senin, 23 januari 2006

 

final test

Saatnya bertempur!!! Dengan semangat tempur 100 Superman+Hercules+Rambo+Hulk+He-Man+...siapa aja deh yang merasa dirinya kuat, gue siap menghadapi ujian terakhir semester ini. Gue pikir nggak terlalu berlebihan kalau gue tulis begitu, karena memang tugas yang gue hadepin bener2 nggak kepalang tanggung! So many papers must be done in "perfect English," dan itu nggak sekedar satu dua, but more than five, dari tujuh mata kuliah yang gue ambil semester ini...!

Beberapa hari yang lalu gue sempet ngerasa hari2 itu kayak CD yang di-skip tracknya, cepet banget! Bolak-balik ke WARNET, ke Atmajaya, ke UI, bahkan gue sempet ambruk 'n jatuh sakit. Beruntung deh ada sang peri dan ortu yang mempercepat pemulihan kesehatan gue. Gue sempet ngeri karena kalo gue sampe betul2 "paralyze" alias nggak bisa gerak, matilah gue!!!

Di saat2 gue butuh konsentrasi juga ada aja gangguannya. Crab, or should I call it "piece of shit?" Indeed, soalnya itu mengganggu banget, membuat kebahagiaan yang lagi gue nikmati berkurang dan terganggu. Padahal gue lagi butuh2nya. Hehehe, sorry I cannot tel you guys, but Kagome knows this problem, karena masalah ini memang mengganggu kita berdua. Hey, fairy...if you happen to read this, I am now at your side! Please be strong and let my heart be with you, okay?

Jadi, sampai ketemu di update bulan depan... I must concentrate to this final test...!

Bye!!!

Rama Says: 21:09 WIB

senin, 16 januari 2006

 

selamat ulang tahun, kagome

Untuk Kagome yang sekarang mungkin sedang berkerumun sama temen2 di monitor komputer WARNET, atau
kapanpun kamu sempet ngebaca catatan ini, aku ucapkan selamat ulang tahun. Aku nggak bisa berdo'a
apa2 selain berharap semuanya bakal lebih baik lagi di usia kamu yang baru ini. Peri, sayapmu
akan segera tumbuh dan kau akan segera terbang... Be sweet and splendid, okay?

Rama Says: 02:07 WIB

sabtu, 14 januari 2006

 

how bad i am

Air mata membanjir sehabis gue shalat Ashar hari ini. Seseorang telah membuka mata hati gue,
meski dengan lembut, tapi rasa sakit akibat pembukaan itu benar2 terasa sampai ke jantung rasa.
Nggak, dia bukannya menyakiti hati gue, sama sekali nggak, tapi rasa sakit ketika gue menyadari
bahwa diri gue ini begitu buruk. Lagi2 gue menyadari bahwa gue ternyata nggak sebaik yang apa gue
bayangkan...

Aurora...a man with strong heart, being loved by anyone, carying happiness to evrybody, becoming
the brightest light for their hope? Amazing, eh? Dalam keputus asaan ketika gue menyadari bahwa
hal itu mungkin kontradiktif, gue mulai kembali membenci diri gue sendiri...

Kenapa gue selalu melukai seseorang? Kenapa gue punya pribadi yang buruk? Dan yang paling parah,
kenapa gue sepertinya nggak bisa merubahnya, even though I have tried so hard to do so? Nama
"Aurora" yang gue sandang seperti mengolok-olok diri gue sendiri. Terlalu naif, iya kan?

Ternyata, mungkin perginya orang2 terbaik dari masa lalu gue bukanlah karena kesalahan mereka,
pasti karena gue...karena gue...semua karena gue...makhluk bodoh yang terlalu naif menyebut
dirinya Aurora...

