minggu, 4 februari 2007
bikin terjemahan game
Banjir melanda dimana2, tapi itu tidak menghalangi gue untuk
terus berkarya (tentunya dengan terus mengkhawatirkan saudara2
yang terkena banjir). Beruntung daerah rumah gue listriknya
nggak padam, jadi masih bisa pakai laptop untuk kerja (nggak
berani pakai PC, takut kena petir).
So, proyek aneh apa lagi sih yang gue kerjain? Hehehe, kalau
kalian udah jadi pengunjung setia website ini sejak 2003 mungkin
udah nggak asing lagi sama perkumpulan yang bernama DIGIGUMI
(Kelompok Bintang). Itu perkumpulan yang dibuat sohib gue,
Slamet Riyanto (programmer) yang tujuan utamanya adalah
mengutak-atik segala macam yang berhubungan dengan game. Nah,
salah satu proyek kita dulu adalah menterjemahkan game Chrono
Trigger yang berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Caranya,
dengan melakukan dumping (kalo bahasa umumnya, nge-hack) pakai
tool-tool khusus. Tapi tujuan kita bukan membajak, melainkan
cuma bereksperimen dan tentu saja, bangga kalau game hasil
terjemahan itu dimainin orang lain.
Karena game ini banyak banget teksnya, jadi gue dan Slamet bagi
tugas. Mengingat gue dan Slamet dua2nya sama2 penterjemah
(catat: dari lingkungan yang berbeda), jadi di game itu bakal
kalian temui dua gaya bahasa yang beda banget. Kalau hasil
terjemahan gue (lihat screenshot di atas) keliatan formal
banget, sementara hasil garapan Slamet (lihat screenshot di
bawah), hmmm, bisa liat sendiri bedanya kan?
Sayang banget, karena Slamet komputernya rusak, proyek ini
terhenti sekitar 2 tahun lalu. Tapi, gue beruntung banget karena
secara nggak sengaja gue menemukan tool VB (VISUAL BASIC) di CD
yang dikasih Ilma (rekan dari Yogyakarta). Ternyata beberapa
tool bisa gue pakai untuk melakukan proses decompile
(membongkar) database game itu, dan gue berhasil menarik keluar
file berisi teks percakapan di gamenya. Kalau sebelumnya gue dan
Slamet harus meng-edit pakai program2 hexadesimal dan harus
memasukkan huruf dengan perhitungan digit (jangan minta
diterusin, ntar bakal puyeng lho!).
Masalah utama yang nanti gue harus hadapi mungkin gimana caranya
gue compile balik tuh file teks. Tapi gue nggak begitu khawatir,
karena tool untuk melakukan itu banyak beredar di internet.
"Bisa ngeluarin, ya harus bisa masukin lagi donk!"
Gue seneng banget karena tanpa penglihatan, dan tentunya tanpa
pusing2 lagi mikirin digit hexadesimal gue bisa ngelanjutin
proyek ini, meskipun gue nggak lagi ditemenin Slamet. Gue
bertekad menggarapnya sampai selesai, dan mengenai ragam
bahasa...hmmm, gue coba pelajari gayanya Slamet dan bikin
terjemahan yang lebih luwes lagi.
Anyway, kalau nanti ada yang mau, gue pasti posting hasil
terjemahan ini. Tapi PERLU DIINGAT kalau gue cuma kasih patch
terjemahannya aja, sedangkan untuk gamenya kalian harus punya
sendiri. Membagikan ROM game itu ilegal dan gue nggak
bertanggungjawab atas itu *grin*.
BUAT YANG BELUM TAHU: Chrono Trigger adalah game berjenis RPG
(Role-Playing Game) yang rilis tahun 1995 untuk Super Nintendo.
Ini adalah salah satu game yang punya nostalgia untuk gue.
Sedangkan database yang gue garap adalah ROM gamenya yang
berekstensi *.smc.
