minggu, 24 juni 2007
MY LATEST VIDEO GAME MUSIC ALBUM

====================
Gyakuten Saiban Jazz Album ~Gyakuten Saiban Meets Jazz Soul~
(CPCA-10186)
====================
OK, setelah beberapa lama nggak beli album musik game, I was
finally able to purchase one. Kali ini gue belli salah satu
album aransemen dari game Gyakuten Saiban yang dirilis untuk
konsol genggam Nintendo DS. Tanpa ingin membuat pembaca
non-gamer bertanya dan pusing2 karena bingung apa itu Gyakuten
Saiban, gue cuma bisa kasih penjelasan singkat; Game
petualangan+simulasi+RPG ini ngetop banget, sampai2 bisa bikin
yang main begadang semaleman (Special to my Tiara of Music,
Dian, cewek penggemar Gyakuten Saiban yang jadi sableng gara2
game ini).

Yap, seperti yang gue tulis di atas, ini adalah salah satu album
aransemen dari Gyakuten Saiban. Sebelumnya, Gyakuten Saiban yang
sekarang sudah menginjak seri keempat udah pernah dibikinin
soundtracknya, plus sebuah album aransemen bernuansa orkestra.
Untuk yang satu ini, tentu kalian udah bisa nebak dari judul
albumnya. Bingo! Album ini memang berisi aransemen ulang musik2
game Gyakuten Saiban dalam nuansa Jazz!

Bicara soal packaging, gue rasa elo bisa nebak dari hasil scan
yang gue pajang (it must be silly to question a blind person
about how it looks like, right?). Satu hal, gue cukup seneng
karena tumben2an album musik yang dibuat di Jepang ini dicetak
dalam bahasa Inggris, jadi gue bisa tahu informasi tentang
bagaimana album ini dibuat, siapa2 aja player-nya, dll. Biasanya
informasi yang tertulis di booklet itu dalam bahasa Jepang.
Kalau ngomongin soal musik2nya...hmmm, I cannot speak much,
soalnya gue emang nggak ngerti banget tentang aliran musik Jazz.
Yang jelas, nuansa musik yang disajikan betul2 santai dan enak
didengar, nyaris nggak seperti aransemen musik game! Semua alat
musik -- yang gue yakin dimainkan secara live, bukan olahan
komputer -- betul2 terasa di telinga. Gue seperti duduk di
sebuah kafe/panggung pertunjukan, dan menyaksikan konser musik
Jazz yang posisinya berhadapan langsung dengan gue!
Kenikmatan itu betul2 terasa waktu gue nyalain CD album ini via
CD-Player, tapi gue lebih terkejut lagi waktu melakukan konversi
CD ini via soundcard. Btw, gue pakai soundcard Creative X-Fi
Extreme yang punya fasilitas Super Rip, yaitu melakukan konversi
dari Audio-CD, dimana hasil konversinya itu dioptimalkan dengan
kemampuan soundcard itu (hasilnya malah kedengeran lebih bagus
dari rekaman aslinya, sometimes nggak ada bedanya juga sih). OK,
back to Gyakuten Saiban business, gue betul2 menikmati album ini
dengan setting speaker 5,1 dan hasil konversi yang gue buat.
Buat kalian fans Gyakuten Saiban yang juga mengoleksi musik2nya,
album ini bisa jadi koleksi yang bagus. Hanya gue perlu ingatkan
bahwa atmosfer musiknya jauh berbeda dengan musik aslinya. Tapi
kalau kalian hafal betul tiap musik dari gamenya pasti nggak
akan kesulitan nebak lagu apa2 aja yang diaransemen.
Album ini juga gue rekomendasikan buat bersantai di waktu sore,
atau pasca dinner (didengerin sambil ngobrol sama temen2). Or,
this is also a good introductory to Jazz lovers who also want to
know video game music!
sabtu, 23 juni 2007
bertemu melati

Bertemu Melati? Siapa sih Melati? Cewek baru kenalan gue yang
punya banyak adik, or ibu2 beranak banyak? Hehehe, bukan! Melati
itu adalah nama salah satu organisasi sosial yang mengabdikan
diri untuk memberikan pendidikan bagi anak2 dari kalangan
menengah ke bawah dengan menyediakan sarana belajar dan bermain
berupa taman bacaan. Lebih lanjutnya, silahkan di-Googling aja
yak, soalnya mereka ini cukup terkenal, kok!

