rabu, 20 desember 2006

 

ini aku

Ini aku, berjalan di atas tanah legenda yang terus bernyanyi. Sepoi-sepoi, simfoni angin membelai wajahku yang penuh guratan nada, bertabur bintik-bintik salju yang gemericik, turun menetes dari langit. Aku terus berjalan menyusuri jalan pelangi, di atas tanah legenda tempat nyanyian hidupku berkelasi.

Di pinggangku terselip pedang semangat yang berwarangkakan keyakinan. Sebuah senjata yang jadi pamungkas dalam pengembaraanku di tanah legenda yang terus menyanyikan kelasi.

Aku berjalan, tegap, terus maju ke depan. Sepoi-sepoi angin terus menyapu, berduet dengan rintik salju yang terus mengguyur bumi. Putih seluruhnya, seputih cinta suci yang menyelimuti tubuhku.

Aku, tanah legenda, dan nyanyian hidup... Semua akan terus berjalan... Sampai tiba saatnya simfoni hidup temukan henti..

selasa, 19 desember 2006

 

album musik game terbaik 2006 ala ramaditya

Christmas is about to come, though I ovbiously do not celebrate it anyway... Nah, salah seorang temen yang katanya "mau memborong musik game" minta gue untuk memilihkan album musik game apa aja yang bisa dia beli (he's now in Japan anyway). So, jadi kepikiran untuk menuliskannya disini, in case, ada di antara kalian yang memutuskan untuk berburu musik game sebagai perayaan akhir tahun. So, gue coba merekomendasikan beberapa album yang mungkin bisa jadi pilihan. Oh ya, list di bawah ini nggak termasuk album2 berseri kayak Final Fantasy, Valkyrie Profile, etc dll -- karena gue yakin sebagian besar orang menganggapnya album yang bagus, jadi nggak perlu direkomendasikan lagi, kan? Plus, gue capek nulisnya he he he!

Btw, rekomendasi ini bukan berarti gue ngerti banget tentang musik game, loh. Gue cuma berusaha menyaring album2 musik game mana aja yang menurut gue menarik, dan sekali lagi...ini menurut gue. So, kalo kalian punya opsi lain, that will be fine! Gue juga kasih katalognya, jadi biar gampang mencarinya. Katalog itu juga berguna kalo kalian mau mendownload atau request ke pemilik album musik game yang lain. Kalau kalian mau beli online, coba lewat situs ini!

http://www.vgmworld.com

OK, here it goes!!!

ABSOLUTE AREA -project Thunder Force VI- (FNAG-0004(: Kalau kalian suka musik game bertempo cepat, bernuansa "ajep-ajep" dan seru abis, coba deh yang satu ini! Ilustrasinya, Thunder Force itu game tembak2an dengan pesawat tempur, so you can imagine it! Yang jelas, gaya musik techno dan suara gitar mendominasi album ini.

Blue Dragon Original Soundtrack (SVWC-7428~9(: Kalian pasti kaget kalau tau album ini digubah oleh Nobuo Uematsu. Yes, he's back with his classical style, of course! Tapi bukan itu yang mengejutkan, melainkan game ini ternyata dirilis untuk konsol Microsoft XBox 360! Wah, nggak salah tuh Mas Nobuo bikin musik game untuk konsol game luar Jepang? Tapi itu nggak masalah, karena begitu dengerin album ini, gue tetep bisa menikmati ciri khas musik ala Uematsu. Instrumentasinya bagus, dan unsur orkestra mendominasi disini. Ayo, siapa mau coba?

Bumpy Trot Original Soundtrack (KDSD-00075(: Wah, judulnya lucu amat! Sayang gue nggak tau dari game apa ini, tapi musiknya nyantai dan ear-catching. Instrumentasinya emang biasa2 aja, tapi paling asyik didengerin waktu santai. Perkiraan gue ini dari game simulasi deh.

Game Sound Legend Consumer Series "Estpolis Biography Sound Track" (SCDC-00486~89(: Kalian ingat RPG berjudul Lufia? Dulu terkenal di konsol SNES, dan musik2nya epik banget. Memang agak sulit menggambarkannya, tapi kalo kalian suka petualangan klasik ala ksatria, penyihir, dll -- kalian bakal suka. Dulu album ini pernah dirilis dan termasuk barang langka. Thanks to Scitron Digital Content, studio ini mencetak ulang album ini, dan sekarang terdiri dari 4 CD (semua musik Lufia ada disini).

