rabu, 20 september 2006

 

LAGI, CEWEK PENGGEMAR MUSIK GAME!

Wow... *kagum, bagai bertemu peri yang turun langsung dari langit* Satu lagi, gue dapet kenalan penggemar musik game. What makes it special is that...dia itu cewek! Hehehe, memang spesial, karena penggemar musik game cewek itu memang jarang banget, apalagi di Indonesia sini.

So EVERYONE!!! Keep your head up straight and...let me introduce... Dian!!! *wah, moga2 kagak terlalu norak ye*

Pertama kali gue kenal dia dari e-mail yang dikirimnya hari minggu ini. Wah, kaget juga karena Dian ternyata juga kolektor soundtrack game. Cewek...yang seharusnya bilang "nggak ngerti," "musik apaan sih nih?" "nggak enak," dan ungkapan penolakan lainnya terhadap musik game!

Cewek asal Medan yang kuliah di BINUS JAKARTA ini mengaku udah mengoleksi soundtrack game selama kurang lebih tiga tahun (download). Sayang, hobby-nya itu harus tersendat lantaran ia kehilangan koneksi internet super cepet yang pernah didapetnya dari WARNET deket tempat tinggalnya.

Kita berencana mau tuker2an koleksi, dan mungkin kalo bisa juga ketemuan...

This girl remains me to Angeline, pasti udah pada tau kan? Dia itu juga penggemar musik game dan anime yang punya taste of music yang bagus banget. Saking senengnya, gue pernah memberi panggilan khusus buat Angeline, Tiara...

So, Dian, if you happen to read this, aku seneng banget bisa kenalan sama kamu. Mari kita sama2 eksplorasi dunia musik game! "Hey, VGM folks! (ngomong sama kru pesawat VGM Airlines) We've got new passenger here! Make special room for her, okay!?"

Another fairy of video game music has rebornt. So, what should I call her...? Neo Tiara...?

Rama Says: 09:21 WIB

 

format ulang list koleksi soundtrack game

Akhirnya...SELESAI JUGA!!! Suatu pekerjaan yang boleh dibilang "Nggak penting banget gitu loh" buat orang lain, tapi entah kenapa itu jadi sebuah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Well, biarpun kerjaan itu nyita waktu dan tenaga gila2an...

Pasti semua udah bisa nebak kalo liat list koleksi soundtrack game gue;

http://www.ditya.com/ostlist.zip

Yup, BENER BANGET! Gue re-write ulang semua judul di koleksi soundtrack gue itu, ngasih informasi berapa banyak jumlah CD termasuk membetulkan judul album yang kemungkinan salah. Yah meskipun nggak 100% perfect, tapi paling nggak mendekati sempurna seperti listing-nya Secret Squirrel (www.slightlydark.com), si bule kolektor musik game yang...hehehe, punya koleksi lebih dari 15 ribu album! Yup, gue juga pakai listnya untuk referensi... So, kebayang nggak sih gimana gue yang harus nulis ulang hampir 1000 judul album koleksi gue!? *nyengir*

Gue menghabiskan waktu sekitar sehari penuh untuk mendata ulang koleksi musik game gue. Nggak sekedar kopi rekat, tapi seperti gue bilang tadi, menyusun ulang urutannya. Gue berusaha supaya susunannya enak dibaca, alfabetis memang, tapi memang ada pengecualian untuk beberapa album.

Capek...capek banget memang, dan pasti nggak penting banget buat orang lain. But this is the least I can do to provide good result...! Buat yang rutin download listing gue pasti bakal menemukan perubahan disana...so, TAKE A LOOK!!! But, I shall recommend you; DON'T TRY THIS AT HOME!!!

Rama Says: 08:12 WIB

selasa, 19 september 2006

 

dari ruang diskusi detikinet

Sore ini gue lagi nunggu acara diskusi di DetikInet dimulai. Sambil iseng gue tulis dulu diary ini... Well, gotta tell you what will be next!!!

Sebenernya sore ini DetikINET ngadain diskusi yang sifatnya nggak resmi. Siapa aja yang datang? Well, I'll simplify it, intinya mereka2 ini yang sedang mengembangkan teknologi informasi yang pastinya berguna banget bagi masyarakat. Sayangnya, mereka ini terhadang langkahnya oleh peraturan pemerintah yang menurut mereka kurang mendukung kelancaran usaha mereka.