Beberapa waktu yang lalu, temen gue, Dauri -- yang juga anggota
Melati -- sempet ngobrol2 sama gue dan mengajak gue main ke
markas Melati yang terletak di bilangan Ampera, Jakarta Selatan.
Menurut dia, setiap hari Sabtu dan Minggu anak2 ngumpul dan
relawan mengajarkan berbagai ilmu dan keterampilan, seperti
membatik, bikin layang2, atau sekedar main2. Nah, di beberapa
kesempatan relawan2 itu juga mendatangkan tamu yang nantinya
memberi presentasi tentang profesi yang mungkin bisa digeluti
oleh anak2 Melati, seperti film, teater, dan jurnalistik. Nah,
untuk profesi yang terakhir gue sebut itulah Dauri berkenan
mengajak gue ke markas Melati untuk ketemu anak2 disana dan
sharing pengalaman.
Sekitar jam 3 sore gue sampai disana dan istirahat sebentar.
Setelah ngobrol sebentar sama beberapa relawan disana, anak2
mulai berdatangan. Mulanya satu dua, tapi lama2 ruangan rumah
yang sengaja dikontrak untuk markas Melati itu jadi penuh sesak
sama anak2.

Selanjutnya, sore itu betul2 jadi sangat menyenangkan. Yups, as
I love playing with child anyway! Mereka memang masih anak2 (paska
lima tahun), dan yang paling tua -- Ajeng -- baru aja lulus
kelas 6 SD dan masuk SMP. Sambil cerita tentang pengalaman gue
(yang sudah disederhanakan), gue tunjukkan beberapa karya musik
dan game yang pernah gue kerjakan, dan mempersilahkan anak2
memencet langsung Valkyrie, my beloved laptop. Senengnya bisa
ngumpul, main game, bercanda dan ketawa bareng sama mereka,
sambil cerita bahkan gue juga sempat memainkan suling yang ada
disitu. Being a child again...one thing that has been erased
from my memory for so long!
Well, secara pribadi gue antusias dan berharap bisa join disana.
Entah apa yang bisa gue berikan, at least, dan semoga,
kedatangan gue sore itu bisa menambah motivasi untuk anak2
disana bahwa banyak banget lapangan pekerjaan yang terbuka untuk
mereka, dan tentu saja tambahan semangat bahwa mereka yang
normal secara fisik punya kesempatan lebih besar untuk lebih
berhasil dari apa yang sudah gue capai sekarang. Thanks for
bringing me there, mate!
jum'at, 22 juni 2007
BUKU HARRY POTTER 7 SUDAH TERBIT???
Baru2 ini gue terima kiriman PDF yang isinya novel Harry Potter
yang terakhir. Sejujurnya, gue nggak merasa tersanjung atau
terkejut karena menerima soft-copy novel garapan J.K. Rowling
ini lebih awal dari tanggal terbitnya, 21 Juli 2007, karena
sejak awal gue sudah yakin bahwa novel ini bukanlah yang
seharusnya terbit (bukan tulisan J.K. Rowling). Hal ini pernah
terjadi juga waktu buku kelimanya dulu belum rilis, beredar
versi lain dari seri Harry Potter...
No, it is not that I am a Harry Potter freak, tapi ada beberapa
hal yang membuat gue yakin bahwa buku ini palsu. Makasih banyak
deh untuk Fakultas Sastra Inggris yang udah memberikan gue
banyak ilmu tata bahasa, dan kesabaran gue membaca novel Harry
Potter versi Inggris dari buku pertama sampai keenam, plus versi
palsu dari buku kelimanya, jadi gue bisa mengenali dan yakin
bahwa PDF yang beredar itu betul2 palsu.
Hehehe, tapi gue menghargai banget siapapun yang nulis versi
palsu ini karena bukan sebuah hal yang gampang untuk mengarang
lebih dari 650 halaman tanpa mengetahui detail cerita sebelumnya.
Gue pun nggak akan spoil isi buku palsu ini, karena gue sendiri
membacanya (baca: bukan tertarik, tapi ingin tahu).
Lewat apa yang gue baca, gue menemukan beberapa penokohan yang
kontradiktif (jarang banget seorang pengarang mengubah penokohan
seseorang sekontras apa yang gue baca di buku ini). Lalu, banyak
penggunaan tanda "()" atau "--" yang memberikan keterangan
tambahan dalam novel, yang hampir nggak pernah gue liat di
novel2 Harry Potter sebelumnya, dan hal2 semacam itu jelas
mengganggu kesinambungan cerita yang sedang dibaca. Selain itu,
banyak elemen2 cerita yang nggak detail, disingkat-singkat, dan
menjurus ke hal2 yang berbau seks (I am telling you the truth,
read for yourself!). Kalau kalian pernah membayangkan Jinny
bakal tidur bareng Harry, atau Hermione yang berbinar-binar
dipeluk Ron, wah...mimpi kalian bakal terwujud setelah baca buku