Rama Says: 09:31 WIB
jum'at, 2 februari 2007
kado ultah pertama
Well, siapa yang nyangka kalau kado pertama ulang tahun gue yang
ke-26 ini justru datang dari gue sendiri? Iya, buat yang belum
tahu, gue memang nggak pernah sekalipun merayakan ulang tahun,
but just for fun, biasanya gue udah ngumpulin uang selama 12
bulan untuk beli hadiah gue sendiri. Kedengerannya aneh, tapi
itu juga untuk antisipasi kalau2 nggak ada yang ngasih kado di
hari ULTAH gue *grin*.
Kebetulan untuk tahun ini gue ada sedikit rejeki, dan tepatnya
sekitar 2 bulan yang lalu, gue pesen 3 album musik game (baca:
langka dan nggak diproduksi lagi) dari salah seorang teman yang
kerja di toko musik game online www.vgmworld.com.
Emang album musik apaan sih? Seperti biasa, gue ini pecinta
musik game tempo dulu, jadi yang gue pesen juga nggak tanggung2,
album musik game yang diproduksi lebih dari 15 tahun yang lalu!!!
Duh, kebayang kan "JADUL"nya tuh album?
Kali ini yang gue beli adalah Konami Famicom Music Memorial Album (Inget
Nintendo jaman dulu? Di Jepang namanya Family Computer alias
Famicom). Ada 3 volume, dan beruntung gue bisa dapetin semuanya
(second-hand). Biarpun bekas, tapi gue cukup puas karena
kondisinya masih lumayan bagus (liat hasil scan).
So, "Ada Apa Dengan Konami?" Well, itu salah satu developer game
yang pernah bikin game2 keren abis untuk Nintendo jaman dulu. Banyak banget musik2
game buatan Konami untuk Nintendo yang punya kenangan tersendiri
buat gue, yang gue inget banget, selalu nemenin gue kalo dulu
main Nintendo bareng saudara atau temen...
Sayang, tracklistnya bahasa Jepang semua. Tapi mengingat gue tau
sebagian besar game2 Konami yang ada di 3 album ini, gue nggak
terlalu kesulitan nebak lagu ini dari game mana. Yang jelas,
semua musik dari game favorit gue (Gradius, Gradius 2, Twin Bee,
Contra, Getsufuu Maden, dan Boku Dracula Kun) ada semua!!!
Sebenarnya paket ini udah nyampe di Indonesia (dari Jepang)
tanggal 1 Februari ini, tapi mampir dulu di kantor NYOKAP. Baru
deh Jum'at pagi (baca: habis shalat subuh, berbarengan dengan
suara ayam jantan berkokok) gue bongkar paket itu dan langsung
pasang di CD Player. 3 jam penuh ruangan atas rumah gue seperti
kembali ke masa2 15 tahun lalu, waktu gue main Nintendo bareng
temen2 gue dan mengagumi musik2 game Konami yang sekarang gue
denger (dulu saking cintanya ampe direkam pakai tape recorder).
Kenangan akan musik game...imajinasi...kegembiraan... Kado
pertama dari gue sendiri yang jadi harta karun terbesar tahun
ini...!
PS: Buat kalian yang mau, gue akan dengan senang hati
meng-convert-kan album ini. Jangan khawatir, kalian nggak perlu
bayar. Just show me how deep your love to them, soalnya harga
yang gue bayarkan pun nggak tanggung2... 4 juta! (silahkan
periksa bukti pembayaran yang disertakan)
------------------------------------------
KONAMI FAMICOM MUSIC MEMORIAL BEST VOL.1
KING RECORDS, 1989


------------------------------------------
------------------------------------------
KONAMI FAMICOM MUSIC MEMORIAL BEST VOL.2
KICA-1007, KING RECORDS, 4/5/1990


------------------------------------------
------------------------------------------
KONAMI FAMICOM MUSIC MEMORIAL BEST VOL.3
KICA-1023, KING RECORDS, 1991


------------------------------------------
Rama Says: 23:39 WIB
kamis, 1 februari 2007
great holiday IN YOGYAKARTA
Sebenernya acara yang boleh dibilang "pelesiran" ini dimulai
tanggal 26 Januari lalu, tapi gue baru punya waktu untuk cerita
sekarang. Oh well, here goes!
