MINGGU, 29 MEI 2005
DARI ACARA SUNDAY MORNING GATHERING
"Luar biasa!!! Then again, it was one of the greatest moment
this year..."
Sunday Morning Gathering (SMG), acara sosialisasi bagi tunanetra
yang sudah dipersiapkan teman2 dari YMN selama hampir setengah
tahun ini berjalan sukses! Well, pagi itu, Parkir Timur Senayan
benar2 dibikin heboh oleh aksi tunanetra yang unjuk kebolehan
disana. Yang paling seru lagi karena acara ini dimeriahkan
dengan hadirnya Kia & Tia AFI!!!
Persiapan sudah mulai terasa sejak dua minggu terakhir. Semua
panitia praktis kurang istirahat, termasuk gue yang bertugas
sebagai pembuat musik dan seksi pameran (komputer). Puncak dari
persiapan itu adalah tanggal 28 Mei, ketika semua anggota
panitia nyaris nggak tidur (Including Princess and I).
Akhirnya segalanya rampung tepat hari Minggu dini hari. Setelah
mandi dan berbenah, rekan2 panitia yang nginep di kantor YMN
segera berangkat menuju parkir timur Senayan dengan menggunakan
2 buah bus yang telah disewa. Sambil menikmati sarapan roti dan
segelas Aqua, kita saling berbincang dan bercanda, suasana
"exciting" menyelimuti atmosfer pagi itu...
Akhirnya tepat pukul 05:30 WIB, rombongan tiba di lokasi.
Panggung acara dan stand pameran sudah berdiri dengan megah, dan
kemegahan itu mulai terasa menggelegar ketika grup Marching Band
tunanetra mulai beraksi. Kemegahan itu juga dihiasi keceriaan
manakala relawan2 dari mailing list Magelang (Mbak Chie dan Mbak
Prili) juga hadir disana, ngumpul bareng Princess dan rekan2
relawan yang lain.
Untuk pelaksanaan acara gue mungkin nggak cerita detail karena
udah banyak media yang memuatnya, yang jelas acaranya keren
banget! Banyak pengunjung yang antusias mengerumuni setiap
bagian acara.
Di panggung, acara senam pagi dan teater mendapat perhatian
banyak pengunjung, sebagian besar dari mereka langsung
berkerumun menyaksikan aksi rekan2 di pentas yang mengetengahkan
drama seputar kehidupan tunanetra. Ada juga lomba2 untuk
pengunjung, dan yang pasti...live show dari Kia dan Tia!
Kebayang nggak sih? Temen2 tunanetra begitu ceria dan dapet
kesempatan foto and singing bareng sama mereka! Damme to mbak
Fifi yang udah sempet wawancara dan foto bareng mereka berdua,
hehehe *smile*.
Stand pameran juga nggak kalah kebanjiran pengunjung. Selain itu,
media massa dan elektronik juga lebih memfokuskan bidikannya ke
stand pameran. Let say, rata2 mereka malu2 dan cuma berani
berdiri dan memandang saja, mungkin kalimat "kok bisa ya"
berkecamuk dan membuat mereka kaku. So, gue dan rekan2 di
pameran yang akhirnya ambil inisiatif untuk mendatangi mereka,
baru deh pada nyerbu stand kami. Untuk memancing perhatian, gue
sengaja memasang video game animasi untuk dan demonstrasi
operasional komputer, sementara temen2 panitia pameran yang lain
mendemonstrasikan peralatan bantu tunanetra dan olahraga khusus
tunanetra...
Pada kesempatan itu, beberapa tunanetra yang berprestasi juga
mendapat kesempatan naik ke atas panggung dan menyampaikan
pendapat mereka, termasuk impian dan harapannya...
Acara berakhir tepat tengah hari (hebat, lebih 2 jam dari target
semula) dan... "WE ARE ALL HAPPY!!!" Makasih buat semuanya!!!