Rasa sakit itu kian bertambah ketika gue -- hati kecil gue -- mengakui bahwa sebagian besar
kesalahan itu adalah karena gue, tapi gue sering banget membentengi diri dengan kalimat2 seperti
"Kalau kamu nggak begitu aku nggak akan melakukan hal buruk itu," atau "Tolong mengerti posisiku
kenapa aku melakukan itu, karena ada alasannya," "Semua itu karena kesalahanmu," dan segudang
kalimat2 lain yang sebenarnya hanya gue pakai untuk menutupi rasa malu karena hati kecil gue
sendiri bilang "Elo salah..." Mungkin ada di antara kalian yang pernah gue perlakukan seperti itu
dan melihat pengakuan gue disini, yah, ini pengakuan yang sejujurnya, pengakuan yang mungkin
nggak pernah keluar ketika gue berhadapan dengan kalian dalam keadaan emosi dan egoisme yang
tinggi. Lagi2, gue malu...inikah Aurora?

Di saat2 inilah ketika gue kehilangan rasa percaya diri. Pengetahuan tentang pribadi gue yang
begitu buruk itu membuat gue jadi sedih. Gue begitu menyayangi orang2 di sekeliling gue, tapi
ketika keburukan itu keluar, mereka jadi terluka dan pergi meninggalkan gue. Jadi, sempat
terlintas di pikiran gue untuk pergi mengasingkan diri, berada jauh dari mereka, karena gue nggak
mau melukai mereka dan harus kehilangan mereka.

Di pengasingan itu, gue bisa hidup tenang bersama lima bidadari ciptaan gue, perwakilan dari
sifat2 gue. Wahita yang dewasa dan bijaksana, Tiara yang meskipun cengeng tapi lembut dan penuh
perhatian, Aurora yang cerdas dan ahli strategi, Lala yang periang dan selalu ceria, dan...Dark
Aurora, yang meskipun adalah pencerminan sifat buruk gue tapi dia tetap bagian dari diri gue.
Bersama mereka, nggak akan lagi ada orang lain yang dilukai, dan gue nggak akan pernah kehilangan
karena mereka nggak akan pernah hilang meskipun seburuk apapun gue...

Tapi, gue teringat salah satu ayat Allah yang menerangkan bahwa ia membenci umatnya yang putus
asa. Ayat itu yang mungkin masih mempertahankan gue sampai detik ini. Meskipun gue nggak tau
sampai kapan gue akan bertahan, tapi gue berharap ketika gue berusaha mengamalkan ayat ini, Allah
bersedia membantu dan memahami bahwa tanpa dia, gue nggak akan kuat...

Buat kalian yang melihat curhatan ini dan mengira gue mencari dukungan atau mungkin menduga kalau
gue berpura-pura sedih, gue terima kok. Gue sadar itu hukuman untuk keburukan yang telah menimpa
gue karena ulah gue. Tapi, kalau kalian masih sayang gue seperti halnya gue sayang kalian, semoga
kalian bisa mengerti keadaan diri gue. Maafin atas semua kesalahan gue, maafin gue...

Rama Says: 16:52 WIB

jum'at, 13 januari 2006

 

main game lagi!

"Hadou Ken!!!" "Shouryuu Ken!!!" Sambil menggenggam stick PlayStation, gue memainkan karakter Ryu
dari game Street Fighter EX 2, salah satu game berantem yang jadi favorit gue. Hari ini akhirnya
gue mainin lagi game itu setelah lebih dari tiga tahun nggak main, terakhir kali waktu di rental
kampus. Yah, jadi maklum deh kalau gue beberapa kali kalah sebelum akhirnya berhasil namatin game
itu dan berpose ala patung Liberty... Itu terjadi waktu gue main ke rumah ortu angkat Kagome...

