rabu, 30 mei 2007

 

MENANTI 2 JUNI

Temans, hari ini gue berada pada minggu dimana tanggal itu akan tiba. Tanggal dimana usia cerita cinta gue dengan seorang anak SMA bernama Yulia alias Kagome akan genap 2 tahun. Sebuah periode, yang tercatat sebagai yang terpanjang dalam kisah hidup gue. Sebuah saat yang betul2 nggak pernah gue sangka selama ini, that my love story is not continuing with rich girl, mature maid, but...a child...... Yes, a child that has mature love, brain, and heart, meskipun gue nggak bisa minta tolong Kagome untuk mengerjakan banyak hal dalam waktu yang bersamaan, karena dia bakal kebingungan dan lupa akan apa yang harus dikerjakannya...hehehe!

Ya...gue betul2 nggak menyangka... Padahal dulunya, gue selalu berusaha untuk mencari idealitas dalam diri orang2 yang gue sayangi. Remember Purdey and Femmy? Kalo nggak inget, cari deh bahasan tentang mereka di halaman depan! Those are the best example of what I believe as "the best" for me. Tapi ternyata itu semua nggak bertahan lama, bahkan menorehkan luka yang cukup mendalam...

Lalu gue ketemu Kagome, dan apa yang gue saksikan dari dirinya adalah sesuatu yang jauh -- dan mungkin bertolak belakang -- dengan idealitas yang gue yakini. Apa yang terjadi? Kita malah bertahan sampai detik ini, at least!

Well, enough babbling! So, yeah...tanggal 2 Juni 2007 besok adalah hari termaksud. What makes it special is because...because...I never imagined that I would reach it!

Berbagai godaan dan cobaan kita lewatin meskipun itu semua tentu masih seumur jagung jika dibandingin sama mereka yang sudah jauh lebih berpengalaman. Tapi untuk seorang tunanetra dengan banyak kekurangan seperti gue, gue merasa sangat bahagia dan bersyukur bisa ketemu gadis setulus Yulia. Dia, pun punya banyak kekurangan, tapi ternyata itu semua yang menjadikan kita ideal. Nggak nyangka, kan?

"Kagome...kalau kamu secara nggak sengaja baca tulisan ini (of course I didn't tell), aku cuma mau ngucapin terima kasih banyak atas segala kebaikan yang sudah kamu berikan untukku. Aku juga minta maaf atas segala kesalahan, luka, kesedihan dan derita yang pernah aku buat. I am not good in telling this, but it means a lot to me. Meraih usia 2 tahun untuk hubungan ini sudah cukup membuatku bangga, melebihi rasa banggaku pada "Sweet Heroine," "Nobble Princess," atau apapun sanjungan yang pernah aku berikan ke pujaan hatiku sebelumnya. Karena ternyata, hatiku berhasil direbut oleh seorang gadis yang biasa-biasa saja. Terima kasih juga, karena meskipun kadang ikut terluka, kamu terus setia mengobati luka-luka kisah laluku. Insya Allah, kalau kita ditakdirkan untuk menikah nanti, luka-luka itu akan sembuh total. So until then...please be with me..."

*From your dearest damn Inuyasha*

senin, 14 mei 2006

 

RAMADITYA VS ROY SURYO

To you guys, salah satu hal yang paling membanggakan mungkin aja adalah ketemu salah seorang "pakar" dari hal yang digemari. Yang suka lawakan mungkin bangga ketemu Tukul dan "kembali ke laptop-nya." Yang suka musik mungkin bangga ketemu penyanyi atau band idolanya. So, how about me? Salah satu hal yang paling membanggakan buat gue adalah bisa bertatap muka langsung dengan Oom Roy Suryo, pakar IT (Informasi dan Teknologi) dan TELEMATIKA Indonesia. Why seeh? Karena memang dalam bidang jurnalistik gue menggeluti soal teknologi, jadi tentu saja menjadi sebuah kehormatan untuk gue bisa ketemu salah satu orang hebat dalam bidang itu.