Makasih buat YMN, rekan2 tim sukses (tunanetra), dan relawan
yang sudah menyukseskan acara ini! Special thanks goes to
visitors, mungkin ini adalah untuk pertama kalinya kalian
menyaksikan kami, so...please tell the others about us, tentang
keberadaan tunanetra yang juga bisa tampil hebat dan kuat!!!
PS: Supreme thanks goes to Princess for lending me her room to
take a nap... It was very nice to have my energy regained
there...
Rama Says: 23:19 WIB
minggu, 15 mei 2005
SEHARI SETENGAH BERSAMA PRINCESS
Ehehe, gue khawatir pembaca cepet bosen
kalo gue nulis tentang hal ini, dan gue juga nggak mau "publish"
terlalu banyak. Yang jelas, I spent the whole day with Princess,
and it was one of those great days this year. Saking senengnya,
gue sampe bingung gimana mengungkapkannya... Udah, gitu aja deh...!
Or perhaps, you could go to
Princess'
blog, she probably wrote something about this...
Rama Says: 23:19 WIB
sabtu, 14 mei 2005
V3'S BIRTHDAY
-May 14th, V3's birthday-
"Moshi moshi!"
Yahooooooo!!!!!! Wah senengnya...! Setelah sekian lama berpisah,
akhirnya hari ini gue kembali merasakan atmosfer "Jepang"
kembali di sekeliling gue! How could it be? Karena hari ini
adalah perayaan ulang tahun salah satu sahabat gue (or may I
say, "gamemate"), Fitri. Lalu, apa yang dilakukan cewek yang
menempatkan "PlayStation2" sebagai santapan utamanya itu? Dia
mengundang semua rekan2nya (most of them are my friends either)
yang rata2 suka anime dan game! Kita semua ngumpul di rumah V3
yang terletak di daerah Lebak Bulus JAKARTA SELATAN.
"Ada download torrent musik game baru!" "Ada Valkyrie versi
chibi di Star Ocean 3!" "Siapa yang pantes nerima kekuatan dari
Satsune!?" "Bagaimana kesadaran elo, udah direparasi?" ... Those
are only a few examples of "Japan-ish" items we spoke that
day... Kita ngomongin anime (animasi Jepang) dan game sepanjang
hari, dan seperti biasa, kita merasa seperti ada di dunia lain,
bicara dengan level intelejensia di atas orang2 normal. Hehehe,
itu ungkapan yang kita pakai, karena wajar deh, kalau orang non
penggemar anime & game pasti bakal pusing tujuh keliling delapan
tikungan sembilan tanjakan waktu denger obrolan kita.
Selain V3, di hari ini, gue juga berkesempatan ketemu lagi sama
Gia, si cewek tomboy yang tidak mengharapkan dirinya jadi
tomboy, gamer sejati yang juga senior gue di majalah Hot Game (Gramedia).
Ada juga Lola & Maya, rekan baik V3 yang doyan musik game dan
koleksi anime. Tentu saja nggak ketinggalan, Angeline, bidadari
musik game yang pernah dapet predikat "Tiara of Music" dari gue
lantaran dia pernah memasok soundtrack game buat gue sampai 10GB
lebih. Well, and the boys were also involved into serious
conversation with me, kita lebih banyak ngebahas tentang situs2
penyedia torrent anime & game Jepang.
Oh ya, hari ini V3 juga menyerahkan kaset rekaman dialog dari
game Xenosaga Episode 2 (English) yang gue minta. Hmmm, meskipun
gue rada kecewa karena dubber-nya nggak sebagus episode
pertamanya, gue tetap "excited," karena setelah setahun berlalu
sejak gue tergila-gila dengan Xenosaga episode 1, sekarang gue
bisa kembali menikmati cerita super misterius itu. Gotta tell ya
after listening to it!
Kita semua benar2 "ramai" siang itu, menghabiskan nasi lontong
dan kue tart super enak yang disediakan V3. Telling you, it was
very very great moment, too bad that I had to leave sooner...
V3, makasih banyak ya! Makasih banyak karena siang ini elo udah
menyediakan istana elo untuk membuka "dunia kita" yang sudah
lama tak pernah terbuka... I am looking forward to having exact
ceremony like this someday...
