa tau kalau mereka itu tunanetra. Jadi,
penting menurut gue untuk selalu membawa tongkat tunanetra
kemanapun pergi, karena selain dapat dipakai untuk media
mobilitas, tongkat juga bisa jadi alat anti salah paham yang
akan menunjukkan kepada orang lain bahwa kita nggak bermaksud
berbuat buruk (asal nggak disengaja). Besides, kadang tongkat
juga bisa jadi alat anti bayar kalo naik ANGKOT, hehehe...but
don't expect too much on it, be a good person and pay every
payment, okay?
Meanwhile, sekarang gue udah sembuh...
JUM'AT, 15 APRIL 2005
DEAR FRIENDS...!
"New friend alert..."
Lagi2 pesan itu muncul di layar waktu gue buka YM pagi ini. Wah,
siapa neeh? Ada yang "add" YM gue? Perasaan gue nggak "tebar
pesona" dengan memberikan Yahoo ID gue (kecuali lewat halaman
depan homepage), tapi kok sampai hari ini sudah lebih dari 25 ID
yang masuk? Telling you, 90% di antaranya gue belum pernah kenal,
selebihnya adalah temen2 kampus atau kawan lama yang akhirnya
menemukan ID gue dan "add."
Searching punya searching, ternyata mereka yang add ID gue itu
tau gue dari mailing list yang memberitakan tentang peluncuran
website Mitra Netra. Kaget aja, karena gue nggak pernah mendapat
teman sebanyak ini hanya dalam waktu sehari (sebagian dari
teman2 ada di buku tamu).
Let's see them... Ada yang berasal dari luar negeri (yang
membaca artikel di situs Mitra Netra berbahasa Inggris), juga
arranger dari situs www.vgmix.com yang kebetulan mampir dan
pengen ngobrol. Ada juga Nanda, Richy, Sinta dan mbak Syari dari
mailing list yang menamakan dirinya "Magelang" (karena mereka
yang jadi anggotanya berasal dari Magelang). Selain itu, ada
rekan2 tunanetra dari kota lain yang akhirnya "panas & terbakar
semangat" untuk mengikuti jejak rekan2 di Mitra Netra yang rata2
memang sudah menggunakan fasilitas messenger dan voice chat. How
many of them? Well, mungkin totalnya sekitar 30 ID.
---
Well, and this is the first time, selain situs2 download musik
game dan situs Mitra Netra, hampir 15 jendela chat YM terbuka
plus 1 jendela konferensi...! Kebayang kan gimana repotnya gue
berpindah dari 1 jendela ke jendela lain, konsentrasi sama topik
pembicaraan dan menjaga jangan sampai salah jendela? Luar biasa,
gue nggak pernah merasa "kerepotan" seperti ini. Mulai dari otak
yang harus konsentrasi, sampai jari2 yang dipaksa untuk terus
menari di atas keyboard... Oh my, untung kerjaan gue hari ini
udah selesai semua, jadi gue bisa melayani rekan2 yang ngajak
chat.
Sebagian besar dari rekan2 rata2 menyatakan keheranannya dan
ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana tunanetra, khususnya
gue, berinteraksi dengan komputer. Terhitung, sudah lebih dari
10 kali gue mengulang informasi itu, but that's okay... Adalah
sebuah kebanggaan tersendiri, melaksanakan tugas memberitahu
khalayak tentang tunanetra sekarang, dan juga rekan2 di Mitra
Netra yang memang sudah diperkenalkan dengan teknologi sejak
dini. I didn't stand as Rama myself, but representing all my
friends as well...
Buat rekan2 baru gue, gue ucapkan terima kasih karena kalian mau
berkenalan dan berinteraksi dengan gue secara individu, serta
ingin tahu lebih banyak tentang interaksi tunanetra dan
teknologi. Telling you, nothing special from me... Kalau kalian
mau terus "keep in touch," kalian akan menemukan bahwa masih
banyak lagi orang2 hebat (of course, far better than me) yang
bakal membuat kalian berpikir bahwa lewat kebesaran Allah, hal
tersebut dapat dilakukan. Meanwhile, keep in touch, dan gue akan
terus memperkenalkan dunia ini untuk rekan2 semua.