Legend of Game Music ~CONSUMER BOX~ (SCDC-00497~506): Huehehe, mungkin cuma gue deh yang menganggap ini salah satu album musik game terbaik tahun ini (baca: sebagai pecinta musik game klasik). Ada 9 CD plus 1 DVD berisi musik2 game klasik yang langka banget, termasuk dari konsol Sega Game Gear, Sega Mega Drive, MSX, dll. Remember, kalo kalian nggak suka musik2 game tempo dulu sebaiknya menghindari yang satu ini, karena gue sampai menghabiskan 1,5 juta untuk mengimpornya (gue rasa udah sering cerita deh).

Motoi Sakuraba Live 2006 -Valkyrie Profile 2- (KDSD-00113): Siapa sih yang nggak kenal Motoi Sakuraba, jagonya main MIDI Keyboard dan punya gaya musik progresive rock yang "gile bener?" Siapa juga yang nggak suka game Valkyrie Profile 2 yang semua musiknya digarap doski. If so, grab his concert album right away! Oops? gimana dengan Valkyrie Profile 2 series? Wah, nggak baca keterangan gue di awal ya? Beli aja deh, males nulisnya neeh!!!

Okami Original Soundtrack (CPCA-10166~70): Kalo kalian nyari album musik game bernuansa Jepang sekelas Onimusha, Samurai Shodown atau Ninja Gaiden, nggak salah deh kalo menjatuhkan pilihan ke album ini. Di beberapa forum musik game, Okami Original Soundtrack bahkan disebut-sebut sebagai salah satu album musik game terbaik yang pernah ada. Di dalamnya, kalian bisa nikmatin harmonisasi gabungan musik tradisional Jepang yang dipadu sama musik masa kini. Jujur, gue pun mengakui kalo gue ngefans sama album ini. Tapi harganya memang rada mahal, sekitar 4800 yen Jepang, tapi worth a purchase, soalnya terdiri dari 5 CD.

Project Sylpheed Original Soundtrack (SQEX-10080): Satu lagi album musik game untuk game terbaru Square-Enix, Project Sylpheed. Banyak nama baru yang menggarap album ini, tapi kalian pasti akrab dengan Junya Nakano (Front Mission, Saga Frontier, dll), komposer kawakan Square-Enix yang terkenal dengan gaya musiknya yang rada upbeat. So, assuming that this is a strategy game, sebagian besar lagu2nya seru dan menegangkan, hampir mirip Metal Gear Solid. Nuansa orkestra juga digabungkan, jadi atmosfernya lebih beragam.

Wild Arms Complete Tracks (KICA-1389~90): Suka musik game gaya "cowboy" gubahan komposer cewek Michiko Naruke? Nah, kali ini doski melempar album terbarunya (nggak juga dibilang baru sih) yang berisi seluruh musik yang ada di game seri pertama Wild Arms. Buat kalian yang nyari2 sisa lagu yang kurang dari soundtrack Wild Arms yang dirilis dulu, coba deh dapetin album ini, ada 2 CD komplit berisi semua track!

Xenosaga Episode III Original Sound Best Tracks (VICL-61975~6): Lagi2 seri game Xenosaga yang ketiga ini musiknya dikerjakan oleh komposer cewek legendaris, Yuki Kajiura. Kali ini Kajiura banyak memasukkan gaya musik orkestra, dan ... well, betul2 menyatu dengan alur cerita/scene yang disajikan. As for my personal experience, kadang gue merasa tegang, damai, bahkan hampir nangis karena tersentuh... So, untuk fans Xenosaga, dan tentunya fans Yuki Kajiura, rugi banget deh kalo sampai melewatkan yang satu ini!

kamis, 14 desember 2006

 

jalan-jalan bareng mobile magazine

Temans, satu lagi pengalaman baru yang nggak bakal gue lupain. Setelah HotGame, Mitra Netra Online, Bekasi Kini, Nova, dan DetikINET, tahun ini gue diajak gabung di salah satu free magazine. Namanya Mobile Magazine, majalah yang khusus membahas tentang teknologi informasi -- khususnya gadget -- yang diedarkan gratis di kafe2. Jadi konsumsinya untuk kawula muda, atau mereka yang merasa dirinya punya gaya. Oops? Salah nggak ye?