Hadir dalam acara itu salah seorang reporter cewek dari USA Today yang sudah lebih dari 7 tahun nulis artikel tentang IT. Beliau sengaja hadir untuk mengikuti diskusi ini dan pengen tahu sejauh mana orang2 ICT Indonesia sudah berjuang.

Yang pertama angkat bicara adalah Pak Wandi dari organisasi Air Putih. Tau kan? Mereka ini yang pernah membantu korban tsunami di Aceh dengan keahlian mereka di bidang IT.

Untuk pertama kali pihak Air Putih membuat website yang mengurusi masalah Aceh, seperti mendeteksi orang hilang, pembangunan gedung dan instansi pemerintah, dll. Mereka bahkan pernah mengalami "down" untuk servernya karena banyaknya orang yang mengakses dan pengen tau informasi terkini tentang Aceh.

Sekarang mereka telah tumbuh dan banyak memiliki training center. Karena kurangnya sumber daya untuk mengakses IT di Aceh, maka mereka memasukkan resource dari luar, termasuk dari Microsoft. Jadi, orang dapat memberikan report melalui SMS atau langsung dari website.

Setiap orang bisa nanya atau ngasih berita dan informasi tentang tsunami di Aceh. Ini berlaku untuk pengakses internet di seluruh indo lho, keren kan!?

Dalam hal ini mereka bekerjasama dengan BMG, yang memiliki banyak resource untuk mendeteksi tsunami. Lalu mereka akan mengirimkan peringatan kepada pihak Air Putih melalui server, televisi ataupun radio.

Lalu apa sih proyek mereka ke depan? Rencananya mereka bakal membangun sistem yang disebut Early Warning System. Nah, sistem ini bakal secara dini ngasih tau kalo di daerah tertentu akan muncul tsunami. Jadi laporannya via SMS atau online di internet. Bulan ini sistem itu bakal diuji coba.

Setelah Air Putih, dilanjutkan penjelasan dari para ahli VoIP (voice over IP), itu lho...teknologi audio yang membuat kita bisa berkomunikasi telepon via internet! Kalo kalian sudah biasa ngobrol online (audio) pakai Skype, Glophone, atau YM7/8, pasti udah nggak asing deh!

Produk mereka yang katanya open source alias gratis itu disebut VoIP Rakyat. Mereka kepingin mengembangkan jaringan komunikasi ini di sekolah2 atau tempat2 yang berjauhan. Jelas dong, karena akses telepon dengan VoIP jauh lebih murah ketimbang pakai telepon biasa. Sayangnya mereka terganjal lisensi pemerintah. Well, won't tell much about it!

Intinya, diskusi sore ini adalah antar orang2 yang punya pikiran progresif revolusioner (waks, bahasa PKI nich). Mereka ini (termasuk gue) yang sadar betul tentang manfaat teknologi dan informasi dalam kehidupan kita, suatu hal yang implementasinya masih kurang banget di Indonesia.

Contoh paling sederhana aja, di San Fransisco koneksi internet nirkabel alias wireless itu udah gratis, tapi disini...masih jarang hotspot wi-fi dan kalaupun ada layanannya itu masih mahal banget. Soal telepon via internet yang biayanya 10 kali lebih murah dari telepon konvensional aja masih jarang yang tau.

Kalo menurut pendapat gue pribadi, memang keterlambatan ini disebabkan karena ketidak tahuan dan ketidak sadaran orang Indo tentang manfaat IT. "Money is number one," dan itu yang bikin apa2 jadi mahal. Padahal kalo mereka tau gimana keuntungan yang bisa diperoleh (seperti yang udah gue sebutin di atas), gue rasa keuntungan itu akan datang dengan sendirinya.

OK, udah pada puyeng ye? Tenang tenang, diskusinya udahan kok!!!

Rama Says: XX:XX WIB

jum'at, 15 september 2006

 

my childhood's toy

Hari ini orang rumah lagi beres2 gudang, dan seperti biasa gue ikutan nimbrung, berharap menemukan sesuatu yang mungkin udah lama gue cari tapi tertumpuk disana dan terlupakan. Guess what did I find there? Kotak "masa kecil" yang isinya mainan2 gue waktu kecil!!!

