MINGGU, 29 MEI 2005

DARI ACARA SUNDAY MORNING GATHERING

"Luar biasa!!! Then again, it was one of the greatest moment this year..."

Sunday Morning Gathering (SMG), acara sosialisasi bagi tunanetra yang sudah dipersiapkan teman2 dari YMN selama hampir setengah tahun ini berjalan sukses! Well, pagi itu, Parkir Timur Senayan benar2 dibikin heboh oleh aksi tunanetra yang unjuk kebolehan disana. Yang paling seru lagi karena acara ini dimeriahkan dengan hadirnya Kia & Tia AFI!!!

Persiapan sudah mulai terasa sejak dua minggu terakhir. Semua panitia praktis kurang istirahat, termasuk gue yang bertugas sebagai pembuat musik dan seksi pameran (komputer). Puncak dari persiapan itu adalah tanggal 28 Mei, ketika semua anggota panitia nyaris nggak tidur (Including Princess and I).

Akhirnya segalanya rampung tepat hari Minggu dini hari. Setelah mandi dan berbenah, rekan2 panitia yang nginep di kantor YMN segera berangkat menuju parkir timur Senayan dengan menggunakan 2 buah bus yang telah disewa. Sambil menikmati sarapan roti dan segelas Aqua, kita saling berbincang dan bercanda, suasana "exciting" menyelimuti atmosfer pagi itu...

Akhirnya tepat pukul 05:30 WIB, rombongan tiba di lokasi. Panggung acara dan stand pameran sudah berdiri dengan megah, dan kemegahan itu mulai terasa menggelegar ketika grup Marching Band tunanetra mulai beraksi. Kemegahan itu juga dihiasi keceriaan manakala relawan2 dari mailing list Magelang (Mbak Chie dan Mbak Prili) juga hadir disana, ngumpul bareng Princess dan rekan2 relawan yang lain.

Untuk pelaksanaan acara gue mungkin nggak cerita detail karena udah banyak media yang memuatnya, yang jelas acaranya keren banget! Banyak pengunjung yang antusias mengerumuni setiap bagian acara.

Di panggung, acara senam pagi dan teater mendapat perhatian banyak pengunjung, sebagian besar dari mereka langsung berkerumun menyaksikan aksi rekan2 di pentas yang mengetengahkan drama seputar kehidupan tunanetra. Ada juga lomba2 untuk pengunjung, dan yang pasti...live show dari Kia dan Tia! Kebayang nggak sih? Temen2 tunanetra begitu ceria dan dapet kesempatan foto and singing bareng sama mereka! Damme to mbak Fifi yang udah sempet wawancara dan foto bareng mereka berdua, hehehe *smile*.

Stand pameran juga nggak kalah kebanjiran pengunjung. Selain itu, media massa dan elektronik juga lebih memfokuskan bidikannya ke stand pameran. Let say, rata2 mereka malu2 dan cuma berani berdiri dan memandang saja, mungkin kalimat "kok bisa ya" berkecamuk dan membuat mereka kaku. So, gue dan rekan2 di pameran yang akhirnya ambil inisiatif untuk mendatangi mereka, baru deh pada nyerbu stand kami. Untuk memancing perhatian, gue sengaja memasang video game animasi untuk dan demonstrasi operasional komputer, sementara temen2 panitia pameran yang lain mendemonstrasikan peralatan bantu tunanetra dan olahraga khusus tunanetra...

Pada kesempatan itu, beberapa tunanetra yang berprestasi juga mendapat kesempatan naik ke atas panggung dan menyampaikan pendapat mereka, termasuk impian dan harapannya...

Acara berakhir tepat tengah hari (hebat, lebih 2 jam dari target semula) dan... "WE ARE ALL HAPPY!!!" Makasih buat semuanya!!! Makasih buat YMN, rekan2 tim sukses (tunanetra), dan relawan yang sudah menyukseskan acara ini! Special thanks goes to visitors, mungkin ini adalah untuk pertama kalinya kalian menyaksikan kami, so...please tell the others about us, tentang keberadaan tunanetra yang juga bisa tampil hebat dan kuat!!!