Minggu ini, gue diajak tim Mobile Magazine jalan2 ke Bandung untuk menghadiri salah satu acara yang mereka garap, XL 3G Share Experience. Yup, kalo liat dari namanya kalian pasti bisa menduga kalo Mobile Magazine menggandeng operator seluler XL untuk ngadain acara bagi2 pengalaman tentang 3G ini. Acara ini sebelumnya udah pernah digelar mereka di Jakarta, tepatnya di EX Plaza tepatnya tanggal 5 Desember 2006.

Well, gue menganggap ajakan jalan2 ini sebagai tanda resminya gue bergabung di majalah gadget ini, meskipun menurut keterangan redakturnya, Pak Eko Kuntadhi, gue baru resmi ikut jajaran tim mulai Januari 2007 (meskipun artikel gue udah mejeng bulan Desember ini). OK, sebelum mulai ikut tour singkat dari gue, gue perkenalkan dulu deh siapa aja anggota tim Mobile Magazine yang menemani gue bertualang di Bandung!

Eko "The King of the Gang" : Ini nih gembongnya Mobile Magazine yang bertanggungjawab atas semua tulisan yang masuk. Semua staff -- termasuk gue -- boleh aja ngocol, sabet sana sabet sini seenak jidat. Tapi kalo Pak King of the Gang udah ambil keputusan, wah...gue sangsi deh kalo gue pribadi berani melawan (nggak babak belur aja udah syukur, hehehe) iya kan, Mas!?!?

Eddy "The Maiden" : Huehehehe, kok gue kasih julukan "The Maiden" sih? Padahal cowok yang bertugas di bagian pemasaran Mobile Magazine ini punya suara ngebas dan patut diacungi jempol tangan dan kaki sebagai cowok tulen. Alasannya tak lain dan tak bukan adalah karena beliau yang paling sering membantu gue waktu di Bandung, dari soal2 sederhana seperti menuntun sampai melayani makan, sampai urusan curhat dan ngobrol. Kata rekan2 yang lain, beliau ini lahir untuk melayani, so I came out with that name... Wah, Pak Eddy, semoga saat membaca tulisan ini bapak sedang tidak bersolek di depan cermin, membayangkan seperti apa bapak kalau punya tampang Maiden, huehehehe!!!

Taufik "The Girlcatcher" : Cewek mana sih yang bisa lolos dari jepretan kamera fotografer Mobile Magazine ini? Dengan kamera mahalnya (sumbangan dari vendor deh kayaknya), dia siap meliput semua aktivitas dan menuangkannya dalam bentuk grafis. Wah, ternyata dalam soal bersaing cowok yang atu ini kagak mau kalah, loh! So, buat para cewek, kalo sempet ketemu dia, siap2 aja tersepona ketika kameranya menyapu habis tubuh kalian!

Yogi "The Stear" : Kenapa gue kasih julukan ini? Karena diaah yang selama di Bandung ini memandu kita jalan2 kemana-mana. Ayo, mau tour kemana, tinggal bilang sama cowok yang sering banget nyengir ini! Semua jalan dan tempat dihafalnya, bahkan waktu nyasar (salah jalan) dia bilang kalo itu adalah shortcut.

Dwi "The Sage" : Kalau boleh gue bilang, cowok ini yang paling arif bijaksana di antara kami2 semua. Sejauh yang gue tau, dia ini yang paling menarik perhatian gue dalam soal perencanaan bisnis dan strategi meraih keuntungan. Lebih tepatnya, dia yang menurut gue paling bisa mencerna berbagai rencana cemerlang yang keluar dari kepala rekan2 Mobile Magazine. Sayangnya, The Sage yang satu ini jadi kurang bijaksana kalo sudah berhadapan dengan makanan di meja makan. Wah, kenapa, Oom? Bingung ya? Perlu bikin listing apa yang harus dimakan?