Gue rasa nggak perlu lagi deh gue cerita tentang kehebatan Oom Roy ini, karena di setiap pembahasan mengenai teknologi di Indonesia yang diangkat oleh media -- yang biasanya rada nyolot -- Oom Roy ini selalu angkat bicara dan kasih komentarnya. Tapi satu hal yang mungkin perlu gue ceritakan, bahwa beliau ini sekarang mengasuh acara ORBIT (Oom Roy Bicara IT) yang ditayangin di TVRI setiap hari Senin jam 8 malem (huehehe, tipinya babe ama engkong gue). Gue percaya banyak yang nggak memancang channel televisi itu, so I think it is important to let you know. Kenapa? Coz...I WILL BE TOGETHER WITH ROY SURYO IN IT!!!

Kok bisa!? Yap, gue sendiri nggak percaya sampai foto gue dan Oom Roy + karyawan TVRI itu menclok disini...

Intinya, hari ini gue sengaja mampir ke TVRI karena ada salah seorang produsernya yang minta ide untuk acara ORBIT itu, dan kebetulan gue menyaksikan acara itu. And I just said, "Hey...maybe it will be a good idea, to tell people about what I am doing right now..."

Apa sih maksudnya? Nah, berdasarkan penjelasan Pak Perwira dan Pak Donny yang memotori acara ini, ORBIT itu berisi bahasan tentang IT yang dibawakan secara sederhana. Tujuannya adalah memberi pendidikan kepada masyarakat tentang IT. Kayak hari ini yang temanya tentang 3,5G. Jadi, gue kepikiran untuk mengangkat tema mengenai pemanfaatan teknologi bagi tunanetra (bagaimana tunanetra berkomputer, menjalani profesi sebagai jurnalis dengan bantuan notebook, ponsel bicara, dll).

Well, nggak nyangka kalo ide itu ditanggapi positif sama rekan2 di TVRI, dan mereka pun langsung meminta Oom Roy datang untuk membicarakan tema ini (after ORBIT).

Akhirnya kita sepakat untuk mengangkat tema itu bekerjasama dengan Yayasan Mitra Netra (Hell yeah, don't ask me to tell about it. Soal Mitra Netra, buka2 catatan diary online lama gua dan cari sendiri gih!). Diputuskan, karena pembicaranya harus 1 laki2 1 perempuan, jadi selain gue (pihak laki2), Oom Roy mengundang Mbak Aria, KABAG HUMAS Mitra Netra untuk hadir dalam ORBIT.

Yaah, kita nggak berharap acara ini seramai 4 Mata-nya Tukul, tapi semoga nantinya penampilan kami dapat kembali membawa motivasi dan semangat, khususnya untuk rekan2 tunanetra yang menyaksikan kami. Asalkan nanti penampilan gue nggak horrible aja...! *grin*

So, kapan seeh!? OK, CATAT BAIK2!!!

-Senin, 4 Juni 2007 Pk. 20:00 s/d 21:00 WIB-

sabtu, 12 mei 2006

 

malu!?

Hari ini gue iseng browsing beberapa situs pribadi dan forum game Indonesia, dan gue sempet sedikit "nyengir" karena ada di antara postingan disitu yang menyatakan hal2 yang sama sekali nggak pernah gue akui.

Salah satu postingan berhubungan dengan kedatangan gue dalam acara Indonesian Game Developers Gathering yang diadain bulan April lalu. Cukup menyentil juga isi postingannya. Si pemosting bilang kalau gue "malu" mengakui developer game tempat dimana gue bekerja sebagai pembuat musik game. Alasannya karena gue nggak mengisi form isian developer game yang diberikan. So, here's my true answer.

"OK, tanpa harus membesarkan ukuran font dan memberi efek bold, silahkan dilihat disini, untuk developer game mana aja gue pernah membuat musik game. Ini tanda gue "MENGAKUI & TIDAK MALU" dan secara resmi menyatakannya. Jika ada pengajuan dalam bentuk hukum yang mempertanyakan kebenaran data di bawah, gue siap naik ke meja hijau."

KONTRIBUTOR:
- Squaresoft (Sekarang Square-Enix)
- Konami (Divisi game Nintendo DS)

KOMPOSER (Indonesia):
- Divinekids Associates (www.divinekids.com)
- Max Studio

Kembali lagi ke acara gathering, si pemosting bilang kalau gue nggak menuliskan salah satu nama developer game disana (nama developer dirahasiakan demi menjaga kode etik, tapi buat yang posting pasti udah tau developer mana yang dimaksud), alasannya karena gue malu dan nggak mengakuinya.