Rama Says: 12:55 WIB
MINGGU, 8 MEI 2005
minggu bersama princess
Tenang, nyaman, romantis... Itulah atmosfer yang gue rasakan
siang ini ketika "Princess" berkunjung ke rumah gue. Alunan
musik game yang lembut (piano), suasana minggu siang yang hening,
dan intonasi bicara kami yang nyaris berbisik membuat siang ini
jadi tambah syahdu. Hmmm, meskipun gue harus meredam kebiasaan
melonjak gembira kalau baru dapet soundtrack game baru (apalagi
yang diincar), pasalnya gue harus jaga image di hadapan
Princess, masak sih pangerannya jingkrak2 gitu? Nggak berwibawa
donk ah! Well, setidaknya perasaan itu tetap dapat melonjak di
dalam hati, karena siang ini Princess membawakan download musik
game yang gue minta (dalam CD, format MP3). Telling you guys, it
is one of the BIGGEST gifts I have so far, soalnya memang selama
ini blon pernah ada "soulmate" gue yang mau membantu soal musik
game, walaupun pada kenyataannya Princess hanya men-download,
but it was more than enough...
Hmmm, sempet rada ngerasa nggak enak juga sih waktu tau kalau
Princess dateng telat, seharusnya dia kasih tau temannya kalau
dia udah janji mau ke rumah gue, and moreover...kalau saja
Princess dateng lebih cepat, mungkin kita udah jalan2 ke Bogor
buat makan siang. Satu hal, kayaknya Princess itu rada susah
dibilangin, dan itu sempet bikin gue nggak enak banget... *jewer
kuping Princess*
Malamnya, gue dan ORTU "having dinner" dan nganterin Princess
balik ke tempat kostnya di daerah Senen. Hi, you have such nice
room, Princess *big hug*...
Rama Says: 21:21 WIB
download torrent? siapa takut?
Download soundtrack game via torrent? Siapa takut!? Lewat
bantuan Princess, sekarang gue siap "up-to-date" dengan
soundtrack game terbaru, satu hal yang susah banget gue lakukan
dengan download torrent lewat koneksi internet kantor yang bukan
"kelas kakap" alias biasa2 aja. Biasanya, gue baru bisa
menyelesaikan download soundtrack game sebesar 600MB sekitar 3
minggu, tapi lewat koneksi internet Princess, hal itu bisa
diselesaikan hanya dalam sehari...! *jadi pengen pindah kerja ke
kantor Princess*
Lewat tangan Princess-lah, gue berhasil mendapatkan beberapa
soundtrack game terbaru yang rilis bulan April 2005 (masih anget),
termasuk...the most wanted game soundtrack ever, Romancing SaGa
Minstrel Song! Itu adalah album musik game yang berisi aransemen
ulang dari game Romancing SaGa (1993, aransemen ulang 2005)
gubahan Kenji Ito, kental dengan nuansa orkestra dan musik
dongeng. Kalau boleh gue bilang, itu salah satu soundtrack
favorit gue tahun ini...!
Wah, kayaknya gue memang harus beli hard disk baru deh, soalnya
hampir setiap minggu penyedia torrent musik game pasti
memberikan soundtrack baru. Tapi yang terpenting, gue nggak
pernah ngerasa sebahagia ini, karena di antara "soulmate,"
Princess adalah orang pertama yang membantu gue dalam hobby
koleksi musik game ini, hobby yang boleh gue sebut dan samakan
dengan jantung kehidupan gue...! Oh ya, dan ini salah satu
contoh pemanfaatan fasilitas internet kantor, daripada
dianggurin atau dipakai untuk download film porno, lebih baik
kita manfaatkan untuk download soundtrack musik game, iya kan?
