minggu, 18 juni 2006

 

soundtrack game bikin tekor!!!

Tekoooooooorrrrrrr!!!!!! Wah, ini kali pertama gue menghabiskan uang saku untuk beli album musik game orisinal. Habis gimana!? Gue udah ngebet banget pengen punya album ini, dan gue sendiri udah dapet ijin dari ortu + Kagome. Wah, memangnya berapa sih harganya!? 500k? 600k, atau 800k!? Salah...harganya $149 (kira2 satu juta lima ratus ribu). WAKS!?!? Musik game apaan toeh ampe segitu mahalnya!? Gue menyebutnya "Box Legendaris." Mau tau kenapa? Just read...and...here we go!!!



Album ini berjudul Legend of Game Music ~ Premium Box. Dirilis sekitar tahun 2004 oleh studio Sony/Scitron Digital Content (Jepang), album ini berisi 8 CD Audio kumpulan musik2 game klasik era 80/90-an. Ada juga bonus 2 DVD berisi rekaman cuplikan game-game klasik legendaris yang lagi dimainin, kayak 1942 (Capcom), Xevious (Namco), Gradius (Konami), dll. Yup, I've got the DVD, too!



Hmmm, sayangnya situs gue ini memang bukan khusus membahas tentang musik game, dan gue yakin cuma sedikit dari kalian yang nggak merasa bosen baca review musik game...jadi gue akan bahas soundtrack ini secara umum aja...

Nah, 8 CD Audio yang ada di paket ini masing2 berisi kumpulan musik game klasik dari developer game. Contohnya CD pertama yang berisi musik dari game-game klasik buatan Namco, seperti Xevious, Mappy, dan Galaga. Disc kedua berisi musik buatan Konami, seperti Gradius, Contra, A-Jax, dll...dan seterusnya.

Kalau kalian masih bingung seperti apa sih kira2 musiknya...gue mau coba mengajak kalian mengingat era 80-90-an, waktu mesin game koin (Arcade) yang biasa disebut "Dingdong" masih merajai dunia game. Kalo kita pergi ke pasar swalayan, bioskop, atau taman hiburan pasti bakal nemuin tempat main dingdong yang khas dengan suara koin yang dicemplungin ke mesinnya, suara gebrak gebruk tombol mesin game yang dipencet (digebrak-gebrak karena banyak alasan; kesel karena kalah, pengen mengeluarkan serangan bertubi-tubi, atau pencetannya udah error), dan...alasan yang paling gue benci, asap rokok dan preman resek!!! Nah, game2 jaman dulu itu masih kuno banget, musik2nya kedengeran seperti handphone monofonik yang bunyinya tat-tit-tut, tapi nggak separah itu seeh...karena sejak era 1985 ke atas musik game sudah mulai variatif.

OK, back to the album... Semua lagu di album ini diambil dari game2 yang pernah ngetop di era itu. Mengenai musiknya, again...gue nggak bisa jelasin kecuali kalian mau nyoba denger sendiri...



Selain Legend of Game Music ~ Premium Box, ada juga Legend of Game Music ~ Platinum Box (8CD+2DVD lanjutan album Premium), dan Legend of Game Music ~ Consumer Box (terbaru) yang berisi musik game dari mesin game legendaris kayak Sega dan PC-Engine. I've got the MP3, dan gue nggak berniat nyekek dompet gue lagi untuk beli yang aslinya. Premium Box udah cukup untuk membuktikan bahwa gue adalah salah satu manusia di muka bumi yang mencintai musik game. Gue juga menyarankan album ini buat kalian yang kolektor musik game, karena memang berharga banget. Disc pertamanya aja berisi musik yang disebut-sebut sebagai album musik game pertama di dunia. Gue nggak melarang untuk beli seri Platinum dan Consumer, tapi gue tetap merekomendasikan album ini... Oops!? Gue ngomong ama siapa ya? Gue yakin kalian nggak ada yang tertarik, he he he, sorry...

Yang jelas, sepertinya ini bakal jadi album musik orisinal terakhir yang gue beli, karena setlah ini gue harus menabung dan memikirkan masa depan gue (hehehe, udah pada tau kan?). Kecuali kalo gue kerja dan dapet gaji 20 juta sebulan, mau Premium Box kek, Platinum Box kek, atau box box yang lain bakal gue borong!!!an

Rama Says: 12:58 WIB

sabtu, 10 juni 2006

 

akhirnya...rama di detikinet!