Malemnya, gue kedatengan tamu, sahabat lama gue. Mas Anto yang baru pulang dari Amrik. Tebak apa
yang dia bawa? X-BOX 360, salah satu mesin game terbaru!!! Malem itu gue begadang mainin game
fighting serial Dead or Alive (DOA) yang sebelumnya udah pernah nongol di PS dan PS2.
Waaaaaahhhhh!!!!! Nggak brenti2nya gue takjub! Meskipun lewat penglihatan gue yang samar2, gue
begitu menikmati perubahan drastis dari grafik/tampilan game ini! Pertarungannya betul2
realistis! Kalau kita berantem di jalan raya, karakter kita bisa ketabrak mobil. Kalau kita
berduel di pasar dan sempet menghajar musuh kita sampai mental ke tukang jualan buah, gerobaknya
bisa ringsek dan buah2annya jatuh berantakan. Wah pokoknya keren banget!

Intinya, gue begitu menikmati main game hari ini, satu hal yang akhir2 ini nggak pernah bisa gue
lakukan karena kesibukan gue...

Rama Says: 23:17 WIB

jum'at, 6 januari 2006

 

my resolution

Wah, sampe lupa! Gue blon sempet nulis resolusi gue di tahun ini. Maksudnya, apa2 aja yang bakal gue kerjain...

Yang pertama, mungkin gue bakal betul2 fokus untuk nyelesein kuliah. Hehehe, soalnya karena cuti dan kerjaan gue, kuliah jadi terbengkalai. Maklum deh, gue udah buru2 pengen hengkang dari rumah dan punya tempat tinggal sendiri, the place where I can deal with everything myself. Memang kayaknya gue nggak bisa sidang tahun ini, tapi awal tahun depan, gue bakal usahakan.

Resolusi kedua adalah tetep mempertahankan posisi gue sebagai komposer developer game Divinekids Associates. Semakin lama gue semakin menyukai pekerjaan ini. Memang gue akui pengetahuan gue di bidang audio & music composing masih sangat minim, tapi gue udah berniat untuk mempelajarinya. Gue rasa nggak harus sekolah mahal2 untuk itu, mungkin dengan buku dan media belajar lain. Cara lainnya adalah gue bakal sering2 kutak-katik program audio editing seperti Cakewalk atau Cool Edit, nyoba2 ngasah kepekaan telinga dengan ngasih efek2 suara (biarpun kadang jadi ngancurin satu lagu gara2 ulah iseng), karena gue harus bisa memberikan hasil keluaran audio yang bagus (wah bahasanye). Sebenernya gue juga mengimpikan punya studio digital sendiri, tapi nggak tahun ini. Yang terpenting, gue bakal ningkatin pengetahuan gue soal audio dan perekaman...

Resolusi ketiga adalah menyetop 90% pengeluaran gue untuk hobby dan bersenang-senang. Gue pikir sudah saatnya gue mulai berpikir serius untuk masa depan gue. You know what I mean, gue sudah mulai serius memikirkan untuk "berdampingan" dengan seseorang, jadi gue pikir gue sudah harus nabung dari sekarang, supaya hal itu bisa cepat terwujud dan sang peri nggak perlu menunggu terlalu lama. Yah, semua gue serahin aja ke Allah...

Kalau soal nambah koleksi musik game, itu SO PASTI, nggak perlu kayaknya gue masukin sebagai resolusi! Tapi yah seperti yang gue bilang di catatan harian sebelum ini, gue butuh sumber penyokong musik game dan hard disk baru...

mortal kombat

Baru pulang kuliah, tugas numpuk jadi nggak boleh patah semangat dulu. Habis berbenah, langsung deh nongkrong di depan komputer, and I choose this album to boost up my energy!

Buat pemain game yang dulu suka main game pertarungan pasti nggak asing lagi sama Mortal Kombat (MK), game duel banjir darah yang menampilkan adegan sadis dan darah dimana-mana. Yup, ini juga salah satu game nostalgia gue!