ini (OMG, here I am spoiling!).
Well, I absolutely cannot give you every detail of my analysis,
tapi setidaknya dari pernyataan di atas, kalian -- khususnya
yang masih menanti buku ketujuh Harry Potter -- nggak terbujuk
rayu oleh hacker yang mengaku berhasil menemukan salinan buku
itu, atau menerima kiriman file PDF yang gue ceritakan di atas.
But, it is OK to read it, setidaknya untuk mengobati waktu2
nunggu tanggal 21 Juli tiba, atau kalau kalian kepingin punya
cerita alternatif untuk seri terakhir Harry Potter ini. Yang
pasti, the truth is still hidden, and it awaits to be
revealed!!!
selasa, 12 juni 2007
'till we meet again, mate...
Hari ini, salah satu pembaca setia diary online situs ini (mohon
untuk mengesampingkan predikat narsisme untuk kali ini) pergi
meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Sebuah penyakit -- yang
gue nggak tau apa namanya -- sempat membuatnya lumpuh total dan
akhirnya menghantar dia ke peristirahatannya yang terakhir...hari
ini...
She is...one of my best friends, Nani...
Pagi ini gue berdiri di rumah duka. Gue nggak bisa berbuat apa2.
Suara isakan dan tangisan di sekeliling gue, teman2 gue yang
hadir saat itu nggak bisa membuat gue ikut nangis, gue nggak tau
kenapa...gue nggak tau...
Satu hal, mereka tau kalau Nani deket banget sama gue dan sering
banget curhat sama gue. Dia udah jadi pembaca setia situs gue
ini sejak pertama kali gue buat situs ini tahun 2003. Dia juga
yang rajin kirim e-mail, ngomentarin isi situs gue. Gue sering
pajang pertanyaan2nya, dan memang dia yang minta (anonim). Dia
juga yang di tahun-tahun awal membantu gue nge-layout situs ini...
Temans, maafin gue kalau pagi ini gue nggak ikut nangis bareng2
kalian. There is something that made me that way... Percaya atau
nggak, mungkin pagi itu gue adalah orang yang paling kehilangan,
terlepas dari keluarga dan handai tolannya, gue ngerasa betul2
kehilangan salah satu sahabat deket gue. Hal itu mungkin yang
bikin gue nggak bisa nangis, bahkan ngomong sepatah kata pun.
Alasan kedua, mungkin karena keluarga Nani yang tau kedekatan
gue dan Nani, yang sejak kedatangan gue pagi itu terus mengenang
Nani di deket gue, mengulang balik hal2 yang pernah Nani
ceritakan ke keluarganya tentang gue, tentang bagaimana dia
merasa termotivasi dan punya semangat hidup waktu membaca
tulisan2 gue (dia sudah sakit sejak membaca tulisan2 gue).
Semuanya itu, dituturkan bersama air mata... Di saat itu, gue
merasa kalau gue sampai nangis juga, gue akan menambah kesedihan
yang memang sudah menyekat udara di ruangan itu...
Nani, selamat jalan... Gue nggak tau apa malaikat maut masih
mengijinkan elo baca isi diary online ini, tapi yang jelas gue
mau ngasih penghormatan terakhir gue dengan menulis sekali lagi
tentang elo disini. You are a very strong and tough girl...
Kenapa gue nggak pakai kata "were" dan malah pakai kata "are?"
Karena were artinya dulu, sedangkan are artinya sedang dan akan
terus berlangsung... Iya, elo akan selalu jadi cewek yang kuat
sampai kapanpun...bukan karena tulisan2 gue, tapi karena
keinginan elo untuk terus bertahan meskipun elo tau kemungkinan
untuk terus hidup itu kecil banget, and it's gone now...
Terima kasih untuk semuanya, terutama untuk loyalitas elo baca
dan ngomentarin tulisan2 gue. Elo salah satu orang yang
meng-courage gue untuk buat situs ini, elo juga yang tetep
senyum waktu gue tulis tentang bagaimana patah hatinya dan
berdarah-darahnya gue waktu diputusin cewek. Yes, I was weak
that time, but I promise... (again, kalau Allah berkenan
menyediakan fasilitas internet untuk mengakses situs gue dari
surga), gue akan lanjutkan menulis, and...even though I cannot
promise that my future diary will be bright, gue janji isinya
akan semakin baik dan baik lagi...! So, just sleep nicely, and
don't forget to ask those angels if they can install an internet
connection for you to access my website...
Temans, sekali lagi gue mohon maaf...cuma ini penghargaan yang
bisa gue berikan... Just...let her go, for good...
minggu, 10 juni 2007
here we are...!