Mori "The Machine Gun" : Nih orang paling tepat deh kalo disandingkan dengan Mas Dwi. Sejak pertama gue ketemu, berbagai ide2 cemerlang terus memberondong dari mulutnya, nggak ada habis2nya ide2 itu mengalir. Dia bahkan sempat jadi penterjemah (baca: nggak brenti2) waktu kita nonton film yang gue nggak bisa liat apa adegannya. Satu komentar gue untuk cowok yang umurnya beda 2 tahun ama gue ini: wah wah wah nggak nyangka kalau Mori bisa sehebat itu (positif dan negatif).

Yasir "The Motherbrain" : Nah, dia ini nih otak di balik struktur situs www.3g-indonesia.com yang sekarang dipakai Mobile Magazine untuk menyebarkan versi digital dari majalahnya. Seperti julukan yang gue kasih, dia ini yang ngerti banyak tentang TI. Special thanks goes to him, makasih buat software pembersih registry-nya, manjur tuh, Mas!

Ramaditya "The Newcomer" : "Ampun, Oom! Sya anak baru, jangan diajarin yang macem2, ya, Oom!"

---------



Acara jalan2 dimulai hari Senin (11), dan gue meluncur ke markas besar Mobile Magazine di daerah Tebet. Liat foto di atas? Itu diambil waktu gue disana. Setelah ngobrol2 sebentar menunggu semua anggota lengkap, kita berangkat sekitar jam 7 malam.

Selama perjalanan, obrolan jadi tambah intensif. Sambil menghabiskan berbungkus-bungkus makanan ringan dan minuman, kita sharing pengalaman. Disini gue banyak cerita tentang gimana "tunanetra masa kini" itu. What I mean is, tunanetra yang ingin sedikit memperbaiki taraf hidupnya dengan menekuni bidang teknologi (seperti yang gue lakukan). Gue juga banyak cerita gimana caranya gue berinteraksi dengan orang lain, termasuk gimana gue mengatasi masalah2 yang timbul karena hilangnya penglihatan gue. Intinya, gue memaparkannya sebagai hal yang biasa, tapi luar biasanya, rekan2 merasa pandangan mereka tentang tunanetra jadi berubah. Positive all around? Tunggu aja sampai kita sampai di Bandung!

Sekitar jam 10 malam akhirnya kita masuk Bandung dan tiba di hotel New Sanyrosa (wah moga2 kagak salah tulis) di daerah Setiyabudi. Kami ngak langsung tidur, tapi pergi makan keluar dan mampir sebentar ke Score! Ciwalk, tempat dimana acara XL dan Mobile Magazine bakal digelar besoknya. Awesome music performance and drink, itu yang bisa gue gambarin malem itu. Saking menikmatinya gue sampai2 mau ngajak melantai barmaid yang ada disitu, Oops!?



Acara resmi XL 3G baru digelar keesokan harinya. Can't tell you everything, tapi yang jelas disini gue banyak ketemu orang2 penting dalam dunia telekomunikasi, termasuk petinggi XL dan beberapa pemuka content provider di Indonesia (fotonya masih sama Mas Taufik, unfortunately). Di hari ini gue juga berkesempatan meraba langsung alat2 3G seperti data card untuk melakukan koneksi 3G lewat laptop (video calling, internet connection, etc). Ada juga data card HSDPA untuk melakukan koneksi internet dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi, tapi alat ini masih belum di-launch XL. As for the audience, kebanyakan dari mereka tenang2 aja dan nggak terlalu banyak pertanyaan, tapi mereka betul2 menikmati acara ini karena MC dan pembicaranya asyik dan mampu membawa suasana yang santai, ditambah lagi atmosfer Score! Ciwalk yang nyaman banget.



Another success done by Mobile Magazine, I suppose, dan kita merayakannya dengan makan malam di The View -- jangan tanya daerah mana itu. Yang jelas itu rumah makan yang asyik banget, dan gue tergila-gila sama spring chicken yang jadi andalan rumah makan itu. Disana kita ketawa sepuasnya, and there it goes, salah satu paradigma tentang tunanetra yang mereka akui betul2 berubah. Mereka bilang, "how can Rama know about forbidden stuff and all that?" Huehehe, sorry nggak gue pertegas karena ini sensitif banget, tapi rekan2 Mobile Magazine pasti tau apa yang gue maksud. Itu ada hubungannya dengan kalimat gue yang menyatakan, Bandung itu seperti surga... *grin*



Di hari terakhir, tepatnya setelah sarapan, kita check out dari hotel dan jalan2 keliling Bandung. Nggak banyak yang kita beli, tapi setidaknya banyak rencana dan harapan yang dibawa Mobile Magazine. Selain rencana untuk berekspansi ke wilayah Bandung, mereka...or should I say, kami, akan membuat gebrakan2 gila lainnya di tahun mendatang... What it will be? Time will answer...!

jum'at, 1 DESember 2006

 

LAGU BARU

"Rama, kok nggak pernah buat lagu lagi sih?"