"Jangan dibongkar, itu isinya mainan2 Rama!!!" Itu teriakan yang selalu gue lontarkan tiap kali keluarga gue pindahan rumah (terhitung udah 3 kali), waktu nyokap ngepakin mainan2 gue (mobil2an polisi yang bisa bunyi, dll). Well, kalo boleh dibilang mungkin gue ini anak cowok berjiwa cewek kalo soal ngurusin mainan. Kenapa? Karena hampir semua mainan masa kecil gue yang rata2 dioperasikan pakai baterai, itu semuanya gue selalu rawat, termasuk kardus2, manual, bahkan kondisi mainannya sendiri! Nggak percaya? Then, I opened one of my favorite toys I own, POLICE RIDER (mobil2an polisi pakai baterai yang ada sirene dan lampunya).

"Ngiung...ngiung...ngiung...!" WAAH! *seneng* Ternyata masih bisa beroperasi! Setelah gue bersihin sedikit karat di kotak baterai, ganti lampu sirine dan depan-belakang, memastikan nggak ada debu yang mengotori mobil2an itu, dan beli baterai ABC di warung, gue nyoba nyalain tuh mainan. Hmmm, sayang banget karena modul PCB yang untuk mengeluarkan suaranya udah rada rusak, jadi suaranya terdengar serak dan mengerikan. Waktu gue bongkar PCB-nya, ternyata rangkaiannya nggak terlalu rumit (sederhana malah kalo gue bilang), dan kemungkinan nggak terlalu sulit untuk gue memperbaikinya. Tapi demi menjaga keaslian mainan itu gue membiarkannya tetap begitu. Mungkin kalo suaranya udah bener2 mati baru gue ganti pakai PCB yang baru. Dinamonya juga rada macet, dan nggak bakal tertolong kalo kumparan kawatnya nggak diganti, jadi yah dengan berat hati harus diganti. Roda2 dan pemutarnya masih OK, cuma kata ortu gue catnya udah amburadul.

So, what's the point of telling you this? Hehehe, gue nggak bermaksud buka status baru sebagai "kolektor mainan klasik nan antik," cuma ada satu hal yang membuat gue bangga aja, itu terlepas dari "sifat cewek" yang menyebabkan gue jadi pengasih dan penyayang sama mainan2 gue...

Hari ini gue nyoba2 aja, malah boleh dibilang total iseng, masukin merek mobil2an polisi gue itu ke internet. Guess what!? Ternyata merek2 yang gue punya itu termasuk mainan antik yang dijual dengan harga tinggi!!!

Take a look in here, item nomor 13 dan 14 itu PERSIS seperti yang gue punya!

http://www.wisma.com.au/toys-and-dolls.html

Wah wah wah, bisa nggak ye gue jual koleksi gue? Masih 70% working tuh!!!

Rama Says: 22:16 WIB

jum'at, 9 september 2006

 

dari inbox gmail

Ada sebuah e-mail yang masuk ke inbox gue yang gue rasa cukup menarik untuk gue pajang disini. Begini bunyinya...

----------==========----------

dear rama
langsung aja yah. sebenernya gw dah lama kepingin nulis email buat elo tapi baru sekarang gw bisa nulis. mungkin kebalikannya kebanyakan orang yang ngasih pendapat kagum dan simpatik waktu habis ngebrowse situs elo ini, gw cuma mau bilang kalo gw justru kasihan sama elo. kasihannya kenapa? karena setelah gw perhatiin isi dan cerita elo di website ini gw merasa elo lari dari kenyataan dan ga mau nerima keadaan elo kalau elo itu cacat mata maaf kalau omongan gw itu menyinggung. ga ada maksud gitu kok.

gw salut banget, salut karena elo mungkin dah berhasil membangun pandangan dan impian mustahil buat orang yang baca tulisan elo di situs ini. contoh paling nyata itu tentang game. bukannya elo itu cacat mata? kayaknya hal itu bertentangan banget deh sama kenyataannya kalau elo sering nulis tentang game disini. apa itu ga terlalu berlebihan? ga mungkin kan kalau elo yang cacat mata (maaf sekali lagi kalau gw menyinggung) bisa main game yang jelas jelas harus diliat pakai mata? rasanya mustahil banget. gw merasa elo cuma kepingin diterima di lingkungan temen temen elo yang rata-rata hobby main game dan elo nulis apa yang elo denger dari mereka. rama kenapa elo ga nerima kenyataan aja? gw rasa biar elo ga ngomongin tentang game (yang bukan dunia elo) elo masih punya banyak temen dan elo harus terima keadaan elo.