Yeah!!! Akhirnya usaha gue membuahkan hasil!!! Setelah lama menunggu dan berharap (rada putus asa juga), akhirnya gue berhasil memasukkan tulisan gue ke salah satu situs berita teknologi di Indonesia, DetikInet (www.detikinet.com). DetikInet ini adalah cabang dari salah satu situs berita online yang cukup terkemuka di Indonesia, detik.com, yang mana laman ini khusus membahas tentang perkembangan teknologi dan telekomunikasi, bahkan dunia hiburan dan games!

Awalnya sebenarnya waktu setahun yang lalu gue coba2 (kalo boleh dibilang; iseng2 berhadiah) mengajukan protes ke pihak DetikInet lantaran situsnya susah di-browse tunanetra. Gue juga berharap tulisan2 temen2 yang tunanetra juga dapat dimuat disana, tentunya dengan penilaian yang obyektif. Akhirnya gue ketemu juga sama Pak Donny B.U., dedengkot DetikInet yang akhirnya memberi gue kesempatan untuk mencoba peruntungan itu. Kenapa gue sebut peruntungan? Karena gue percaya kalau menulis untuk situs berita itu adalah hal yang sulit sekali, terbukti kok! Kalo mau lebih jelas, baca aja tulisan gue di diary online April 2006.

So, akhirnya tulisan gue dimuat juga! Untuk pertama kalinya gue menulis tentang Mesin Mimpi Indah dan Yahoo Messenger tak resmi (aduh, gue lupa linknya, search aja ya pakai Google). Gampang kok, ketik aja nama gue di mesin pencari Google; Eko Ramaditya Adikara, nanti juga ketemu!

So, pengalaman seperti apa sih yang gue peroleh setelah sebulan ini mencoba gabung di DetikInet? Hmmm, happy & excited itu udah pasti. Mungkin lebih ke pengalaman personal kali, soalnya kan gue juga masih baru mulai. You know guys, ternyata tantangannya jauh lebih besar ketimbang waktu gue menulis untuk www.mitranetra.or.id. Sirkulasi informasi dan perubahan dalam perkembangan dunia teknologi dewasa ini sangatlah cepat (waduh, bahasanye!!!), jadi...gue sempet ketar-ketir karena bingung mau nulis apaan. Begitu gue dapet ide, malemnya gue siap menulis, tapi ternyata beritanya udah nongol duluan di DetikInet. Waktu gue mau nulis soal gempa bumi di Yogyakarta aja (tentu yang berhubungan sama teknologi), gue keduluan, padahal waktu gue nonton berita itu di TV hari Sabtu jam 6 pagi (again, gue lupa tanggalnya) gue udah rekam baik2 di kepala dan menulis saat itu juga... Tapi, hehehe, lagi2 keduluan!

Jadi gue berpikir untuk sedikit banting stir. Gimana kalau menulis sesuatu yang sifatnya bukan aktual tapi tetap up to date? Nah, itu yang berusaha gue lakukan. Gue tau kualitasnya mungkin lebih rendah (esensi beritanya), tapi untuk sekarang cuma ini yang bisa gue lakukan. Well, what can I expect from "stupid" dial-up internet connection and blind eyes anyway? Internet yang lelet dan keadaan penglihatan yang kurang mendukung jadi bikin gue telat dapetin informasi. But I cannot stop there, right? Hmmm...mungkin kalau honor dari DetikInet mencukupi gue bisa langganan Internet Speedy dari TELKOM, walaupun...I have to say bad things about it, you know it, laah!!!

So, semoga tulisan ini bisa jadi motivator sharing yang bagus, terutama buat temen2 tunanetra yang ingin mencoba menulis berita di situs online. Do'ain aja gue bisa terus langgeng di DetikInet. Until then, wish me luck...!
 

Rama Says: 22:16 WIB

jum'at, 2 juni 2006

 

kena virus patah hati

Mati aku! Padahal pagi ini mau presentasi di kelas, tapi laptop gue berhenti beroperasi! Awalnya muncul puisi2 cinta di komputer, yang gue pikir dari temen kampus gue yang mau curhat sama gue tapi langsung ditulis. Isinya puisi patah hati gitu deh. Tapi siapa yang nyangka kalau itu sama sekali bukan dari temen gue, tapi dari sebuah virus! It's W32-HATIPAT!