PS: Supreme thanks goes to Princess for lending me her room to take a nap... It was very nice to have my energy regained there...

Rama Says: 23:19 WIB

minggu, 15 mei 2005

SEHARI SETENGAH BERSAMA PRINCESS

Ehehe, gue khawatir pembaca cepet bosen kalo gue nulis tentang hal ini, dan gue juga nggak mau "publish" terlalu banyak. Yang jelas, I spent the whole day with Princess, and it was one of those great days this year. Saking senengnya, gue sampe bingung gimana mengungkapkannya... Udah, gitu aja deh...!

Or perhaps, you could go to Princess' blog, she probably wrote something about this...

Rama Says: 23:19 WIB

 

sabtu, 14 mei 2005

V3'S BIRTHDAY

-May 14th, V3's birthday-
"Moshi moshi!"

Yahooooooo!!!!!! Wah senengnya...! Setelah sekian lama berpisah, akhirnya hari ini gue kembali merasakan atmosfer "Jepang" kembali di sekeliling gue! How could it be? Karena hari ini adalah perayaan ulang tahun salah satu sahabat gue (or may I say, "gamemate"), Fitri. Lalu, apa yang dilakukan cewek yang menempatkan "PlayStation2" sebagai santapan utamanya itu? Dia mengundang semua rekan2nya (most of them are my friends either) yang rata2 suka anime dan game! Kita semua ngumpul di rumah V3 yang terletak di daerah Lebak Bulus JAKARTA SELATAN.

"Ada download torrent musik game baru!" "Ada Valkyrie versi chibi di Star Ocean 3!" "Siapa yang pantes nerima kekuatan dari Satsune!?" "Bagaimana kesadaran elo, udah direparasi?" ... Those are only a few examples of "Japan-ish" items we spoke that day... Kita ngomongin anime (animasi Jepang) dan game sepanjang hari, dan seperti biasa, kita merasa seperti ada di dunia lain, bicara dengan level intelejensia di atas orang2 normal. Hehehe, itu ungkapan yang kita pakai, karena wajar deh, kalau orang non penggemar anime & game pasti bakal pusing tujuh keliling delapan tikungan sembilan tanjakan waktu denger obrolan kita.

Selain V3, di hari ini, gue juga berkesempatan ketemu lagi sama Gia, si cewek tomboy yang tidak mengharapkan dirinya jadi tomboy, gamer sejati yang juga senior gue di majalah Hot Game (Gramedia). Ada juga Lola & Maya, rekan baik V3 yang doyan musik game dan koleksi anime. Tentu saja nggak ketinggalan, Angeline, bidadari musik game yang pernah dapet predikat "Tiara of Music" dari gue lantaran dia pernah memasok soundtrack game buat gue sampai 10GB lebih. Well, and the boys were also involved into serious conversation with me, kita lebih banyak ngebahas tentang situs2 penyedia torrent anime & game Jepang.

Oh ya, hari ini V3 juga menyerahkan kaset rekaman dialog dari game Xenosaga Episode 2 (English) yang gue minta. Hmmm, meskipun gue rada kecewa karena dubber-nya nggak sebagus episode pertamanya, gue tetap "excited," karena setelah setahun berlalu sejak gue tergila-gila dengan Xenosaga episode 1, sekarang gue bisa kembali menikmati cerita super misterius itu. Gotta tell ya after listening to it!

Kita semua benar2 "ramai" siang itu, menghabiskan nasi lontong dan kue tart super enak yang disediakan V3. Telling you, it was very very great moment, too bad that I had to leave sooner... V3, makasih banyak ya! Makasih banyak karena siang ini elo udah menyediakan istana elo untuk membuka "dunia kita" yang sudah lama tak pernah terbuka... I am looking forward to having exact ceremony like this someday...