Thank you so much, Princess... *kiss* *hug*
Rama Says: 21:11 WIB
jum'at, 6 mei 2005
kehujanan
Hari ini gue pulang dari kantor tepat waktu, dan bus yang gue
pakai adalah jurusan Bekasi (PATAS 132) dari terminal Lebak
Bulus. Sebenarnya mungkin gue bisa sampai rumah sekitar 2 jam
perjalanan, tapi hari ini jadi dua kali lipatnya. Pasalnya hujan
deras yang sejak siang mengguyur Jakarta membuat jalan2 jadi
macet dan daerah sekeliling rumah gue banjir. 2 jam lebih di
bus, dan inilah yang terjadi ketika gue turun di pintu TOL Jati
Bening...
"Hujan deras mengguyur, nggak ada kendaraan umum yang beroperasi,
dan satu2nya alternatif adalah jalan kaki menuju rumah (1 jam)."
TIARA (kedinginan): Adu....uhhh.....
WAHITA: Ya ampun, hujannya deras sekali!
DARK AURORA (mengerahkan segenap tenaga untuk menyokong tubuh):
Brengsek! Sialan! Gue jadi harus ngeluarin tenaga ekstra...!
AURORA: Menurut perhitunganku, Dark Aurora telah menggunakan
tenaga maksimalnya hingga 96.99%. Kalau diteruskan, maka Rama
akan kehabisan tenaga dalam hitungan 5 menit.
DARK AURORA: Omong kosong! Gue nggak akan pernah kalah hanya
karena cuaca buruk seperti ini...!
WAHITA: Aw! Aduh Rama hampir terpeleset lagi! Aduh, cipratan air
dari mobil tadi...!
TIARA (menggigil): Duuuuhhhh.....aku......su.....sudah.....tak
kuat lagi... Aku de...mam...
DARK AURORA (mengaktifkan sokongan tenaga ke tubuh sampai ke
titik maksimal): ...
WAHITA: Hmmm
AURORA: Aku menangkap adanya kesamaan pikiran antara kamu dan
aku, Wahita... Tentang Dark Aurora...
WAHITA: Jadi, kau juga berpikir sama?
AURORA: Benar, ini tentang eksistensi Dark Aurora.
WAHITA: Mungkin banyak orang menilai kalau Dark Aurora adalah
sisi paling jahat dari diri Rama, tapi...dialah yang selalu
melindungi Rama, memberi sokongan tenaga terutama pada saat2
seperti ini.
AURORA: Bahkan analisis logisku tidak pernah menduga akan hal
ini. Semua itu rahasia Allah, termasuk alasan kenapa kita ada.
Itu juga, mungkin salah satu alasan kenapa Dark Aurora ada...
WAHITA: Mungkin memang sudah takdirnya seperti itu... Tanpa Dark
Aurora mungkin Rama tak akan punya semangat seperti sekarang.
Aku hanyalah eksistensi kedewasaan dan kebijaksanaan Rama,
sementara kau Aurora, tak lebih dari bentuk kesadaran dari
keahlian dan pikiran logis Rama yang hanya mampu berhitung dan
melakukan analisa. Tiara sendiri hanyalah nama untuk rasa cinta,
sayang, setia, rela berkorban, dan...ah apa lagi ya?
AURORA: Satu elemen lagi, air mata Rama...
WAHITA: Ah kau benar! Jadi menurutku, masing2 dari kita punya
kelemahan dan kelebihan. Mungkin porsi negatif Dark Aurora lebih
besar dan nampak jelas, namun tanpa adanya dia, kita tak akan
sempurna.
AURORA: Maksudmu titik optimal Rama adalah ketika kita berempat
bekerjasama?
WAHITA: Kau benar, atau yang terjadi akan seperti... ...Chie...
AURORA: Hmmm, Chie... Kesadaran itu... Kesadaran yang berdiri
sendiri, menutup dingin dengan hangat...
WAHITA: Apa yang kau bicarakan, aku tak mengerti! Coba jelaskan...
AURORA: Chie, suatu bentuk kesadaran yang hampir mirip dengan
kita berempat. Hanya saja, elemen2 sifat dalam dirinya masih
belum mampu bekerjasama satu dengan yang lain. Itu yang aku
tangkap dari analisaku.