terus soal komputer. lagi lagi elo sukses membangun impian mustahil elo. gw emang sering nonton film fiksi kayak starwars atau star trek yang ada komputer bisa ngomong. tapi itu kan cuma di film? soal situs ini dan tulisan elo dan artikel yang elo tulis di internet atau media cetak (katanya) dan elo yang katanya bisa chatting (katanya), gw yakin elo paling minta tolong orang buat ngetik dan ngedesain semuanya. emangnya tanpa mata elo bisa tau dimana tombol enter tombol angka dll? kayaknya mustahil banget deh. kalau gitu sih semua orang juga bisa. jadi menurut gw ga ada yang spesial tuh.

jadi apa yang gw liat di situs elo ini sama sekali ga bikin gw kagum. kalau gw tutup mata dan minta tolong orang buat nulis terus ngelayout dan nata gambar sana sini dan ngomong hal hal yang gw sebenarnya ga pernah ngalamin gw rasa gw ga ada bedanya sama elo. jadi makanya gw tulis email ini karena gw kasihan sama elo. gw tau kalau elo mau diakui sebagai manusia biarpun elo cacat tapi bukan dengan cara menciptakan hayalan hayalan mustahil kayak gini. gw saranin elo bangun dari mimpi dan hadapi kenyataan aja. biar tulisan tulisan di situs ama artikel elo itu ditulisin orang lain (kalau elo mau ngaku) gw pasti salut dan gw percaya elo orangnya cerdas karena gw bisa tau itu dari kalimat kalimat yang elo tulis.

okay segitu aja. oh ya buat siapapun yang bacain tulisan gw ini untuk rama tolong dibacain ke orangnya supaya dia sadar dan mau merubah semuanya. masih blon terlambat kok.

----------==========----------

OK, itu dia isi e-mail yang gue terima pagi ini waktu ngecek email gue di GMAIL (perhatian buat sang pengirim, gue ngeceknya sendiri tanpa dibantuin orang lain). E-mail yang subyeknya "untuk ramaditya tolong dibaca" itu betul2 menarik perhatian gue. Terus terang gue kaget banget, karena ini untuk pertama kalinya gue nerima e-mail dengan isi yang seperti ini. Setelah gue baca berulang-ulang, gue merasa tertarik buat ngasih jawaban dan majang e-mail itu di diary online ini. Gue sudah siapkan jawaban untuk e-mail ini (well, dengan ekspresi muka senyum2).

Pertama-tama gue ucapin TERIMA KASIH (gue tau kalau kata "terima kasih" yang gue tulis barusan huruf besar semua, karena sebelum ngetikinnya gue pencet tombol CAPSLOCK pakai kelingking tangan kiri) atas perhatiannya. Gue sama sekali nggak tersinggung, malahan gue senyum2 sendiri waktu baca e-mailmu ini. Kok senyum? Karena setelah gue perhatiin, mungkin kamu menulis tanpa ada bekal pengetahuan yang cukup tentang "siapa tunanetra itu" dan bagaimana perkembangannya. Khususnya menyangkut diri gue dan situs ini.

Mengenai pengetahuan kamu tentang orang cacat penglihatan, mungkin kamu belum tau kalau orang buta/tunanetra itu digolongkan dalam dua bagian. Yang pertama itu "TOTALLY BLIND" alias buta total (pandangan gelap, nggak bisa liat apa2 jadi jangan ditanya tentang cewek cakep, nggak bakalan tau). Yang kedua adalah "LOW VISION" atau bahasa jawanya "RABUN AKUT," yang satu ini masih bisa memfungsikan matanya meskipun nggak sempurna, tingkatannya pun beragam -- ada yang masih bisa liat tapi obyek tertentu nggak kelihatan, ada yang cuma bisa liat warna atau bayangan doang, dll. Itu kenapa penyandang LOW VISION jarang terdeteksi, padahal mungkin banyak sekali tersebar di sekolah2 atau kantor2. Nah, pengetahuan yang kurang di negeri kita ini adalah anggapan bahwa semua orang buta itu sama sekali nggak bisa liat apa2, itu salah. Gimana dengan gue? Nah, gue masuk kategori LOW VISION, kira2 gue bisa memfungsikan mata gue 10% (cuma bisa liat warna dan bentuk, meskipun nggak jelas -- cewek cakep dan duit mahal bisa juga keliatan, hehehe).