Prolog: Gue baru aja dapet kenalan sesama kolumnis di DETIKINET.
Namanya Lathiefa Nur Ilma (keren ya?). Dia ini kolumnis
DetikINET cabang Yogyakarta yang menggantikan salah satu
kolumnis yang mengundurkan diri. Tugasnya, tentu saja membuat
artikel hard news, sebagian besar mengenai game. Yang membuat
gue tertarik adalah karena dia itu cewek, dan "funky" menurut
gue kalau seorang wanita sudah berurusan dengan yang namanya
game.
Setelah akrab dan sering komunikasi via YM, tiba saatnya untuk
gue anjangsana. Dengan tekad yang dibisikkan hati dan entah
kenapa, "mau ketemu Ilma," berangkatlah gue menuju Yogyakarta (Jum'at
26 Januari 2007).
Akhirnya kereta sampai di Yogyakarta Sabtu pagi. Dijemput Ilma,
gue sarapan soto pinggir jalan yang enak banget. Disini gue
ketemu pengamen yang menggelitik perhatian gue. Dia bilang (anak
kecil di bawah 10 tahun), "Saya nggak sekolah soalnya sekolah
nggak gaul. Kalo sekolah buang duit kalo ngamen dapet duit. Kalo
mau nanya 1 pertanyaan bayar 500, kalo malem saya minum anggur
merah." Olala!
Oh ya, gue juga ketemuan sama saudara gue yang kos disana, Awan
dan Novi. Setelah istirahat bentar di kosan mereka, Ilma dateng
lagi dengan motor Kharisma-nya. So, jadilah perjalanan gue
pertama, dihantar Ilma menuju daerah Kaliurang.
Nggak nyangka kalo pelesiran kali ini bakal jadi amat
menyenangkan! Daerah Kaliurang yang memang area gunung berudara
sejuk, ditimpali udara siang yang alhamdulillah cukup sejuk (jika
dibandingkan dengan Jakarta), gue dan Ilma asyik menikmati
semuanya. Soal bertualang manjat gunung sambil ngobrol, sesekali
bikin Ilma deg2an karena gue terlalu agresif waktu jalan/manjat,
atau nunjukin sesuatu yang ada kaitannya dengan ketunanetraan --
yang bikin Ilma kagum -- semuanya gue lakukan dengan perasaan
riang. Disini keliatan kalau kita berdua sama2 suka keindahan
alam dan kebebasan. Kita bahkan sempat tidur berbaring di atas
rumput, menengadah ke arah langit sore. Jam 4 kita turun gunung
dan makan sate ayam (lagi2 enak banget) di pusat kota, dan
setelahnya Ilma menghantar gue ke rumah Hatta, rekan gue yang
pecinta musik game.

Di rumah Hatta, kesenangannya berganti. Kita berdua yang memang
sama2 "sableng" kalo lagi dengerin musik game bener2 "sableng"
sampai tengah malem, menikmati album Ragnarok Online - The
Memory of Ragnarok yang dibeli Hatta tahun lalu. Gue sih jadi
terkenang masa2 waktu main game online itu, dan memang betul2
mengasyikkan!
Di hari kedua, gilirannya pantai Parangtritis yang jadi
persinggahan gue dan Ilma. Kita asyik minum es kelapa sambil
makan siang di sawung yang teduh, sesekali gue ngambil rekaman
video pantai yang ada aktivitasnya (kuda, motor yang bolak-balik,
atau sekedar deburan ombak). Duh, kulit gue langsung item mateng
begitu kesorot matahari siang tuh!