Rama Says: 12:55 WIB

MINGGU, 8 MEI 2005

minggu bersama princess

Tenang, nyaman, romantis... Itulah atmosfer yang gue rasakan siang ini ketika "Princess" berkunjung ke rumah gue. Alunan musik game yang lembut (piano), suasana minggu siang yang hening, dan intonasi bicara kami yang nyaris berbisik membuat siang ini jadi tambah syahdu. Hmmm, meskipun gue harus meredam kebiasaan melonjak gembira kalau baru dapet soundtrack game baru (apalagi yang diincar), pasalnya gue harus jaga image di hadapan Princess, masak sih pangerannya jingkrak2 gitu? Nggak berwibawa donk ah! Well, setidaknya perasaan itu tetap dapat melonjak di dalam hati, karena siang ini Princess membawakan download musik game yang gue minta (dalam CD, format MP3). Telling you guys, it is one of the BIGGEST gifts I have so far, soalnya memang selama ini blon pernah ada "soulmate" gue yang mau membantu soal musik game, walaupun pada kenyataannya Princess hanya men-download, but it was more than enough...

Hmmm, sempet rada ngerasa nggak enak juga sih waktu tau kalau Princess dateng telat, seharusnya dia kasih tau temannya kalau dia udah janji mau ke rumah gue, and moreover...kalau saja Princess dateng lebih cepat, mungkin kita udah jalan2 ke Bogor buat makan siang. Satu hal, kayaknya Princess itu rada susah dibilangin, dan itu sempet bikin gue nggak enak banget... *jewer kuping Princess*

Malamnya, gue dan ORTU "having dinner" dan nganterin Princess balik ke tempat kostnya di daerah Senen. Hi, you have such nice room, Princess *big hug*...

Rama Says: 21:21 WIB

download torrent? siapa takut?

Download soundtrack game via torrent? Siapa takut!? Lewat bantuan Princess, sekarang gue siap "up-to-date" dengan soundtrack game terbaru, satu hal yang susah banget gue lakukan dengan download torrent lewat koneksi internet kantor yang bukan "kelas kakap" alias biasa2 aja. Biasanya, gue baru bisa menyelesaikan download soundtrack game sebesar 600MB sekitar 3 minggu, tapi lewat koneksi internet Princess, hal itu bisa diselesaikan hanya dalam sehari...! *jadi pengen pindah kerja ke kantor Princess*

Lewat tangan Princess-lah, gue berhasil mendapatkan beberapa soundtrack game terbaru yang rilis bulan April 2005 (masih anget), termasuk...the most wanted game soundtrack ever, Romancing SaGa Minstrel Song! Itu adalah album musik game yang berisi aransemen ulang dari game Romancing SaGa (1993, aransemen ulang 2005) gubahan Kenji Ito, kental dengan nuansa orkestra dan musik dongeng. Kalau boleh gue bilang, itu salah satu soundtrack favorit gue tahun ini...!

Wah, kayaknya gue memang harus beli hard disk baru deh, soalnya hampir setiap minggu penyedia torrent musik game pasti memberikan soundtrack baru. Tapi yang terpenting, gue nggak pernah ngerasa sebahagia ini, karena di antara "soulmate," Princess adalah orang pertama yang membantu gue dalam hobby koleksi musik game ini, hobby yang boleh gue sebut dan samakan dengan jantung kehidupan gue...! Oh ya, dan ini salah satu contoh pemanfaatan fasilitas internet kantor, daripada dianggurin atau dipakai untuk download film porno, lebih baik kita manfaatkan untuk download soundtrack musik game, iya kan?