Belakangan gue baru tau kalo itu ternyata virus bikinan Indonesia (Again!?). Wah, nampaknya bangsa kita makin pinter bikin virus, soalnya memang yang paling merepotkan (dan menjengkelkan) gue akhir2 ini ya virus Indonesia. Setelah Brontok, Gombal, Dodol, sekarang Hatipat!

But, thanks to my backup protection tool! Jujur aja, saat ini gue nggak terlalu mengandalkan antivirus buat menjaga komputer, tapi lebih ke persiapan backup; kayak pepatah "sedia payung sebelum hujan." Jadi, hanya dengan sekali klik, komputer udah balik lagi ke kondisi semula!

Kalau kalian pakai Windows XP atau Windows Millennium, kalian bisa buat backup pakai System Restore. Tapi apa yang terjadi kalo komputernya nggak mau menjalankan Windows? Nah, saran gue pakai aja program Norton GoBack yang bisa mengembalikan kondisi hard disk ke tanggal backup, bahkan kalau komputer nggak mau menjalankan Windows sekalipun! Atau kalau kalian nggak terbiasa menyimpan data di hard disk komputer, sebaiknya pakai program Deep Freeze yang bakal mengembalikan komputer ke kondisi semula (sesuai konfigurasi) setiap kali kita restart/shutdown komputer. Biarpun kalian merusak sistemnya sekalipun, si program berlogo panda ini akan mengembalikannya (saran gue jangan menyimpan kerjaan di hard disk, nanti ikut lenyap!).

Kalau mau melindungi PC pakai antivirus, bisa pakai Norton atau Norman Antivirus. Kalau mau nyoba yang gratisan, gue saranin pakai AVG Free Edition atau Antivir Personal Edition. Oh ya, majalah komputer PC-Media juga menyediakan antivirus khusus virus lokal lho, boleh dijajal tuh!

Nah, itu rekomendasi gue kalo data dan privasi di komputer udah terancam. Semoga sharing ini bisa berguna untuk elo yang mebacanya...
 

Rama Says: 23:29 WIB

 

one year...finally!!!

YEAH!!! It's OUR first anniversary!!! Rama & Yulia / Inuyasha & Kagome has been together for one year!!!

Hehehe, ini memang hari yang istimewa. Biarpun begitu nggak ada hal yang istimewa banget yang kita lakuin. Kita cuma ngobrol bareng di teras rumah Kagome, nge-review apa aja yang udah terjadi setahun ini. Yah, setahun udah lewat, nggak kerasa banget ya...?

So, gimana kalo sekarang kita flashback ke masa2 setahun yang lalu? I believe you also agree, right Kagome?

Waktu itu, setahun lebih sebulan yang lalu waktu pertama kalinya gue ketemu Kagome lewat YM di Yahoo Chatroom, waktu itu dia yang nyamperin gue karena liat ID gue (rama_himura) yang ada sangkut pautnya sama film anime (animasi) Jepang. Di salam pembukaannya dia bilang kalo dia mau cari temen yang sama2 suka anime. ID Yulia yuka_inuyasha (diambil dari anime Inuyasha) sedangkan gue diambil dari anime Rurouni Kenshin/Samurai X (Himura nama akhir dari tokoh utamanya, Kenshin Himura). Waktu itu gue nyeletuk "Wah, suka Inuyasha ya? Aku panggil Kagome aja ya?" For your information, Kagome itu karakter cewek yang berdampingan sama Inuyasha, dan waktu itu Yulia setuju dan mau manggil gue Inuyasha juga. Kita jadi sering chat sampai akhirnya dia tau kalau gue tunanetra, nggak percaya, trus gue telepon, trus yang nerima telepon nangis karena kaget, trus...trus...well, you know it, laah!