Selama gue berhubungan dengan Yulia alias Kagome (Man, do I have to write it down over and over? Soalnya masih banyak yang bingung siapa itu Kagome), ada hal kecil yang "hilang" dari kami. Sederhana banget, kami nggak pernah muncul berfoto berdua. Itu juga yang sempat dipertanyakan beberapa teman yang buka situs ini. So, there...done! Nggak terlalu istimewa kok, but at least, kami sudah menunaikan kewajiban yang hilang *smile*.
Rama Says: 12:16 WIB
senin, 4 juni 2007
mejeng bareng roy suryo

OK, sudah baca tentang Ramaditya & Roy Suryo di diary online
Mei 2007? Kalau belum, sebaiknya baca
dulu deh!
Akhirnya, acara ORBIT (Om Roy Bicara I.T.) yang tayang setiap
Senin malam (20:00 s/d 21:00 WIB) di TVRI itu jadi juga nongolin
tampang gue dan Om Roy, tepatnya 4 Juni 2007. Didampingi
presenter cewek, Mbak Moza dan KABAG HUMAS Yayasan Mitra Netra,
Mbak Aria Indrawati, acara bertajuk "Teknologi Bagi Tunanetra"
itu berhasil menghantarkan "kesan" bagi pemirsanya selama 1 jam.
Alhamdulillah...!
Seperti yang gue cita2kan, gue berharap acara itu dapat
disaksikan oleh banyak orang. No, it was not because I am an
artist *narsis*, tapi karena di acara itu kami berusaha
menunjukkan pada publik bahwa tunanetra masih berpotensi untuk
dapat bekerja dan menikmati kecanggihan IT seperti halnya orang
normal.
Dalam acara itu, Om Roy dan Mbak Moza menghantar gue dan Mbak
Aria sharing pengalaman kami sebagai tunanetra. Mbak Aria
menjelaskan tentang layanan yang disediakan Mitra Netra bagi
tunanetra, sementara gue jadi kelinci percobaan yang mendemokan
pengoperasian komputer (laptop), dan ponsel bicara (NOTE: Buat
beberapa pemirsa yang kirim e-mail ke gue dan nanya ponsel apa
yang gue pakai waktu itu, gue pakai Nokia 3230, karena itu salah
satu yang kompatibel untuk bisa diprogram pembaca layar buat
tunanetra. Ponsel apa aja yang mendukung, please ask me later.).