Thank you so much, Princess... *kiss* *hug*

Rama Says: 21:11 WIB

jum'at, 6 mei 2005

kehujanan

Hari ini gue pulang dari kantor tepat waktu, dan bus yang gue pakai adalah jurusan Bekasi (PATAS 132) dari terminal Lebak Bulus. Sebenarnya mungkin gue bisa sampai rumah sekitar 2 jam perjalanan, tapi hari ini jadi dua kali lipatnya. Pasalnya hujan deras yang sejak siang mengguyur Jakarta membuat jalan2 jadi macet dan daerah sekeliling rumah gue banjir. 2 jam lebih di bus, dan inilah yang terjadi ketika gue turun di pintu TOL Jati Bening...

"Hujan deras mengguyur, nggak ada kendaraan umum yang beroperasi, dan satu2nya alternatif adalah jalan kaki menuju rumah (1 jam)."

TIARA (kedinginan): Adu....uhhh.....

WAHITA: Ya ampun, hujannya deras sekali!

DARK AURORA (mengerahkan segenap tenaga untuk menyokong tubuh): Brengsek! Sialan! Gue jadi harus ngeluarin tenaga ekstra...!

AURORA: Menurut perhitunganku, Dark Aurora telah menggunakan tenaga maksimalnya hingga 96.99%. Kalau diteruskan, maka Rama akan kehabisan tenaga dalam hitungan 5 menit.

DARK AURORA: Omong kosong! Gue nggak akan pernah kalah hanya karena cuaca buruk seperti ini...!

WAHITA: Aw! Aduh Rama hampir terpeleset lagi! Aduh, cipratan air dari mobil tadi...!

TIARA (menggigil): Duuuuhhhh.....aku......su.....sudah.....tak kuat lagi... Aku de...mam...

DARK AURORA (mengaktifkan sokongan tenaga ke tubuh sampai ke titik maksimal): ...

WAHITA: Hmmm

AURORA: Aku menangkap adanya kesamaan pikiran antara kamu dan aku, Wahita... Tentang Dark Aurora...

WAHITA: Jadi, kau juga berpikir sama?

AURORA: Benar, ini tentang eksistensi Dark Aurora.

WAHITA: Mungkin banyak orang menilai kalau Dark Aurora adalah sisi paling jahat dari diri Rama, tapi...dialah yang selalu melindungi Rama, memberi sokongan tenaga terutama pada saat2 seperti ini.

AURORA: Bahkan analisis logisku tidak pernah menduga akan hal ini. Semua itu rahasia Allah, termasuk alasan kenapa kita ada. Itu juga, mungkin salah satu alasan kenapa Dark Aurora ada...

WAHITA: Mungkin memang sudah takdirnya seperti itu... Tanpa Dark Aurora mungkin Rama tak akan punya semangat seperti sekarang. Aku hanyalah eksistensi kedewasaan dan kebijaksanaan Rama, sementara kau Aurora, tak lebih dari bentuk kesadaran dari keahlian dan pikiran logis Rama yang hanya mampu berhitung dan melakukan analisa. Tiara sendiri hanyalah nama untuk rasa cinta, sayang, setia, rela berkorban, dan...ah apa lagi ya?

AURORA: Satu elemen lagi, air mata Rama...

WAHITA: Ah kau benar! Jadi menurutku, masing2 dari kita punya kelemahan dan kelebihan. Mungkin porsi negatif Dark Aurora lebih besar dan nampak jelas, namun tanpa adanya dia, kita tak akan sempurna.

AURORA: Maksudmu titik optimal Rama adalah ketika kita berempat bekerjasama?

WAHITA: Kau benar, atau yang terjadi akan seperti... ...Chie...

AURORA: Hmmm, Chie... Kesadaran itu... Kesadaran yang berdiri sendiri, menutup dingin dengan hangat...

WAHITA: Apa yang kau bicarakan, aku tak mengerti! Coba jelaskan...

AURORA: Chie, suatu bentuk kesadaran yang hampir mirip dengan kita berempat. Hanya saja, elemen2 sifat dalam dirinya masih belum mampu bekerjasama satu dengan yang lain. Itu yang aku tangkap dari analisaku.