WAHITA: Maksudmu, hilangnya rantai hubungan antara kesedihan,
kemarahan, keceriaan, dan lain2nya itu? Mereka berdiri sendiri2,
begitu maksudmu?
AURORA: Melalui bantuan Tiara, aku bisa merasakannya. Elemen
kehangatan Chie bekerja lebih dominan, diberikan pada orang
lain, namun hal itu dilakukan tanpa memperhatikan bahwa
kehangatan itu tak hanya untuk orang lain, tapi juga dirinya.
WAHITA: Apa ini ada hubungannya dengan yang dilakukan Dark
Aurora pada Chie?
AURORA: Benar, dan dari sini kita dapat melihat satu lagi sisi
positif dari Dark Aurora. Meskipun ia hanya dapat mengungkapkan
semuanya lewat kemarahannya, ia tak pernah melakukan itu tanpa
sebab. Menurutku, ia melakukan itu karena ingin melindungi Chie,
hanya saja caranya yang salah. Seharusnya Dark Aurora dapat
memakai Tiara untuk mengimbangi kekuatannya, melihat hasil
analisaku, dan memintamu bicara pada Chie.
WAHITA: Dengan kata lain, Chie hanya membuka satu elemen saja,
dan Dark Aurora merasa khawatir? Hmmm, aku mengerti, tapi apa
alasannya?
AURORA: Maaf Wahita, untuk menganalisa sampai sejauh itu
dibutuhkan kode khusus, karena hatinya terproteksi, meskipun
tidak diproteksi oleh sistem keamanan kata kunci "AAA" (baca
"triple-A").
WAHITA: Kalau begitu itu bukan urusan kita. Kalau tak ada ijin,
lebih baik kita tidak memaksakan.
AURORA: Ya, analisis logisku juga merespon demikian. Itu semua
terserah Chie, tapi yang jelas, dengan adanya kita di sisinya,
kesempurnaannya akan meningkat, setidaknya lebih meningkat, itu
menurut perhitunganku.
TIARA (terkejut): Dark...Dark Aurora...!
DARK AURORA (lemah): ...tak apa2...
WAHITA: Ya ampun, Rama hampir kehilangan semua energinya.
Aurora, bagaimana ini?
AURORA: Menurut perhitunganku, kalau kita berempat bersatu, Rama
akan mampu bertahan sampai ke rumahnya. Selebihnya ia harus
segera menghangatkan diri dan mengisi perutnya dengan makanan,
atau Dark Aurora akan benar2 lenyap...
TIARA (menangis): Dark...Aurora...
DARK AURORA: (dalam hati: terima kasih teman2)... ...sudah
jangan cerewet, AYO JALAN!!!
Rama Says: XX:XX WIB
SELASA, 3 MEI 2005
DARI LIPUTAN HARDIKNAS

Mungkin ini adalah salah satu pengalaman "terdahsyat" sepanjang
sejarahnya gue jadi jurnalis, pasalnya hari ini (2 Mei 2005),
gue berkesempatan meliput perayaan peringatan hari pendidikan
nasional (HARDIKNAS) di SLB/A Lebak Bulus (My childtown). Apa
sih yang menarik? Selain gue berkesempatan melihat mantan
sekolah gue di-make up total, gue juga bertemu dengan orang2
penting negeri ini, termasuk pak presiden kita, Susilo Bambang
Yudhoyono.
Sejak pagi (jam 7) gue udah standby disana, berdiri dan berdiri
terus... Wuah, kalo dipikirin mungkin capeknya setengah mati,
tapi karena disana gue ditemani puluhan wartawan yang asyik dan
selalu ngajak ngobrol, rasa lapar akibat kurang sarapan dan
pegal karena harus mematung bak pagar betis itu terlupakan (selain
ada sokongan energi dari sang putri).