Hehehe, pertanyaan itu yang sering gue terima via e-mail, karena memang halaman koleksi musik yang gue buat jarang banget kena sentuh alias di-update. Menanggapi hal itu, alhamdulillah akhirnya gue berhasil membuat 2 lagu dan meng-update halaman musik buatan gue. But before you go there, ada beberapa hal yang mau gue sampaikan, boleh kan?

*> Pertama, gue mau menjawab pertanyaan di atas. Sebenarnya gue tetep buat lagu, tapi nggak semuanya gue pajang di situs ini. Selain karena kapasitas hosting yang nggak memadai, ini juga ada hubungannya dengan soal hak cipta (wah, ketakutan dibajak nih, padahal gue yakin kagak ada yang sudi ngebajak lagu buatan gue, he he he). Karena, memang bukan hanya gue sendiri yang menggarap lagu2 itu, juga ada saudara Ferry Muliawan yang bertugas mengaransemen lagu2 buatan gue (baca: supaya instrumentasinya lebih bagus). Jadi, mau nggak mau lagu itu juga menjadi hak cipta beliau. Jadi, gue perlu pertimbangkan masak2 apakah gue mau memajang atau nggak. Plus, yang gue pajang disini bukan versi utuh, melainkan bagian lagu yang sudah dipotong. So, mohon dimaklumi!

*> Nah, kali ini 2 lagu yang gue pajang adalah buatan gue dan hasil aransemen Ferry. So, please give him a credit, dan kalau kalian tertarik memberi "job" then you can contact him... Mengenai deskripsi lagu2nya bisa langsung dibaca di halaman download.

*> Udah nggak sabar kepingin denger? Silahkan klik link di bawah ini (2 lagu terbaru ada di bagian atas).

Ramaditya's Music Works

Rama Says: 10:55 WIB

 

HEBOH HARI PENYANDANG CACAT!

Bulan Desember ini, seluruh dunia merayakan hari penyandang cacat. Di Jakarta sendiri, sudah dua minggu dibuat "heboh" karena kegiatan2 perayaannya sendiri memang semakin "bermutu."



Tanggal 29 lalu misalnya, diresmikan "Pojok Tunanetra" di perpustakaan DEPDIKNAS (Sudirman, Jakarta). Fasilitas ini memungkinkan teman2 tunanetra menikmati akses perpustakaan. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikel yang gue tulis untuk detikINET lewat link berikut ->

Untuk Tunanetra, DIKNAS Sediakan Perpustakaan Digital

Lain lagi dengan biro layanan Laetitia. Mereka yang lebih fokus ke pelayanan sosial itu mengadakan kampanye langsung dengan mengajak serta rekan2 penyandang cacat untuk berekreasi di Dunia Fantasi (DUFAN). Acaranya seru banget, karena hampir seratusan penyandang cacat bermain bebas disana dan tentu aja gue ikut serta.

Special thanks goes to Kagome, yang udah nemenin gue berekreasi disana.



Yang terakhir, yang nggak kalah hebohnya adalah kompetisi komputer "The First National Computer Camp for the Blind." Karena momen ini yang paling heboh, jadi gue akan rekatkan langsung tulisan gue tentang acara itu disini!!!

---

Minggu lalu, sebuah kompetisi komputer bertajuk "The First Computer Camp for the Blind" digelar di Jakarta, tepatnya di auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Thamrin, Jakarta. Hebatnya, seluruh pesertanya adalah tunanetra! Tak heran jika kompetisi unik ini telah menyita perhatian lebih dari 60 media pemberitaan, yang secara langsung ikut meliput acara tersebut.