Sorenya gue dibawa ke penginapan karena gue mau baliknya Senin
sore. Gue pikir, nggak "Rama" banget kalo nggak bertualang
sendiri. Akhirnya sekitar jam 10 malem gue keluar nyari tukang
nasi goreng. Terus jalan menyusuri kota Yogyakarta (sendirian),
dan sempet nonton acara musik tradisional yang digelar di
pinggir jalan, entah merayakan apa. Sambil nonton, gue minum
jahe murah meriah yang dijual ibu2 yang kebetulan mangkal di
acara itu. Gue baru balik ke penginapan sekitar jam 12 malem.
Besok sorenya, gue dianter Ilma ke travel agency, dan setelah
membayar, tibalah saatnya gue berpisah dengan kota Yogyakarta...
Kalo orang bilang, setiap orang yang pergi ke Yogyakarta pasti
bakal pulang dengan kenangan, itupun terjadi sama gue...
Kenangan yang sangat manis...
aurora dibajak
Beberapa hari yang lalu gue sempat menemukan hal yang agak
kurang menyenangkan. Ini ada hubungannya dengan musik2 yang gue
buat yang gue pajang di homepage ini. Seseorang (yang nggak
perlu gue sebut siapa) memajang beberapa karya gue di blognya,
dan menulis bahwa itu adalah karyanya. Lebih parah lagi, musik
itu sudah dipakai untuk acara komersial di tempatnya. Dengan
kata lain, selain membajak, dia juga sudah mengambil untung dari
musik2 buatan gue itu...
Pertama-tama gue kirim e-mail ke dia dan minta agar dia
menghentikan tindakannya itu, tapi nggak juga digubris.
Beruntunglah, waktu gue hubungi ESP (Internet Service Provider)
tempat dia membuat blog, mereka langsung bertindak...dan karya2
gue selamat, meskipun gue yakin karya itu sudah terlanjur
terpakai, dan banyak orang -- yang jadi rekanannya -- yang
terlanjur percaya kalau itu karya gubahan si pembajak...
Bersyukur lagi, ternyata dia mengindahkan peringatan yang
dikirimkan ISP, dan segera minta maaf ke gue (yang gue sendiri
merasa nggak terlalu penting).
Gue memang sedikit menyesalkan kenapa hal semacam ini bisa
terjadi, tapi lagi2 gue sadar kalo gue hidup di bumi Indonesia
yang sarat dengan hal2 seperti itu.
Guys, sebenarnya gue memajang karya2 itu (kualitas low) adalah
sekedar untuk berbagi pengalaman dan supaya rekan2 bisa
menikmati hasil karya gue. Gue sengaja membagikan demo itu
supaya gue bisa nerima kritik dan saran, pun karya2 itu bisa
menginspirasi orang lain yang mendengarkannya.
Perlu diingat kalau gue (dan pihak2 yang terlibat)
mengerjakannya dengan susah payah, dan itu membutuhkan waktu dan
tenaga yang tidak sedikit. Belum lagi bandwidth website yang
bakal tersedot kalau ada yang download MP3-MP3 itu. Kalian nggak
perlu membayar semua itu, cukup download dan dengarkan, semua
gratis (kecuali ongkos online yang kalian pakai buat konek
internet).
Gue pun sudah bermurah hati untuk mengijinkan pendownload
memakai karya2 itu selama bukan untuk kepentingan komersial.
Nggak susah kok, tinggal kirim e-mail/YM/SMS, bilang kalau
kalian mau memakai musik gue untuk sebuah proyek (and make sure
I know about it), dan gue akan dengan senang hati
memperbolehkannya. So, you should not steal those songs...
Tapi, kalau hal itu disalah gunakan, yah gue nggak bisa apa2
lagi. Yang jelas, kalau gue mau menuntut, gue yakin gue pasti
menang. Perlu diketahui kalau gue punya master semua instrumen2
yang dipakai dalam musik2 itu (terpecah secara individu), gue
pun tau program2 apa yang gue pakai, bagaimana gue
mengerjakannya, efek suara dengan plugin apa yang gue pakai,
sampai gimana gue me-mix semua itu. Hal2 itu, termasuk jiwa yang
ada dalam musik2 gue, yang nggak akan bisa dicuri oleh orang
lain...
Rama Says: 04:54 WIB