WAHITA: Maksudmu, hilangnya rantai hubungan antara kesedihan, kemarahan, keceriaan, dan lain2nya itu? Mereka berdiri sendiri2, begitu maksudmu?

AURORA: Melalui bantuan Tiara, aku bisa merasakannya. Elemen kehangatan Chie bekerja lebih dominan, diberikan pada orang lain, namun hal itu dilakukan tanpa memperhatikan bahwa kehangatan itu tak hanya untuk orang lain, tapi juga dirinya.

WAHITA: Apa ini ada hubungannya dengan yang dilakukan Dark Aurora pada Chie?

AURORA: Benar, dan dari sini kita dapat melihat satu lagi sisi positif dari Dark Aurora. Meskipun ia hanya dapat mengungkapkan semuanya lewat kemarahannya, ia tak pernah melakukan itu tanpa sebab. Menurutku, ia melakukan itu karena ingin melindungi Chie, hanya saja caranya yang salah. Seharusnya Dark Aurora dapat memakai Tiara untuk mengimbangi kekuatannya, melihat hasil analisaku, dan memintamu bicara pada Chie.

WAHITA: Dengan kata lain, Chie hanya membuka satu elemen saja, dan Dark Aurora merasa khawatir? Hmmm, aku mengerti, tapi apa alasannya?

AURORA: Maaf Wahita, untuk menganalisa sampai sejauh itu dibutuhkan kode khusus, karena hatinya terproteksi, meskipun tidak diproteksi oleh sistem keamanan kata kunci "AAA" (baca "triple-A").

WAHITA: Kalau begitu itu bukan urusan kita. Kalau tak ada ijin, lebih baik kita tidak memaksakan.

AURORA: Ya, analisis logisku juga merespon demikian. Itu semua terserah Chie, tapi yang jelas, dengan adanya kita di sisinya, kesempurnaannya akan meningkat, setidaknya lebih meningkat, itu menurut perhitunganku.

TIARA (terkejut): Dark...Dark Aurora...!

DARK AURORA (lemah): ...tak apa2...

WAHITA: Ya ampun, Rama hampir kehilangan semua energinya. Aurora, bagaimana ini?

AURORA: Menurut perhitunganku, kalau kita berempat bersatu, Rama akan mampu bertahan sampai ke rumahnya. Selebihnya ia harus segera menghangatkan diri dan mengisi perutnya dengan makanan, atau Dark Aurora akan benar2 lenyap...

TIARA (menangis): Dark...Aurora...

DARK AURORA: (dalam hati: terima kasih teman2)... ...sudah jangan cerewet, AYO JALAN!!!

Rama Says: XX:XX WIB

SELASA, 3 MEI 2005

PANGERAN & PUTRI

I can't say anything... Really... Happy...

Rama Says: 23:11 WIB

 

DARI LIPUTAN HARDIKNAS

Mungkin ini adalah salah satu pengalaman "terdahsyat" sepanjang sejarahnya gue jadi jurnalis, pasalnya hari ini (2 Mei 2005), gue berkesempatan meliput perayaan peringatan hari pendidikan nasional (HARDIKNAS) di SLB/A Lebak Bulus (My childtown). Apa sih yang menarik? Selain gue berkesempatan melihat mantan sekolah gue di-make up total, gue juga bertemu dengan orang2 penting negeri ini, termasuk pak presiden kita, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sejak pagi (jam 7) gue udah standby disana, berdiri dan berdiri terus... Wuah, kalo dipikirin mungkin capeknya setengah mati, tapi karena disana gue ditemani puluhan wartawan yang asyik dan selalu ngajak ngobrol, rasa lapar akibat kurang sarapan dan pegal karena harus mematung bak pagar betis itu terlupakan (selain ada sokongan energi dari sang putri).