Kompetisi ini melibatkan 100 orang "jago-jago TI tunanetra" dari berbagai daerah di Indonesia yang telah diseleksi Yayasan Mitra Netra. Mereka berasal dari
JABODETABEK, Bandung, Yogyakarta, Makasar, dan Payakumbuh.

Dalam kesempatan itu, penulis (tunanetra) mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari, terhitung 23 s/d 24 Nopember 2006.

PERSIAPAN DAN LATIHAN

Keseratus peserta tiba di lokasi kompetisi sekitar pukul 07:00 WIB, lebih awal 2 jam sebelum acara resmi dimulai. Rencananya peserta akan melakukan latihan awal dan pengenalan notebook yang nantinya akan digunakan untuk berkompetisi.

Sayangnya, tim teknisi (gabungan relawan Yayasan Mitra Netra dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia) melaporkan bahwa keseratus notebook
masih belum siap. Itu artinya peserta belum dapat menggunakannya dan terpaksa harus menunggu beberapa saat.

"Dari 100 buah notebook yang dikirimkan pihak penyelenggara, ternyata ada sekitar 40 unit yang masih kosong, sehingga kami harus memasang sistem operasi dan
pembaca layarnya terlebih dahulu," jelas Nurichsan, KABAG Unit Penelitian dan Pengembangan Yayasan Mitra Netra yang bertugas menangani keperluan teknis dalam acara ini.

Keadaan ini tentu saja mencemaskan sebagian besar peserta. Ada yang notebook-nya belum dipasang program pembaca layar, ada pula yang aplikasi Office-nya bermasalah, bahkan tiga dari seratus notebook belum terinstall sistem operasi sama sekali.

Hal tersebut juga dialami penulis, yang terpaksa mengalah dan menukar laptop agar dapat digunakan peserta lain, sementara penulis memasang sendiri sistem operasi dan pembaca layarnya.

KOMPETISI KOMPUTER

Setelah peresmian acara yang dilakukan oleh Deputi Menteri Riset dan Teknologi (Ristek) Dr. Ir. Richard Mengko, kompetisi komputer untuk tunanetra itupun segera dimulai.

Sesi pertama adalah perlombaan mengetik cepat dengan aplikasi MS-Word. Disini, peserta harus menyalin sebuah naskah puisi braille ke dokumen MS-Word. Selain
kecepatan, peserta dituntut untuk mengetik tanpa melakukan kesalahan.

"Srrrrrttt! Tik, tak, TAB, ENTER!!!" Bak penari balet di atas panggung, jari-jemari peserta berlompatan di atas keyboard dengan lincahnya. Sesekali jari-jari itu membaca teks braille di kertas, dan beberapa saat kemudian sudah berpindah kembali ke keyboard.

Dengan berbekal sedikit kemampuan mengetik 10 jari, penulis pun berusaha dengan segenap kemampuan, berharap dapat mengungguli peserta lain. Namun, ternyata masih banyak peserta yang jauh lebih unggul, bahkan penulis sendiri tidak berhasil memboyong satu pun hadiah yang diberikan.

Sebagai perbandingan, penulis menghitung jumlah kata yang diketik dengan benar pada dokumen milik juara pertama (Firman, Makasar). Dalam waktu 10 menit, penulis berhasil mengetikkan 800 kata, sementara Firman berhasil mengetikkan 1050 kata.

Pertandingan berikutnya adalah menghitung laba-rugi menggunakan MS-Excel. Disini, pembawa acara membacakan soal, dan peserta diminta menyelesaikan soal itu
dengan menggunakan rumus perhitungan yang telah diajarkan. Kompetisi ini tidak berlangsung lama, karena rata-rata peserta telah terbiasa dengan materi ini.

Sayangnya, beberapa peserta terpaksa tidak dapat mengikuti kompetisi ini karena notebook-nya "hang." Hal ini dikarenakan spesifikasi notebook yang tidak sama, dan kerja program pembaca layar yang haus memori.

Setelah istirahat sebentar, acara dilanjutkan dengan lomba menterjemahkan arti kata Inggris-Indonesia/Indonesia-Inggris dengan menggunakan Mitra Netra
Electronic Dictionary (Meldict). Meldict sendiri adalah sebuah aplikasi kamus elektronik yang dibuat oleh Yayasan Mitra Netra, yang tentunya lebih mudah
digunakan oleh tunanetra.