Ini, ada dua mailing list yang dapat kalian gunakan untuk
mengenal dunia tunanetra dan penyandang cacat. Kalau ingin
bergabung, kalian bisa "subscribe" ke mitra-jaringan@yahoogroups.com
(seputar kecacatan secara umum), atau bergabung dengan Komunitas
IT Tunanetra Indonesia (komitti@yahoogroups.com) yang berisi
tunanetra2 "nyolot" dan orang2 berpenglihatan (termasuk ahli IT)
yang bicara tentang teknologi sehubungan dengan pengembangan dan
peningkatan serta pemberdayaan potensi tunanetra (cieeee, ya
ampun kata2nya "mboten strong!:).
Sekali lagi, makasih banget atas partisipasinya...!
P.S.: I am not a wonderful creature anyway, but Allah makes my
life wonderful...
Rama Says: 19:17 WIB
KAMIS, 14 APRIL 2005
april is up
Hello everyone... Lagi2 gue minta maaf karena udah telat update
diary online hampir setengah bulan. Yup, pasti semua udah tau
alasannya. Kepindahan alamat situs membuat gue bener2 sibuk,
pusing nggak ketulungan (transfer file, upload data, dkk).
Berhubung gue juga masih sibuk dengan tugas kantor, so let me
summarize those have happened...gpp kan? Gue janji bakal tulis
lebih banyak lagi kalau ada waktu luang...
BACKGROUND MUSIC: Kenapa...? Gue sengaja pasang lagu yang
sedikit melankolis tapi tetep ada sentuhan perjuangannya. First,
karena gue lagi "sedikit" bersedih... Maaf gue nggak bisa cerita
secara mendetail, gue nggak mau diary online gue banjir air mata...
*smile insisted* Tenang aja, gue pasti bisa ngatasin masalah itu
sendiri... Losing someone close to us is absolutely painful, but
it was with me for many times... Thx to Wiwien yang udah bantuin
gue untuk "cooling down..." Makasih juga buat temen2 jurnalistik
yang terus memberi support, meskipun masalah itu juga datang
dari tim jurnalis YMN...
GOT LOTS OF NEW FRIENDS: Akhir2 ini gue lagi seneng menghabiskan
waktu santai di depan Yahoo Messenger. Setelah website gue
pindah dan dibantu publikasi sama beberapa rekan, gue jadi dapet
banyak kenalan baru yang masuk ke YM. Well, hello there! Gue
seneng banget bisa kenalan sama temen2 disana. So, gimana? Asyik
kan "chat" sama "tunet?"
LATEST ACTIVITIES: Sekarang gue juga lagi berburu download game
aksesibel (game yang bisa dimainin sama tunanetra). Kalau waktu
istirahat gue udah kelar makan atau shalat, biasanya gue mainin
WinPoli, itu permainan monopoli PC yang peraturannya sama dengan
monopoli biasa, udah pernah main kan? Kita bisa menjual dan
membeli tempat tertentu, jadi milyarder atau malah pailit. Gue
download di www.audiogames.net, cek aja!
HOW'S MY WORK GOING?: Sejauh ini, fine... Boleh dibilang gue
sekarang benar2 ngeluarin kemampuan secara maksimal untuk
memenuhi target yang ditetapkan, berita masuk dengan kualitas
bagus. Apalagi setelah mengikuti pelatihan jurnalistik singkat
yang diberikan Pak Harry Surjadi, salah satu penulis profesional
yang sudah banyak menyumbang kontribusi ke berbagai media,
misalnya Kompas dan Microsoft... Pelatihannya sendiri 2 hari, 7
dan 8 April 2004.
WHAT DO I WANT?: Having new friends! Gue seneng banget kalo bisa
ngobrol panjang di YM. Tentu saja itu diluar jam kerja, bisa
dilihat dengan jelas kok statusnya...! Terus, gue juga mau
download soundtrack musik game yang lagi gue kerjain itu cepet
kelar (gue download via Torrent, udah 3 minggu nggak kelar2).
OK, kira2 begitu rangkuman kejadian selama setengah bulan ini.
Nanti kalau ada waktu gue pasti tulis lebih panjang. Meanwhile,
gue masih perbaikin entri2 di situs karena ternyata masih banyak
ERROR yang harus gue perbaiki... Until then, please stay
tuned...!