Lalu, bagaimana keadaan lingkungan? Ramai, sorak sorai, megah
dan gemerlap! Umbul2 dan hiasan2 dimana-mana, semua jalan yang
mengarah ke area SLB/A dipagari oleh ratusan siswa-siswi (pagar
betis/ayu) yang berbaris sambil menggenggam bendera kebangsaan
Indonesia. Tepat di pintu masuk SLB, pagelaran Reok Ponorogo
telah siap menyambut hadirnya pak presiden beserta menteri
pendidikan nasional dengan berbagai atraksi khas mereka.
Setelah menanti lebih dari 4 jam, akhirnya tamu kehormatan pun
tiba. Pak SBY disambut oleh ribuan siswa-siswi dari SD hingga
SMA yang sudah bersorak-sorai jauh sebelum mobil pak presiden
datang. Selanjutnya, semua tamu undangan langsung menuju ke
tempat upacara, sebuah lapangan gersang yang biasanya gue pakai
untuk main bola bareng2 sama anak2 asrama (sekitar 10 tahun yang
lalu), yang sekarang disulap jadi panggung tertutup yang megah
dan sejuk.
Setelah memberikan sambutan dan menyerahkan beasiswa/penghargaan
pada siswa/mahasiswa/guru/pejabat teladan, SBY berkenan meninjau
pameran dinamis dan statis yang menampilkan karya2 penyandang
cacat. Oh ya, ada pertunjukan seni juga lho, yang kesemuanya
dibawakan oleh LB Band alias Luar Biasa Band, satu di antaranya
bahkan mampu bermain keyboard dengan kaki!

What's next? Sederhana aja, cuma salaman sama SBY, wawancara
dengan MENDIKNAS, Pak Bambang Sudibyo, dan foto bareng Pak
Gubernur Sutiyoso...nggak ada yang istimewa kan, hehehe?
Rama Says: XX:XX WIB
minggu, 1 mei 2005
sailing to the world
AURORA (memeriksa detektor, terkejut): Aku menangkap adanya
pertemuan dua gelombang hati, makin lama makin terasa... Wahita,
Tiara, Dark Aurora! Kalian dengar aku!?
WAHITA: Jelas sekali! Ada apa sih!?
TIARA (tersenyum): Ada apa?
DARK AURORA: ...
AURORA (melakukan scanning): Teman2, menurut hasil deteksiku,
sepertinya Tiara harus segera menggunakan 100% kekuatannya. Rama dan
dia sedang berusaha menyatukan perasaan mereka.
WAHITA: Wah? Maksudmu?
AURORA: Benar, kejadian yang merupakan saat2 bahagia yang mungkin
jarang sekali terjadi dalam kisah kehidupan Rama. Maksudku, ketika
perasaan Rama dan dia bertemu...
TIARA (tersenyum): Aku......bisa merasakannya...... Aku merasakan
adanya aliran hangat dari Rama dan dia...
WAHITA: Wah hebat! Fantastis! Jadi, benar kejadian ini akan kembali
terulang!?
AURORA: Benar teman2, oleh karenanya, marilah kita bersiap!
WAHITA: Tak masalah! Akan kutransfer semua kekuatanku pada Tiara
agar dia dapat mengendalikan kesadaran Rama secara utuh, dan dia
akan jadi sangat lembut dan penuh kasih sayang... Ayo lakukan!
AURORA: Tahan! Jangan transfer semua kekuatan kalian! Jika Wahita
mentransfer semua sifat riang, pikiran positif progresif dan
kebijaksanaannya, lalu aku sendiri menonaktifkan seluruh keahlian
dan pola pikir logis Rama, ditambah Dark Aurora yang mematikan
kontrol kekuatan fisik Rama, dia bisa lepas kontrol! Menurut
perhitungan matematisku, akan lebih baik bila kita bertiga
menurunkan kekuatan ke titik 5%, sehingga Tiara hanya dapat
menaikkan kekuatannya hingga batas 85%.
WAHITA: Lho kok?
AURORA: Wahita, Rama tak akan bisa bicara tanpa adanya kesadaran
kamu, dia juga tak dapat berpikir logis tanpa adanya aku. Dengan
tenaga Dark Aurora yang 5% dapat dipakai Rama untuk mempertahankan
kondisi tubuhnya agar tetap stabil. Coba bayangkan kalau Tiara
memakai 100% kekuatannya dalam keadaan seperti ini, bisa2 tidak
hanya dia, tapi Rama juga terancam emosional, menangis atau histeris,
dan tak mampu berbuat apa2.