"Aduh Mbak, Meldict saya hilang!" Terdengar teriakan panik dari salah seorang peserta, tepat satu detik setelah kompetisi Meldict dimulai. Rupanya, ia tak
dapat menemukan Meldict yang hendak dipakainya untuk menterjemahkan soal yang diberikan. Program itu menghilang dari hard disk tepat setelah sang peserta me
-restart notebooknya. Olala, apa yang terjadi!?

Mendengar keluhan itu, dua orang teknisi segera berlari menghampiri dan memeriksa laptop sang peserta. Ternyata, laptop yang dipakainya menjalankan software
Deep Freeze, sebuah piranti lunak yang akan mengembalikan kondisi hard disk seperti baru (belum di-install apapun). Kontan saja sang peserta tak dapat
menemukan Meldict-nya, karena program itu dipasang setelah Deep Freeze aktif, dan tentu saja datanya akan hilang setelah notebook di-restart.

"Tukar laptop saja ya, Mas," seru sang teknisi seraya menukar laptop bermasalah itu dengan yang baru. Memang di laptop barunya sang peserta dapat menemukan
Meldict yang dicarinya, tapi ia kembali panik manakala mengetahui bahwa di laptop itu tak terdapat MS-Word untuk menyimpan datanya. "Saya copy dulu ke
Notepad dan simpan ke Flash Disk, baru tukar ke laptop lama! Cepat, Mas! Waktunya tinggal 3 menit lagi," seru sang teknisi panik.

Dalam waktu 2 menit 45 detik, akhirnya peserta itu berhasil mentransfer datanya ke laptop lama dan menyelesaikan kompetisi (kondisi: tangan gemetaran,
keringat bercucuran). Sebagai informasi, peserta yang dimaksud tak lain adalah penulis sendiri!

Kompetisi selanjutnya adalah web browsing. Disini peserta diminta mencari tiga artikel dengan kata kunci "flu burung" dan kemudian mengkopinya ke MS-Word.

Kali ini nasib sial menimpa Ganis Eko Wahyudi, teknisi tunanetra asal Malang yang terkenal piawai dalam dunia browsing.
"Habis mau bagaimana lagi? laptopnya mati sendiri," tuturnya sambil menutup laptop yang ternyata sudah kehabisan energi baterai.

Setelah web browsing, rencananya akan digelar perlombaan chating dengan aplikasi Windows Messenger. Namun, karena keterbatasan waktu dan masalah teknis,
terpaksa kompetisi ini dibatalkan.

KESAN DAN HARAPAN

Bicara tentang pelaksanaan acara ini, sebagian besar peserta mengaku senang dan terkesan, pasalnya ini adalah momen pertama dimana mereka dapat saling mengenal dan berkompetisi dengan tunanetra dari daerah lain.

Meski masih terdapat kekurangan -- terutama masalah teknis -- para peserta tetap antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir.

Secara keseluruhan, penulis berpendapat bahwa gelaran Computer Camp for the Blind ini telah berhasil mencapai tujuan utamanya, yakni mensosialisasikan kebutuhan akses teknologi dan informasi bagi tunanetra.

Setidaknya, masyarakat yang sempat menyaksikan acara ini -- baik langsung maupun tidak langsung -- diharapkan akan memiliki pemahaman baru tentang keberadaan tunanetra, bahwa saat ini mereka pun dapat menguasai TI dan menjadikannya sarana untuk memperoleh lapangan pekerjaan.

Lewat kompetisi mengetik cepat Microsoft Word misalnya, terlihat bahwa tunanetra pun dapat menekuni bidang jurnalistik, menjadi pengarang, atau menulis essay yang sama hebatnya dengan orang berpenglihatan.

Ingin bekerja di Bank atau badan administrasi, sekarang sudah tidak jadi soal! Dengan adanya program pembaca layar yang mendukung aplikasi seperti Excel dan PowerPoint, serta didukung penguasaan aplikasi yang baik oleh pengguna tunanetra, maka kesempatan untuk memperoleh bidang pekerjaan di atas juga terbuka lebar bagi tunanetra.

Penulis berharap gelaran serupa bakal semakin banyak digeber pada tahun-tahun mendatang, tentunya dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan kesiapan yang lebih optimal.  

Rama Says: 05:19 WIB