Pertama-tama perlu gue tegaskan bahwa yang paling pertama membuat gue menuliskan ini adalah karena gue kurang nyaman apabila siapapun melakukan posting atas hal2 yang gue nggak pernah lakukan, apalagi tanpa sepengetahuan gue. Gue rasa nggak terlalu sulit untuk mengajukan pertanyaan semacam ini; "Apakah Anda datang mewakili salah satu developer game?" "Apakah Anda merasa malu mengakui dari mana Anda datang (developer)?" Kalau memang jawaban2 itu sudah gue lontarkan apapun isinya, silahkan deh posting. Tapi pada kenyataannya gue nggak pernah mendengar adanya pertanyaan itu. Yang ada hanyalah posting yang gue liat berdasarkan asumsi tidak diisinya form isian disana.

So, this is my true answer. Gue "BANGGA" mengakui untuk developer mana / kantor mana gue bekerja, termasuk nama2 yang tadi udah gue tulis di atas. Gue pun sempat menyebutkan nama developer (yang dikira orang gue malu mengakuinya) waktu ada peserta yang nanya ke gue.

Well, kalau memang dibutuhkan, gue akan tulis disini...

"Gue mengakui dan bangga menjadi kontributor Squaresoft & Konami. Gue mengakui dan bangga menjadi komposer Divinekids Associates & Max Studio."

OK, itu aja. Terlepas apakah postingan itu terkait dengan sentimen antar individu, I really don't care. Gue hanya ingin menekankan bahwa isi postingan itu sebaiknya dikonfirmasi dulu ke gue, karena tidak benar adanya gue merasa malu dan tidak ingin mengakui seperti apa yang dituliskan disana. Ilustrasinya, kan gawat kalo gue disangka menghamili anak orang, padahal gue nggak pernah ditanya apakah gue pernah "melakukan" dengan gadis itu. Lah, wong isi roknya aja gue kagak pernah megang or liat, laah gimana gue bisa tau...! *grin*

Terakhir, gue tekankan bahwa postingan ini nggak memihak siapapun, karena gue hanya ingin meluruskan isi postingan. Kalau ada pergolakan antar individu (developer atau perorangan), GO AHEAD! Itu urusan ke 13 dalam kamus profesional gue. Yang penting gue berkarya dan dapet duit, so, tolong jangan bawa2 gue kalo sekiranya postingan ini dianggap memenangkan salah satu pihak. Thank you!

jum'at, 4 mei 2006

 

siaran di radio utan kayu

Satu lagi pengalaman mengesankan di tahun ini! Gue diundang untuk jadi bintang tamu dalam acara Kopi Sore, Radio Utan Kayu 89,2 FM. Di acara ini, bintang tamu yang diundang siaran selama 4 hari (18:00 s/d 19:00 WIB), membahas hal2 yang sedang aktual dan tentu saja seputar kehidupan si bintang tamu.

Nah, gue berkesempatan jadi bintang tamu dalam acara ini. What did I do then? Gue menceritakan tentang pengalaman hidup gue, dan juga memutarkan beberapa musik game yang pernah gue buat.

Dibawakan oleh penyiar Utan Kayu, Mbak Dahlia, kita ngobrolin banyak hal. Mulai dari masalah kemacetan yang diakibatkan oleh Mall yang nggak memenuhi struktur pembangunan yang semestinya, sampai soal Tangerang yang rencananya bakal dijadiin pusat kampung wisata dan tempat bermukim masyarakat China yang berdomisili di Indonesia.

Setengah jam berikutnya, mulailah membahas tentang gue. Secara garis besar, memang membahas tentang hal2 yang sudah gue tuliskan di website ini. Intinya, gue berusaha memberi motivasi pada pendengar bahwa apa yang gue lakukan adalah salah satu contoh bahwa orang2 seperti gue (buta maksudnya) pun bisa melakukannya (berprestasi dan mewujudkan cita2 yang lazimnya cuma bisa dilakukan orang2 berpenglihatan), bahkan lebih.