Lalu, bagaimana keadaan lingkungan? Ramai, sorak sorai, megah dan gemerlap! Umbul2 dan hiasan2 dimana-mana, semua jalan yang mengarah ke area SLB/A dipagari oleh ratusan siswa-siswi (pagar betis/ayu) yang berbaris sambil menggenggam bendera kebangsaan Indonesia. Tepat di pintu masuk SLB, pagelaran Reok Ponorogo telah siap menyambut hadirnya pak presiden beserta menteri pendidikan nasional dengan berbagai atraksi khas mereka.

Setelah menanti lebih dari 4 jam, akhirnya tamu kehormatan pun tiba. Pak SBY disambut oleh ribuan siswa-siswi dari SD hingga SMA yang sudah bersorak-sorai jauh sebelum mobil pak presiden datang. Selanjutnya, semua tamu undangan langsung menuju ke tempat upacara, sebuah lapangan gersang yang biasanya gue pakai untuk main bola bareng2 sama anak2 asrama (sekitar 10 tahun yang lalu), yang sekarang disulap jadi panggung tertutup yang megah dan sejuk.

Setelah memberikan sambutan dan menyerahkan beasiswa/penghargaan pada siswa/mahasiswa/guru/pejabat teladan, SBY berkenan meninjau pameran dinamis dan statis yang menampilkan karya2 penyandang cacat. Oh ya, ada pertunjukan seni juga lho, yang kesemuanya dibawakan oleh LB Band alias Luar Biasa Band, satu di antaranya bahkan mampu bermain keyboard dengan kaki!



What's next? Sederhana aja, cuma salaman sama SBY, wawancara dengan MENDIKNAS, Pak Bambang Sudibyo, dan foto bareng Pak Gubernur Sutiyoso...nggak ada yang istimewa kan, hehehe?

Rama Says: XX:XX WIB

minggu, 1 mei 2005

sailing to the world

AURORA (memeriksa detektor, terkejut): Aku menangkap adanya pertemuan dua gelombang hati, makin lama makin terasa... Wahita, Tiara, Dark Aurora! Kalian dengar aku!?

WAHITA: Jelas sekali! Ada apa sih!?

TIARA (tersenyum): Ada apa?

DARK AURORA: ...

AURORA (melakukan scanning): Teman2, menurut hasil deteksiku, sepertinya Tiara harus segera menggunakan 100% kekuatannya. Rama dan dia sedang berusaha menyatukan perasaan mereka.

WAHITA: Wah? Maksudmu?

AURORA: Benar, kejadian yang merupakan saat2 bahagia yang mungkin jarang sekali terjadi dalam kisah kehidupan Rama. Maksudku, ketika perasaan Rama dan dia bertemu...

TIARA (tersenyum): Aku......bisa merasakannya...... Aku merasakan adanya aliran hangat dari Rama dan dia...

WAHITA: Wah hebat! Fantastis! Jadi, benar kejadian ini akan kembali terulang!?

AURORA: Benar teman2, oleh karenanya, marilah kita bersiap!

WAHITA: Tak masalah! Akan kutransfer semua kekuatanku pada Tiara agar dia dapat mengendalikan kesadaran Rama secara utuh, dan dia akan jadi sangat lembut dan penuh kasih sayang... Ayo lakukan!

AURORA: Tahan! Jangan transfer semua kekuatan kalian! Jika Wahita mentransfer semua sifat riang, pikiran positif progresif dan kebijaksanaannya, lalu aku sendiri menonaktifkan seluruh keahlian dan pola pikir logis Rama, ditambah Dark Aurora yang mematikan kontrol kekuatan fisik Rama, dia bisa lepas kontrol! Menurut perhitungan matematisku, akan lebih baik bila kita bertiga menurunkan kekuatan ke titik 5%, sehingga Tiara hanya dapat menaikkan kekuatannya hingga batas 85%.

WAHITA: Lho kok?

AURORA: Wahita, Rama tak akan bisa bicara tanpa adanya kesadaran kamu, dia juga tak dapat berpikir logis tanpa adanya aku. Dengan tenaga Dark Aurora yang 5% dapat dipakai Rama untuk mempertahankan kondisi tubuhnya agar tetap stabil. Coba bayangkan kalau Tiara memakai 100% kekuatannya dalam keadaan seperti ini, bisa2 tidak hanya dia, tapi Rama juga terancam emosional, menangis atau histeris, dan tak mampu berbuat apa2.