Now, on to the game topic. Soal tulisan2 gue tentang game...waduh, gimana ya? Gue merasa nggak pernah berusaha "jadi orang lain" hanya demi untuk supaya diterima di lingkungan dan dapet banyak temen. Apa yang gue tulis adalah apa yang gue tau dan rasain. Waktu masih kecil, gue memang main game. Penglihatan gue yang 10% itu masih bisa membantu gue main game2 yang dulu itu di mesin game Nintendo 8 bit, Sega Genesis/Mega Drive, dan Super Nintendo (era game 2D). Meskipun nggak jelas dan gue nggak tau detail2 dalam game2nya, tapi gue masih bisa ngebedain bentuk karakter jagoan dan musuh (contohnya gue bisa tau mana karakter jagoan gue dan mana peluru musuh yang menyerang), dan gue masih bisa menikmati game2 2D (at least 70%) pada era itu. Kalau game yang berbasis teks (RPG), kebetulan gue pernah diajarin abjad, jadi gue tau bentuk2nya dan untuk teks yang nggak terlalu kompleks gue masih bisa baca )mata ditempelin ke monitor). Tapi waktu era PS dkk yang game2nya udah 3D, penglihatan gue udah KO dan gue paling cuma main game berantem doang yang karakternya gede2 dan gampang dilihat.

Persoalan kedua adalah bagaimana gue mengoperasikan komputer. Wah, gimana ya? gue nggak tega kalau harus menanyakan ini ke kamu. Tapi, gue tetap harus menanyakannya... Ehm, maaf...kamu itu lahir tahun berapa ya? Masak sih nggak ngikutin perkembangan teknologi canggih saat ini? Gue sama sekali nggak berbohong tentang komputer yang bisa ngomong (bahasa sederhananya). Gue pakai program pembaca layar yang bisa bacain teks atau obyek yang muncul di monitor PC, termasuk e-mail, website, teks (dokumen, spreadsheet, PDF, HTML, dll), dan bahkan gue bisa ngobrol via messenger (YM, Skype, MSN, dll). Coba buka situs www.freedomscientific.com dan cari informasi tentang program bernama JAWS. Itu program yang gue pakai. Orang2 buta di luar negeri udah banyak banget yang memanfaatkan teknologi ini -- ada yang jadi penulis, programmer, musisi, dll. Wah, gue nggak bisa bayangin gimana bingungnya kamu kalo bisa ketemuan sama mereka.

Tentang tulisan2 gue dan artikel2 gue...well, gue akui memang kalau gue nggak lepas dari bantuan orang lain, pastinya dong! Tapi bukan berarti gue nggak bisa mengerjakannya sendiri, dan apa2 harus selalu minta bantuan orang lain. Believe me that I am working on my website by myself.

Do I face reality? Of course I do! Gue menerima kenyataan dan kondisi gue yang cacat ini. Karena tau kalo hidup gue bakal susah banget, makanya gue harus bertahan. Gimana caranya? Ya memanfaatkan kesempatan yang ada, salah satunya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang 80% jadi penyokong kehidupan gue sekarang. Kamu memang bener tentang khayalan2 yang nggak baik kalau terlalu banyak dilambungkan, tapi percaya...gue selalu berusaha mewujudkan semua itu jadi kenyataan, karena dari mimpi2 dan khayalan2 gue, gue pun masih bisa berpikir logis untuk memilah mana yang bisa diwujudkan, mana yang bertindak sebagai motivator dan penyemangat, dan mana yang sekedar fantasi untuk dinikmati.

Hmmm, gini aja. Bagaimana kalau kita ketemuan? Karena gue percaya jawaban gue untuk e-mail kamu ini nggak akan pernah memuaskan sebelum kamu melihatnya sendiri. Dengan senang hati gue akan peragakan gimana gue main game (blind style), ngedesain website ini, dan...mengetik 45 kata dalam waktu satu menit. Gue jamin kalo omongan gue ini 100% jujur! Kalo masih nggak percaya juga, I believe I have hundreds of friends which are willing to tell you about me.

Oh ya, gue juga punya pesen buat kamu... There is nothing impossible while we're still alive, and miracle exists in every piece of dream you are building... If we cannot make a perfect dream, why don't we build a perfect reality from little dream God has given to us? If we cannot find miracle, why don't we create miracle by ourselves? If you cannot get both of them, just trust me that they exist... Mungkin ini salah satu tujuan Allah kenapa gue dilahirkan dalam keadaan cacat. Supaya gue bisa membuka mata mereka yang berpandangan bahwa hal2 mustahil itu selamanya akan mustahil.