WAHITA: Kau benar! Aku mengerti sekarang...
TIARA (menitikkan air mata): Aku merasa sangat bahagia dan telah
lama mendambakan saat2 seperti ini... Aku ingin Rama bahagia...
DARK AURORA: Meskipun aku benci mengakuinya, tapi sepertinya aku
memang harus beristirahat. Tiara, akan kunonaktifkan kekuatanku ke
titik 5%, ambillah...
AURORA: Bagus! Ayo kita lakukan!!!
WAHITA: Semangat!!!
DARK AURORA: ...
TIARA: Aku siap...!
Rama Says: XX:XX WIB
kopdar di rumah mbak syari
"Dunggendanggendunggendanggendung!"
OK deh semua, ini adalah catatan yang gue ambil dari penghujung
bulan April 2005 dimana gue dan rekan2 "Magelang" (salah satu
mailing list di Yahoo) mengadakan KOPDAR alias Kopi Darat, untuk
gue ini yang kedua. Lho, trus mana yang pertama? Ehehe, karena
terlalu pribadi sifatnya, gue nggak bisa cerita disini. KOPDAR
kali ini adalah berkunjungnya gue dan Nanda ke rumah Mbak
Syafaatus Syarifah, salah satu "tetua" di perkumpulan ini yang
sudah berkeluarga (makanya tadi di atas dikutipkan suara
tabuh2an gendang, untuk menyambut bunda si kepala suku).
Gue dan Nanda sampai di rumah si mbak (Depok) hari Sabtu sore
(30 April), dan setelah menyergap makanan ringan yang menyapa,
semuanya berjalan tanpa ada basa-basi lagi. Bersama Mbak Syari
yang akrab dipanggil Bunda Mirza (her son's name), dan ditemani
adik laki2nya (I prefer calling him Om Sapi), gue dan Nanda
asyik bercanda dan tukar pengalaman. Dalam hal ini, gue kembali
demonstrasi JAWS dan pengoperasian komputer, which I believe, it
was the 100 times or more than that, dan gue tetep seneng
melakukannya. Oh ya, kita juga ditemani suami Mbak Syari, yang
gue lebih senang panggil Si Om, beliau ini bekerja di salah satu
kantor di Jakarta (IT).
Malam semakin larut, tapi obrolan kita tambah asyik. Nggak cuma
ngomongin soal komputer atau becanda sama Mirza yang kayaknya
seneng deket2 sama gue (lupa jepret fotonya), kita juga ngobrol
soal lain, seperti pengalaman pribadi atau bahkan masalah
seksual. Gue juga berkenan memberikan "free service" pijat
refleksi untuk Nanda, Om Sapi dan Mbak Syari. Well, although I
am not good at it, I think it works... Tahu begitu gue bisa
konfirmasi dulu sama temen2 gue yang berprofesi jadi tukang
pijat, berapa kira2 tarif yang harus dikenakan, hehehe!
Keesokan harinya, kita pergi jalan2 ke Bogor dan makan siang di
salah satu restoran milik teman Mbak Syari. Wah, makanannya enak,
dan rasanya kapan2 gue mau lagi balik kesana. Yang gue kasih
poin lebih tuh jus buahnya, enak banget! Gue sampai ngilangin
rasa malu dengan minta dua gelas jus sekaligus...!
Secara keseluruhan, KOPDAR kedua ini benar2 mengasyikkan. Gue
sendiri bisa refresh pikiran gue dan setidaknya bisa lebih
rileks. Sayang, Mbak Richie nggak bisa ikut. Kalau ada dia,
pasti keadaan jadi tambah "giling." But we did SMS her, never
forget, brought my new sister Sinta online...!
"Bunda Mirza, kapan2 kita main lagi ya!"
Rama Says: 23:11 WIB