Masih inget waktu pertama kali mainin game ini, langsung tertarik karena musiknya yang keren, ngepas sama adegan berantemnya yang seru. Suara jeritan tokoh2nya yang kena gebuk atau nyerang, ngeluarin jurus2 pamungkas Fatality/Animality/Babality/Friendship kalo musuh udah klenger, atau ngeluarin jagoan rahasia dari gamenya... Wah, pokoknya hari2 itu nggak bakal gue lupain! Itu sekitar tahun 1994 sampai 1996 waktu MK ngetop banget di Indonesia.

Gue juga inget temen2 yang waktu itu penasaran karena gue tau semua jurusnya lantaran gue langganan majalah game yang memuat trik2 game ini. Hehehe, kadang gue suka usil ngejualin jurus2 itu, seribu, dua ribu perak... *smile*

But most of all, biarpun gamenya berantem dan dimainin banyak orang, gue dkk malah jadi rukun dan akrab. Kita mainin game ini bergantian di rumah salah satu di antara kita, dan itu jadi nostalgia yang nggak bakal gue lupain.

Rama Says: 16:11 WIB

kamis, 5 januari 2006

koleksi musik game

Ini buat ngejawab pertanyaan temen2 yang nanyain soal koleksi musik game gue yang sekarang jarang
update. Gue lupa apa gue pernah tulis disini atau nggak, tapi yang jelas sumber utama koleksi
musik game gue itu dari Nanda, karena cuma dari kantornya soundtrack musik game berformat torrent
bisa didownload. Berhubung ada pemberlakuan pembatasan download di kantornya, dia nggak bisa
bantu2 gue lagi *sad*.

But I manage to get through it. Dari YM, gue dapet temen yang mungkin bisa bantu gue, namanya Eka
Irnanda. Wah, ada "Nanda-nya" juga tuh? Well, wish she could help me anyway. Yah, meskipun
mungkin gue harus mengeluarkan biaya untuk download dan pengiriman filenya, it's no problem
asalkan nggak terlalu mahal, gimana Mbak Eka?

Oh ya, gue juga berencana beli hard disk baru untuk nampung koleksi soundtrack game gue. Itu
kalau torrent bisa di-handle Mbak Eka.

Rama Says: 21:29 WIB

 

selasa, 3 januari 2006

 

game baru divinekids

 

Tahun 2006 dibuka dengan kagetnya gue waktu beli majalah PC-MEDIA edisi terbaru. Di bonus CD-nya ada game baru buatan developer game Indonesia, www.divinekids.com - game barunya dikasih judul PUZZLE MASTER DKA. Tuh, coba liat previewnya!!!

Seperti judulnya, game ini menyajikan permainan teka-teki puzzle tapi dengan gaya khas tradisional Indonesia. Yup, gue buat dua musik pengiring game ini, termasuk musik opening bercorak Bali. Ini kutipan dari file BACALAH.TXT yang bisa dibaca kalau kalian udah install gamenya.

---

Puzzle Master Divinekids adalah game bermain menyusun
pecahan Puzzle dengan rintangan-rintangan musuh yang
siap menyerang anda. Tipe game Puzzle sederhana yang
dikembangan dan diide oleh David S.Game ini merupakan
game kesembilan buatan David Setiabudi,S.Sn,AmRO.
Foto-foto untuk Puzzle disini bertemakan Bali dan
Lampung (diharapkan dapat mempromosikan wisata Indonesia),
ada juga beberapa gambar game dari screenshot game
Divine Kids sebelumnya.

---

So, if you want to try this game, coba aja download di www.divinekids.com atau beli majalah PC-MEDIA edisi bulan ini...! Atau...barangkali ada juga di majalah lain? Hello Pak David, dimana lagi ya game ini bisa didapetin?