Saat salah satu pendengar bertanya tentang bagaimana caranya gue sampai sejauh ini, gue dengan bangga menyebut nama kedua orangtua dan keluarga gue. Dukungan dan keberterimaan mereka adalah fasilitas utama bagi gue sampai gue bisa melangkah sejauh ini. Entah apa jadinya gue kalau dulu kedua orangtua gue nggak memberi dukungan dan nggak mau mengakui kalau anaknya penyandang cacat, lalu mengurung gue di kamar dan mengisolasi gue dari lingkungan luar. Jangankan berkomputer, chat, atau browsing internet, barangkali gue udah jadi cowok kerempeng yang KUPER (kurang pergaulan) dan nggak tau apa2, DONGO kayak si YOYO!

Dalam kesempatan itu, gue pun berusaha meyakinkan rekan2 sesama penyandang cacat bahwa fasilitas kedua setelah keluarga adalah diri sendiri. Nggak peduli seberapapun banyaknya fasilitas dan kesempatan yang ada, kalau kita nggak punya keinginan dan kreativitas, those will be such bunch of nonsense!

Terharu deh, that's all I can say...

SPECIAL THANKS GOES TO: Seluruh kru Radio Utan Kayu 89,2 FM, pendengar yang udah join dalam acara itu via SMS dan telepon, and also for you...my dear Kagome...

PS: Kalau ada yang mau, rekaman acara itu ada di gue.

selasa, 1 mei 2006

 

harry potter audio book

Akhir bulan lalu, di acara WBD (World Book Day) yang diadain di Gedung Departemen Pendidikan Nasional (DIKNAS) Jakarta, gue berkunjung ke stand Indonesia-Harry Potter. Selain karena mau pre-order buku ketujuh (terakhir) dari seri Harry Potter -- yang menyandang judul Harry Potter & The Deathly Hallow -- gue juga pengen nyari info tentang versi audio dari novel besutan J.K. Rowling itu. Jadi, selain diluncurkan dalam bentuk novel, seri Harry Potter juga tersedia dalam bentuk audio (kaset/CD), bahkan ada juga versi audio yang di-bundle dalam iPod keluaran Apple!

Tentu saja versi audio itu lebih menyenangkan buat tunanetra, karena selain bisa mengatasi problem tunanetra yang kesulitan membaca buku cetak, kita juga bisa mendengarkan ekspresi karakter dalam novel itu yang disuarakan si pembaca. Nah, salah satu pembaca untuk versi audio Harry Potter adalah Jim Dale, yang mana beliau telah memenangkan berbagai penghargaan sehubungan dengan kehandalannya dalam membaca (cari sendiri via Google, yak).

Special thanks goes to Mita, salah satu penjual di stand itu yang ternyata punya copy versi audio Harry Potter, mulai dari buku pertama sampai keenam. Wah, saking senengnya, gue sampai rela "ndeprok" (bahasa Jawa, artinya kira2 duduk di tempat yang dilewatin banyak orang) sambil memangku laptop gue, meng-copy file-file audio dari iBook Mita.

And...what's next? "STUPIFY...!"

Gue memanterai diri sendiri supaya terbujur kaku di kamar selama satu hari penuh! Berhubung film Harry Potter seri kelima (Order of the Phoenix) bakal segera rilis pertengahan tahun ini, jadi gue mengawali kegiatan dengerin audio dari Harry Potter buku kelima. Wah, serunya! Disamping versi Inggris dari Harry Potter terasa lebih bermakna buat gue (baca: banyak ekspresi dan candaan yang nggak bisa ditranskrip ke bahasa Indonesia), gue juga bisa "larut" dalam suasana, lantaran Oom Jim Dale bisa mengekspresikan seluruh adegan dengan cukup baik.

"Kesel setengah mati waktu guru "Defense Against the Dark Art" bikin ulah, serius dan seksama ketika anggota Order sedang mengadakan rapat, takjub waktu Harry mengajar sihir pertahanan ke teman2nya dan ternyata berhasil, tegang ketika Harry dkk bertempur melawan Death Eater di kementerian sihir, dan terakhir...larut dalam serunya pertarungan antara Dumbledore VS Voldemort..." Semua itu betul2 gue rasain waktu mendengarkan novel kelima ini dibacakan.

Well, can't wait for the movie!!!