senin, 29 agustus 2005

FK-BLOGSPOT

Aurora (membuka situs): Apa!? Tak mungkin...!
Wahita: ...namanya tercantum disitu!
Tiara (menangis): Rama... ... ...
Dark Aurora: Brengsek!!! Bedebah, setan alas...!
Wahita: Ini, ini fitnah...!
Aurora: IP Adress pelakunya sama2 dari Jakarta.
Wahita: Bahasa inggris si pelaku hampir sama dengan Rama!
Aurora: Grammar rapi, tata bahasa novel...
Tiara (menangis): Siapa...siapa yang tega melakukan itu...?
Aurora: Entahlah. Sayang sekali, aku tak punya data IP Adress ini.
Dark Aurora (marah): Orang itu...bangsat!!!
Wahita: Tahan, Dark Aurora! Kita lihat dulu perkembangannya!
Aurora: Ya, sebaiknya begitu...
Dark Aurora: *even though this is only to fake things, hahahahaha!*

Rama Says: 09:27 WIB

minggu, 28 agustus 2005

allah & aku

Subhanallah... Kiranya seperti ini rasanya berjuang mempertahankan diri dari godaan iblis, berusaha untuk tetap berjalan di jalan Allah... Sulit...benar2 sulit... Setiap kali aku memikirkan akan dosa2ku, yang mungkin begitu mudah aku lakukan, ketika itu pula (dalam do'aku), hatiku seperti teriris-iris... "Kenapa aku begitu mudah tergoda, kenapa aku begitu lemah?" Pertanyaan2 itu selalu menggayut, membuat dadaku terasa sesak...

Waktu2 terakhir ini, kurasa adalah ujian yang diberikan Allah, salah satu ujian yang kupikir termasuk yang cukup berat dalam hidupku. Tak sanggup rasanya untuk bercerita tentang semuanya, karena semuanya begitu berat untuk kupikul... Tidak, terlalu keterlaluan rasanya kalau aku menganggap cobaan/ujian itu selalu berbentuk sesuatu yang membuatku sedih atau lemah, karena ada di antaranya yang juga membuatku gembira dan kuat. Yah, keduanya...meskipun porsi kesedihan dan kelemahan itu lebih besar...

...dan, mungkin, baru kali ini sepanjang umurku, aku bisa menangis dari awal aku memulai shalat hingga menutupnya dengan do'a. Tubuhku sampai bergetar hebat, sampai aku tak sanggup berkata apapun. Yang keluar hanyalah pernyataan bahwa aku yakin Allah tau apa isi hatiku meskipun aku tak dapat melafalkannya...

Aku telah berusaha keras mengubah perilaku buruk serta kesalahanku, tapi rasanya sulit sekali. Berulang kali, meskipun aku telah berkomitmen, keburukan/kesalahan itu masih saja terulang, meskipun mungkin sudah berkurang porsinya. "Semua itu harus dimulai dari hati sendiri," tutur dia yang saat ini menjadi tambatan hatiku...orang yang sangat menghargai keberadaanku dan mau memaafkan kesalahan2ku (dan aku tak tahu apakah orang sepertinya masih ada).

Berat...berat sekali... Rasanya masih sangat sulit untuk dapat menerima dengan lapang dada. Tapi, aku berusaha untuk pasrah dan mengikuti apa yang Allah kehendaki, sesuatu yang baik untukku menurut Allah, meskipun terkadang pikiranku yang menganggap sesuatu itu baik untukku masih memohon pada Allah untuk meluluskannya. Tapi, bukankah Allah tak akan menyengsarakan umatnya, apalagi membebankan ujian yang tak sanggup dipikul? Tidak mungkin...dan aku tak pernah menyalahkan Allah akan hal2 seperti ini, alhamdulillah...

Mungkin hanya Allah yang tau, mungkin hanya malaikat yang tau... Mungkin juga mereka yang telah mendahuluiku yang di atas sana juga tau... Tapi, kupastikan hanya "dia," orang kedua setelah orangtuaku, manusia yang paling kusayangi, yang tau tentang isi hatiku ini...yang sampai saat ini masih tetap kupanjatkan do'aku untuknya...

Dalam keadaan ini, ketika aku dekat dengan Allah, aku merasa tenang dan damai... Setiap gerakan shalat, setiap lafal ayat2 Qur'an, setiap tetes air mata, semua terasa begitu berarti...

Namun, tatkala ibadah kusudahi, bala tentara iblis seakan telah diperkuat, dan aku merasa ujian hidupku bertambah berat... Suatu konsekwensi bahwa aku ingin benar2 kembali ke jalan Allah...

"Ya Allah, pasrahkanlah hatiku untuk dapat menerima apapun keputusanmu, tapi berilah kekuatan padaku untuk tetap berusaha... Berikanlah sedikit saja...sedikit saja ruang di sisimu untuk namaku... Semoga ada secuil kebaikanku yang berharga di sisimu, karena aku ini penuh kelemahan dan nista...tapi, tak habis-habisnya aku bermohon dan selalu berusaha untuk tetap menjadi mulia di jalanmu... Ya Allah, lindungi hatiku...kumohon... Amin..."