Satu kalimat penutup; gue memang bukan orang yang spesial atau luar biasa, mungkin itu cuma pandangan orang aja. I am living just the way it should be...

PS: Buat penulis e-mail yang gue rahasiakan namanya (she's a girl, if you want to know her badly) gue baca dan tulis balasan untuk e-mail kamu langsung, sendiri, tanpa bantuan dan perantara orang lain...

senin, 4 september 2006

 

e-mail client portabel

Pagi ini baru aja download e-mail client THUNDERBIRD PORTABLE dari Mozilla (cari sendiri situsnya ya, males nulisnya nih). Kalo boleh dibilang, ini versi rampingnya Thunderbird yang nggak perlu instalasi dan bisa dibawa kemanapun.

At least, sekarang gue punya e-mail client yang lebih baik ketimbang Outlook, soalnya pembaca layar gue suka ngaco kalo ngejalanin program itu. Yah, meskipun nggak terlalu aksesibel, tapi ini lebih baik! Waktu gue pakai Outlook, kalau download e-mail suka error dan nggak sukses. Sangat disayangkan, padahal udah banyak orang yang pakai Outlook dan pembaca layar gue mendukung program itu (kecuali untuk pembacaan yang ngawur banget).

Buat yang suka kemana2 dan selalu harus buka e-mail dari server, gue saranin pakai klien ini karena bisa disimpan di Flash Disk (cuma 7 MB kok). Buat tunanetra yang pakai pembaca layar JAWS, kalian harus sering mengaktifkan mode JAWS cursor (simulasi mouse) untuk beradaptasi dengan program ini.Rama

Rama Says: 09:23 WIB

minggu, 3 september 2006

 

future

"Apa artinya titel S1 tanpa pekerjaan?" Well, itu mungkin salah satu kalimat kecil yang gue anut. Pada kenyataannya emang begitu sih. Tapi gue nggak akan ngomong lebih jauh tentang itu, tapi tentang apa yang gue lakukan untuk mengantisipasi hal itu.

As you know, kalau sekarang gue punya beberapa kerjaan sampingan selain kuliah yang Insya Allah tinggal nunggu sidang doang. Karena gue tau kalo gue nggak punya dasar pengalaman kerja, setelah lulus nanti gue bakal kesulitan dapet kerjaan, apalagi dengan kondisi kecacatan gue ini.

Sebenernya motivasi gue untuk freelance bukannya untuk sekedar seneng2 atau membackup kalo2 gue lulus nanti. Yah dulu memang, gue bisa menghabiskan gaji untuk hobby gue ngoleksi soundtrack musik game (beli CD original). Tapi sekarang lain kenyataannya. Kondisi perekonomian keluarga yang lagi sulit, lalu menghadapi salah satu rencana masa depan gue (mempersiapkan...ehm, pernikahan) membuat pekerjaan freelance itu jadi pilihan yang nggak terhindarkan. Gue rasa elo semua udah tau kondisi ini.

Well, gue nggak bisa terus membebani ortu gue yang lagi kesulitan, dan gue ingin sekali bisa meringankan beban mereka meskipun gue belum lulus kuliah. Selain itu, gue juga nggak bisa berpangku tangan melihat keadaan keluarga Kagome (kalo ngikutin ceritanya pasti udah tau). Meskipun memang bukan sebuah kewajiban dan gue nggak boleh membantu secara penuh, tapi rasa kemanusiaan gue selalu menjerit manakala mereka butuh bantuan. Yang terakhir, ya kebutuhan sehari2 gue (ongkos jalan, online di WARNET, dll).

So, dengan membangun networking sebanyak mungkin dari sekarang, gue berharap setelah lulus nanti gue sudah matang. Atau pahitnya, gue tinggal minta/mohon/memelas kerjaan dari koneksi2 gue, hehehe. Kalo kebetulan ada koneksi gue yang sempet baca tulisan gue ini, mohon jangan dianggap gue ini memelas belas kasihan. Yah, gue mau kalau gue memang nanti sempat dikasih kerjaan, gue bisa masuk juga karena skill yang gue miliki. I wish everything would be better...!

Rama Says: 13:19 WIB