Rama Says: 22:57 WIB

kagome & aku

-Kalau ada yang baru tau nama ini, silahkan baca di diary online Desember 2005 dan artikel Yulia yang baru aja gue naikin di halaman depan!-

OK, udah baca semua? Dengan asumsi kalian semua udah baca, gue akan mulai cerita. Berawal dari keinginan gue untuk menemukan dan memberi solusi tentang masalah yang dihadapi Yulia alias Kagome dengan ortu angkatnya, gue coba untuk menyusun strategi dengan Evi, adik angkat Kagome. Masalahnya adalah Kagome nggak bisa berkomunikasi dengan baik ke ortu angkatnya, jadi banyak hal2 yang seharusnya berjalan harmonis malah jadi sebaliknya.

Menyadari kalau Kagome nggak mau dan sangat ketakutan dilarang pacaran kalo gue sampe dateng ke rumah ortu angkatnya, gue dan Evi cari jalan alternatif. Dengan segala cara, Evi akhirnya berhasil membujuk ortunya dan tanpa setahu Kagome, gue bertandang ke rumah dan bicara langsung dengan mereka. And guess what? Yang terjadi malah sebaliknya! Alhamdulillah mereka sangat antusias dan menerima gue dengan baik. Nggak itu aja, gue juga langsung akrab dengan Akbar dan Iqbal, adik2 Evi. Gue bahkan diminta untuk memberikan les bahasa Inggris untuk anak2 ortu angkat Kagome (sekarang sudah berjalan).

Hehehe, nggak kebayang gimana kagetnya tampang Kagome waktu pulang sekolah, dia ngeliat gue lagi asyik ngobrol sama ortu angkatnya, becanda sama Iqbal dan Akbar sambil minum teh hangat. At least, ini sudah membuka jalan untuk kembalinya keharmonisan mereka (antara Kagome dan ortu angkat) yang dulu sempat hilang akibat masalah komunikasi yang berawal dari kesalahan yang Kagome pernah buat.

Les sudah berjalan, dan suasananya asyik! Sesekali gue nemenin Iqbal dan Akbar main PS, membuat mereka takjub karena pasti pengalaman baru buat mereka, ngeliat orang buta bisa main game fighting dengan santainya, membabat semua musuh dengan jurus2 dahsyat. Gue juga meluangkan waktu untuk banyak ngobrol sama ortu angkat Kagome, yah untuk mendapatkan hati mereka!

And...what's with Kagome? It's nice! Ini kali pertama gue punya "girlfriend" yang bisa gue temui setiap saat. Mulai sekarang nggak perlu lagi takut2 main ke rumah ortu angkatnya. Yang paling asyik adalah saat2 gue harus pulang dan Kagome yang mengantar pakai motor ke terminal ANGKOT Pondok Kopi, karena disini kesempatan kita untuk bicara hanya berdua aja, jadi bisa lebih leluasa mengungkapkan isi hati, plus asyik juga jalan2 pakai motor!

Rama Says: 22:57 WIB

senin, 2 januari 2006

selamat tahun baru

Tahun baru adalah sebuah peristiwa waktu yang amat spektakuler. Ada banyak cara untuk menyambut pergantian waktu itu. Ada yang meniup terompet, berkeliling kota, berpesta sambil membakar petasan, atau melakukan hal-hal menyenangkan lainnya...

Lalu, apa yang aku dan keluarga lakukan?

Kami justru mengisinya dengan bertahajud di masjid. Kami berserah diri kepada Allah, merenungi apa saja yang telah kami buat setahun ini, memikirkan apa yang akan kami buat setahun mendatang.

Tangis dan air mata menetes manakala pihak penyelenggara mulai berdo'a menyambut akhir tahun, dalam sebuah renungan hening yang cukup membuat hati bergetar. Nama Allah terus dibisikkan, dan ketika pita kehidupan diputar ulang dan terputarlah perjalanan hidup setahun lewat. Ada pahala dan dosa, semua campur aduk jadi satu. Meski aku tidak menangis, aku cukup larut dalam suasana haru itu.

Akhirnya shalat usai pada hampir jam 3 pagi, dan kami segera pulang...

Rama Says: 05:12 WIB