Rama Says: 22:19 WIB

sabtu, 27 agustus 2005

weekend lagi

Refreshing lagi...! Hari ini gue dan Nanda jalan2 keliling Jakarta...!

First, gue mampir ke rumah V3, sobat gamer cewek gue yang baru aja lulus S2 fakultas ilmu psikologi. Gue ngambil rekaman game Xenosaga 2 yang dibuatnya, plus ngobrol ngalor ngidul seputar game itu. Sempet nggak enak juga sih, karena jadi bikin Nanda bengong. Maklum aja, di kehidupannya mungkin nggak pernah ketemu sama orang2 aneh model gue dan V3, yang ngobrol soal game dan fantasi.

Perjalanan dilanjutkan dengan mampir ke kantor Mbak Chie, my sis from Magelang. Karena kesibukan masing2 kita sudah nggak ketemu selama 2 bulan, dan keliatan banget di wajah si mbak kalau dia lagi sibuk dan kecapaian. Setelah becanda dan shalat dzuhur di kantornya, kita sepakat jalan ke Blok M dan Kota. Nggak ngapa2in sih, sekedar menikmati suasana Sabtu yang lumayan cerah meskipun sedikit gerimis. Tadinya sih mau nonton festival China di Kota, tapi festivalnya udah selesai. Wah, pokoknya seru deh, apalagi waktu naik Busway dan keliling2 di Blok M. Sis, hope you enjoy it...!

Rama Says: 23:11 WIB

rabu, 17 agustus 2005

the dark day

Indonesia is celebrating its 60 years annyversary, truly happy and full of joy. But, what's happening with me? It was a very dark, painful day with lots of miseries... Absolutely, this is one of my darkest days ever after... The day when both body and soul are crying sadly...in search of the missing princess...

Where are you, princess?

Rama Says: XX:XX WIB

JUM'AT, 12 AGUSTUS 2005

WHERE ARE YOU, RAMA?

Heh heh, sorry for this late update! Lagi bener2 banyak kerjaan nich! Ada banyak "kejadian & peristiwa" yang gue alami. Ada musibah dan cobaan, ada juga pengalaman yang menyenangkan kok! So, what's up then? Take a look! Gue tulis semuanya di bawah sini!

KEHILANGAN PONSEL (9 Agustus 2005):

"Selamat tinggal, RaRa..." Gue juga nggak tau hilangnya bagaimana, yang jelas gue harus berpisah dengan si mungil tercinta, Nokia 7250-ku yang biar kata orang udah kuno, gue tetep cintrong. Gue yakin ponsel itu tertinggal di kantor, dan biasanya di kantor itu memang terjamin keamanannya, tapi gue nggak menemukannya lagi sehari setelah hilangnya ponsel itu (Senin 8 Agustus 2005). Karena gue hubungi nomor gue udah nggak aktif, so...ya sudahlah, gue mengikhlaskan kepergian RaRa *nangis* *nggak rela tapi direla2in* *ya mau gimana lagi*.

Hari Selasa-nya, kerasa banget bedanya gue yang biasa "mobile" dengan ponsel. Nyaris 80% pekerjaan gue jadi terbengkalai karena gue nggak punya alat komunikasi. So, gue coba menghubungi Slamet, my pal, dan nanya apakah ponsel barunya, Sony Ericcson J200I mau dia lepas. Alhamdulillah, dia mau menjualnya ke gue. Tanpa nunggu lagi, hari Rabu-nya gue langsung ambil pengganti RaRa itu. Untungnya lagi, gue udah mendaftarkan nomor gue ke SimPati Zone jadi bisa tetep pakai nomor kartu yang sama.

Dari kejadian ini, gue sepertinya diperingatkan Allah untuk lebih berhati-hati lagi menjaga para "kekasih" gue. Iya sih, pasalnya hari Senin itu gue memang sembrono nggak menjaga RaRa, padahal biasanya gue selalu membawanya di tempat yang paling aman.

"Mungkin itu juga bukan rejeki kamu honey, jadi diikhlaskan aja. Kalau memang rejekimu pasti bakal balik lagi," belai "my princess" dengan kalimat2nya yang menyejukkan, seperti biasa, yang selalu membuat gue merasa seperti berteduh di bawah pohon, dan padahal dia tau gue lagi panik banget saat itu. Thanks, princess... *kiss & hug*

Jadi, sekarang gue punya pengganti RaRa (meskipun masih blon lunas ^_-), dan buat temen2 yang sempet mengira gue pergi ke luar negeri gara2 gue susah dihubungi, sekarang udah "kring" lagi kok. Gue bukannya ke luar negeri, mungkin Nokia 7250-nya yang ke luar negeri kali yak...! *smile*

GONJANG GANJING MUSIK GAME BARU:

Kesibukan menyenangkan yang utama dan paling pertama adalah mengatur koleksi soundtrack musik game gue yang tiba2 membludak (hard disk 80GB sampai bisa nyisa 20GB). Special thanks goes to Secret Squirrel, Kairyu, and Stalepie from www.slightlydark.com, mereka ini temen2 gue dari Amerika yang udah ngirimin koleksi soundtrack game mereka. Kairyu selalu membuka akun FTP-nya, SS ngirimin 2 DVD full MP3 musik game, plus Stalepie alias Matthew sang fans musik game klasik yang mengirimkan 2 DVD + 1 CD-R berisi koleksi soundtrack game terbaiknya, ada juga rekaman suaranya. Mau denger? Download aja nih!

http://www.ramaditya.com/mp3/Hey.mp3

Hingga saat ini gue masih harus mengorganisir soundtrack2 itu, kira2 ada lebih dari 100 judul soundtrack game baru yang bakal gue miliki. Meanwhile, mohon bersabar untuk menunggu update listnya, soalnya gue masih kerepotan nih, kayak ngebawa dua peti harta karun yang gede2 dan "alaihim" banget! Gue masih harus mengaturnya, so I will post the update list once I am done...! Mau punya? Tentu, tentu! You'll get that chance!!! Untuk list update sementara, udah gue naikin tuh!

BELAJAR LINUX (3 s/d 6 Agustus 2005):

Buat tunanetra, belajar sistem operasi Linux (temennya Windows) adalah suatu hal yang istimewa. Banyak orang yang menganggap Linux itu sulit (emang bener sih), tapi ketika gue dan beberapa teknisi dari Yayasan Mitra Netra mempelajarinya di bawah bimbingan Pak Rusmanto (aktivis majalah InfoLINUX), ternyata Linux betul2 mengasyikkan!

Jadi, gimana cara gue dkk yang merem2 itu bisa belajar? Seperti halnya di Windows, Linux juga ada program pembaca layar yang bersuara juga, salah satunya adalah YASR (Yet Another Screen Reader) dan Emacspeak, pembaca layar buatan tunanetra. Sementara itu rekan2 teknisi yang berpenglihatan tetep bisa belajar dengan melihat monitor.

Hehehe, awalnya kita belajar kayak dulu waktu mengoperasikan DOS. Semua perintah dilakukan dengan mengetikkan perintahnya, persis kayak komputer jaman nyak babe yang layarnya item tulisannya putih. Kita belajar perintah2 dasar, mount/unmount perangkat penyimpan data, sampai mengelola jaringan dan internet. Oh ya, kita juga belajar mengoperasikan distro Linux Mandriva yang mirip dengan Windows.

KESIMPULAN:

1. Susah tapi asyik.
2. Perintah2 Linux dengan xWindow lebih mudah dan nyaman.
3. Suara program pembaca layar masih buruk, perlu pembersih telinga barangkali?
4. Bisa gaya karena jarang orang bisa Linux (kebanyakan).
5. Cuma 4 hari? Nggak cukup!

PS: Kursus kilat belajar Linux untuk tunanetra ini diselenggarakan oleh Yayasan Mitra Netra bekerjasama dengan UNESCO.

SAMSUNG DIGITAL HOPE 2005 (2 Agustus 2005):

Hari ini adalah hari yang paling membanggakan sepanjang masa kontrak kerja gue sebagai wartawan Mitra Netra News Online, pasalnya gue dapat menghadiri acara Samsung DigitAll Hope 2005, acara Samsung yang membuka kesempatan pada berbagai organisasi di dunia (organisasi penyandang cacat/kelainan/berkubutuhan khusus/nggak normal/dll apapun nama yang mau elo kasih) untuk mengajukan proposal proyek inovatifnya, memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan penyandang cacat, lalu mendapatkan modal dari Samsung untuk menjalankan gagasan tersebut. Oh ya, acara ini diadain di Hotel Mulia, Senayan...ya di Jakarta donk, masak di Bogor?

Nah, proyek Mitra Netra News Online nggak lain dan nggak bukan adalah ide YMN yang diterima Samsung pada tahun 2004, dan merupakan pemenang Samsung DigitAll hope 2004. Rasa bangga menyelimuti hati gue waktu VCD profil YMN diputar, menceritakan tentang proyek ini pada wartawan2 dan pengunjung acara di siang itu.

Mungkin, ini juga untuk pertama kalinya wartawan2 media cetak/online melihat secara langsung bahwa ada eksistensi penyandang cacat yang juga berprofesi sebagai wartawan. It's true, isn't it? yah mengenai itu silahkan baca sendiri berita2nya di media online. Gue cuma berharap hal ini bisa membukakan peluang untuk rekan2 gue yang lain, nggak cuma jadi wartawan, mungkin jadi penulis atau profesi lain yang lebih hebat tentunya.

Oh ya, di kesempatan ini gue juga bertatap muka langsung dengan MENRISTEK Kusmayanto Kadiman, Lee Kang Hyun (salah tulis gak yak?) sang direktur utama Samsung Indonesia, dan Chandra Wijaya, pebulutangkis handal Indonesia yang jadi duta Samsung...

So, apa yang bakal digagas YMN untuk Samsung DigitAll Hope 2005? Magazine Online! Mengenai apa dan bagaimananya, mungkin gue akan bahas kalau proposalnya menang, amin...!

Rama Says: 11:03 WIB