Dulu gue sering bikin Kagome kagum karena biarpun tunanetra gue bisa ngelakuin banyak hal yang orang normal sanggup ngerjain. Dulu gue juga terkesan acuh tak acuh -- jarang ngasih perhatian -- karena takut terlalu sayang sampai akhirnya Kagome (gue sebut Kagome aja ya?) ragu sama keseriusan gue. Dulu gue juga sangat bijaksana dan hampir nggak pernah marah sama sekali. Dulu Kagome itu anaknya berisik, bandel, ribut, susah diatur, pemberontak, tapi memang paling dewasa dibanding temen2 sebayanya.

Dari proses dulu menuju sekarang, kita melewati berbagai masa dan pengalaman. Kita pernah berantem hebat, pernah ada dalam masa2 romantis, pernah juga didera serangan "pihak ketiga" yang nggak kalah warna-warninya... Masa2 paling berat adalah waktu Kagome tinggal sama ortu angkatnya, pacaran kita nyaris dibilang "backstreet" dan semuanya serba nggak enak -- suatu kondisi yang sering membuat kita konflik -- sampai akhirnya Kagome memutuskan balik ke rumah ortu aslinya (Hey, it wasn't because of me, but so many reasons!). Masa berikutnya adalah tahap memperkenalkan ortu gue dan Kagome, dan akhirnya saat2 pertautan itupun berjalan dengan baik sampai sekarang -- di mana keluarga gue dan Kagome sudah saling tahu dan menerima dengan baik --. Gue dan Kagome terus berjalan, sampai akhirnya sekarang:

Sekarang gue yang punya banyak kekurangan ini Insya Allah sudah sedikit lebih baik. Sekarang gue yang punya segudang sifat buruk ini sudah dalam proses perbaikan. Sekarang dia yang seperti gue sebutkan dulu sudah berubah jadi lebih pengertian dan dewasa. Sekarang dia juga semakin sayang dan menyayangi keluarga. Yang terpenting, kita berdua sudah semakin mengerti satu sama lain, meskipun nggak sempurna... A great man ever told me that we won't ever stop understanding each other until the end of the day...so, do the best to understand each other...!

Lalu, apa yang paling gue suka dan benci dari Kagome setahun ini?

Yang paling gue benci (duluan aja deh, kan ngikutin pepatah "bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian," hehe): Kalau Kagome lagi bete, kalau Kagome bandel dan susah diatur, kalau Kagome bohongin gue, kalau Kagome ingkar janji, kalau Kagome telat janjian, kalau Kagome nyebut2 + ngenang2 nama orang yang dulu disayanginya, kalau Kagome lebih peduli sama musik yang dia suka daripada musik yang gue suka (hehehe, sering ribut gara2 ini, tapi itu salah gue kok), kalau Kagome kebut2an pakai motor dan berpakaian seronok (this is what makes me VERY VERY VERY VERY VERY A.N.G.R.Y.!!!).

Yang paling gue suka: Kagome yang tampil rapi (berjilbab) dan waktu dia lagi shalat/berdo'a, Rambut Kagome terutama kalau lagi rapi atau habis rebonding, suaranya yang imut dan seksi apalagi kalau mendesah (Ahh...!), penyabar dan pemaaf bwuanget (ini yang bikin gue heran, kok bisa yak!?), manja kayak kucing -- kadang kepalanya suka diselip-selipin di tempat yang hangat dan wangi -- )Lho!?!?), kalau Kagome naik motor bareng gue (ada rahasia khusus dibalik itu, nggak boleh tau!!!), tempe gorengnya yang agak gosong tapi legit, kalau dia lagi jadi gadis penurut, and...yang paling gue suka di atas segalanya adalah kesederhanaan Kagome (butuh penjelasan mendalam tentang itu, can't tell you guys).

But overall, gue sayang Kagome bukan karena hal2 yang gue suka aja, tapi juga untuk hal2 yang gue nggak suka. Jelas kalau kita masih perlu saling memahami dan menghargai pribadi masing2 (lagi proses nieeh!), suka dan tidak suka tentunya harus ada atau hubungan bakal jadi hambar dan nggak sempurna. Dan kalau boleh bilang, gue nggak mau bilang kalau dia ini yang terbaik buat gue. Hanya saja, Kagome sudah jauh melampaui apa yang gue harapkan dari seorang wanita...



Kagome, if you happen to read this, I thank you for EVERYTHING... Thanks for being with me this far! One year, a new record I think (because I have never been in a relationship that long). I believe that you are not the best, but you are splendid!

Rama Says: 22:35 WIB