rabu, 29 maret 2006

 

bertemu bintang jatuh

Hari ini gue pergi ke kampus BINUS, rencananya mau ketemuan sama kenalan baru gue, Aminah. Dia itu salah satu staf administrasi di WARNET kampus BINUS. Beberapa minggu yang lalu gue dapet e-mail dari dia yang kira2 isinya ingin tahu lebih mendetail tentang penyandang cacat. So that's why I come in...

Ternyata nggak terlalu susah janjian dan ketemuannya. Ternyatanya lagi, Aminah itu orangnya ramai dan ramah...walaupun kadang suka bingung waktu nuntun gue, karena si empunya nama susah menentukan arah (kanan atau kiri). Alhasil Aminah selalu mikir dulu kalo mau nyuruh gue belok ke arah tertentu...lucu juga ya?

Di WARNET Cyber, gue juga dikenalin sama beberapa temannya, including teman hidup Aminah *smile*... Kita banyak ngobrol dan becanda. Aminah banyak menanyakan soal penyandang cacat yang menurutnya bakal dijadikan essay yang lagi digarapnya. Sayang banget gue nggak bisa bawa JAWS untuk demonstrasi... Well, I wish the day will come for it...

Gue berharap dari perkenalan ini akan lahir bentuk kerjasama baru (bukan bilateral atau multilateral looh!!!), maksudnya Aminah yang berniat membantu rekan2 penyandang cacat akan segera bertemu dan menerima bantuan dari gadis lucu nan kocak ini...

PS: Bintang jatuh? Itu karena Aminah suka bintang jatuh, makanya Yahoo ID-nya Falling Star...

Rama Says: 18:29 WIB

minggu, 19 maret 2006

 

kagome pulang

Setelah melewati perjalanan panjang, berbagai rintangan dan ujian, serta diterpa topan dan badai (ya ampun bahasanye!), akhirnya Kagome pulang juga ke rumah orang tua aslinya. Yang menjadikan kepulangan ini istimewa mungkin adalah karena setelah ini perasaan Kagome nggak akan tertekan lagi. Seperti yang udah pernah gue tulis di diary online Desember 2005 kalau dia tinggal sama orangtua angkatnya yang secara garis besar gue jabarkan disini, nggak menjalankan tugasnya sebagai ortu angkat dengan baik. Gue berusaha nggak membeberkannya disini karena itu namanya menghina orang lain, tapi karena itulah kenyataannya...
-12 Maret 2006-

Minggu siang ini gue ke rumah asli Kagome. Gue udah pernah tulis di diary online Desember 2005 jadi nggak perlu lagi gue deskripsikan ya, baca sendiri aja. Disana, bersama bapak ibunya kita makan sambil bersenda gurau. Ada juga Yuyun alias Nyai, adik Kagome, plus Junaedi dan Oya (nama asli Oya gue lupa) yang semuanya adik2 cowok Kagome. Ternyata bala tentara/pasukan khusus perayaan kebebasan Kagome belum cukup! Ada Mbak Nelly yang sepertinya sudah jadi teman akrab keluarga Kagome, dan Dwi sahabat Kagome! Wah kebayang nggak sih gimana ramenya gubuk siang itu!?

Ternyata memang benar kalau seenak-enaknya tinggal di negeri orang masih lebih enak tinggal di negeri sendiri. Ini yang gue liat dari Kagome. Belum pernah gue liat dia bisa tertawa lepas dan bersikap santai sebahagia itu. Siang itu juga, meskipun kita semua makan seadanya, tapi kayaknya suasananya jauh lebih menyenangkan ketimbang waktu di rumah ortu angkatnya. Ibu Kagome juga secara pribadi mengutarakan kebahagiaannya ke gue, yang tentu sama halnya dengan gue...

-19 Maret 2006-

Seminggu setelahnya, gue jadi sering berkunjung kesana. Biarpun terkadang kita semua harus menahan lapar, atau gue yang terpaksa harus kehujanan dan melewati jalan setapak licin nan jeblok karena jalannya nggak diaspal dan habis diguyur hujan lebat, gue tetap merasa senang. Mungkin, karena seisi rumah bisa menerima gue disana.

Mingu ini gue juga ajak Kagome, Nyai + temen ceweknya jalan2 ke Mangga Dua. Wah, seru banget! Mereka yang jarang2 bisa bertualang naik kereta dan baru pertama kalinya pergi jauh ngerasa seneng banget! Di kereta kita asyik ngobrol, godain pengamen (band) yang lewat, bahkan si Nyai + temennya sempet malakin tukang ngamen untuk beliin mereka aksesoris rambut... Set dah, yang ini gue kagak ikut2an!

Pokoknya, this is another interesting trip to enjoy!!!

---

Kagome, aku minta maaf karena saat berusaha memulangkan kamu mungkin aku terkesan kurang baik atau kurang halus. Tapi percayalah, karena aku ingin kebebasan hatimu. Aku nggak tega melihatmu terus diperlakukan seperti pembantu, dan lagipula untuk apa tinggal disana kalau keperluan pendidikanmu juga terbengkalai? Mungkin...kasarnya...kalaulah nggak ada biaya untuk melanjutkan sekolah, tapi hatimu bahagia karena bisa tinggal sama orangtua aslimu yang sangat menyayangi kamu. You must also believe: We love you...! (We=gue, sahabat2, ortu asli, semuanya deh!!!)

Rama Says: XX:XX WIB