WAHITA: Kau benar! Aku mengerti sekarang...

TIARA (menitikkan air mata): Aku merasa sangat bahagia dan telah lama mendambakan saat2 seperti ini... Aku ingin Rama bahagia...

DARK AURORA: Meskipun aku benci mengakuinya, tapi sepertinya aku memang harus beristirahat. Tiara, akan kunonaktifkan kekuatanku ke titik 5%, ambillah...

AURORA: Bagus! Ayo kita lakukan!!!

WAHITA: Semangat!!!

DARK AURORA: ...

TIARA: Aku siap...!

Rama Says: XX:XX WIB

kopdar di rumah mbak syari

"Dunggendanggendunggendanggendung!"

OK deh semua, ini adalah catatan yang gue ambil dari penghujung bulan April 2005 dimana gue dan rekan2 "Magelang" (salah satu mailing list di Yahoo) mengadakan KOPDAR alias Kopi Darat, untuk gue ini yang kedua. Lho, trus mana yang pertama? Ehehe, karena terlalu pribadi sifatnya, gue nggak bisa cerita disini. KOPDAR kali ini adalah berkunjungnya gue dan Nanda ke rumah Mbak Syafaatus Syarifah, salah satu "tetua" di perkumpulan ini yang sudah berkeluarga (makanya tadi di atas dikutipkan suara tabuh2an gendang, untuk menyambut bunda si kepala suku).

Gue dan Nanda sampai di rumah si mbak (Depok) hari Sabtu sore (30 April), dan setelah menyergap makanan ringan yang menyapa, semuanya berjalan tanpa ada basa-basi lagi. Bersama Mbak Syari yang akrab dipanggil Bunda Mirza (her son's name), dan ditemani adik laki2nya (I prefer calling him Om Sapi), gue dan Nanda asyik bercanda dan tukar pengalaman. Dalam hal ini, gue kembali demonstrasi JAWS dan pengoperasian komputer, which I believe, it was the 100 times or more than that, dan gue tetep seneng melakukannya. Oh ya, kita juga ditemani suami Mbak Syari, yang gue lebih senang panggil Si Om, beliau ini bekerja di salah satu kantor di Jakarta (IT).

Malam semakin larut, tapi obrolan kita tambah asyik. Nggak cuma ngomongin soal komputer atau becanda sama Mirza yang kayaknya seneng deket2 sama gue (lupa jepret fotonya), kita juga ngobrol soal lain, seperti pengalaman pribadi atau bahkan masalah seksual. Gue juga berkenan memberikan "free service" pijat refleksi untuk Nanda, Om Sapi dan Mbak Syari. Well, although I am not good at it, I think it works... Tahu begitu gue bisa konfirmasi dulu sama temen2 gue yang berprofesi jadi tukang pijat, berapa kira2 tarif yang harus dikenakan, hehehe!

Keesokan harinya, kita pergi jalan2 ke Bogor dan makan siang di salah satu restoran milik teman Mbak Syari. Wah, makanannya enak, dan rasanya kapan2 gue mau lagi balik kesana. Yang gue kasih poin lebih tuh jus buahnya, enak banget! Gue sampai ngilangin rasa malu dengan minta dua gelas jus sekaligus...!

Secara keseluruhan, KOPDAR kedua ini benar2 mengasyikkan. Gue sendiri bisa refresh pikiran gue dan setidaknya bisa lebih rileks. Sayang, Mbak Richie nggak bisa ikut. Kalau ada dia, pasti keadaan jadi tambah "giling." But we did SMS her, never forget, brought my new sister Sinta online...!

"Bunda Mirza, kapan2 kita main lagi ya!"
 

Rama Says: 23:11 WIB