Pasca acara, gue sempet foto2 dulu di ruang santai bareng Om Roy
Suryo dan kru acara. Wah, ada juga Vani alias Miss Techno, yang
membawakan segmen kuis di ORBIT! Mau liat tampang aslinya!? See
above!!!
Terima kasih banyak, the first one goes to my parents (for their
full support). Selanjutnya, untuk Bung Roy Suryo yang sudah
berkenan membawa saya siaran dalam acara ORBIT. Nggak
ketinggalan seluruh kru TVRI, dan tentu saja...pemirsa yang
sudah memberi perhatian dalam acara ini...
Rama Says: 23:29 WIB
laporan dari wii gamelabs 2007
***Tulisan Eko Ramaditya Adikara untuk Mobile Magazine
edisi Juli 2007***

Para penggemar mesin game terbaru besutan Nintendo, Wii -- yang
berdomisili di Jakarta -- ternyata tak harus jauh-jauh ke luar
negeri untuk dapat bermain bersama. Lewat acara Wii Gamelabs
2007 yang digelar di Restoran Cavana - Mall Pondok Indah 1,
Minggu (3/6/2007), pengunjung diberi kesempatan untuk mengetahui
berbagai informasi seputar Wii dan menjajal konsol generasi
ketujuh tersebut. Sebuah turnamen Wii Bowling berhadiah uang
tunai pun ikut meramaikan acara tersebut!
Sebagai informasi, Wii Gamelabs 2007 adalah gathering yang
digagas majalah HotGame dan situs Video Game Indonesia (VGI)
untuk mempertemukan penggemar Wii, dan mereka yang ingin
mengetahui informasi seputar Wii.
Acara dibuka dengan presentasi Wii oleh perwakilan VGI, Kelly,.
Lewat presentasinya, ia menjelaskan tentang pengoperasian Wii
dan berbagai fitur yang terdapat dalam konsol tersebut.
Lebih lanjut, Kelly membeberkan perbedaan antara Wii dan dua
konsol pesaingnya, Xbox 360 dan PlayStation 3 (PS3).
"Kalau kita bandingkan teknologinya, Wii memang berada di bawah
Xbox 360 dan PS3. Secara otomatis, tampilan dan suaranya pun tak
sebagus rivalnya." Kelly mengambil contoh kecepatan prosesor
Xbox 360 yang mencapai angka 3,2 GHz, sedangkan prosesor Wii
hanya setara dengan kecepatan Intel Pentium III, sekitar 729
MHz.
Menurut Kelly, hal tersebut memang sengaja dilakukan Nintendo.
Perusahaan yang pernah berjaya dengan konsol game 8-bit NES
(Nintendo Entertainment System) pada era 80-an itu lebih fokus
pada inovasi dan gameplay. Dengan kata lain, Nintendo lebih
mengutamakan game yang berkualitas dan interaksi antar game dan
pemain. Intinya, kesenangan bermain game adalah hal yang paling
diprioritaskan Nintendo.

Untuk mencontohkan salah satu fitur Wii yang inovatif, Kelly
meminta salah seorang peserta untuk menjajal game Wii Tennis
dengan menggunakan Wiimote (nama untuk kontroler Wii yang
menggunakan teknologi motion sensor). Jadi, dengan adanya sensor
yang dapat mengenali pergerakan tubuh, si pemain dapat memainkan
game Tennis seperti halnya bermain Tennis sungguhan.
"Jadi, main game tidak cuma pencet-pencet tombol, tapi kita
dapat merasakan nuansa bermain game yang realistis. Tinggal
mengayunkan Wiimote seperti mengayunkan raket, mudah sekali,"
jelas Kelly.
Kontan saja, simulasi tersebut sempat menyita banyak mata
pejalan kaki yang kebetulan melintas di area restoran tersebut.

Untuk memeriahkan suasana, panitia juga menggelar sebuah
turnamen mini.
Dalam turnamen itu, panitia meminta 5 orang pengunjung untuk
memainkan Wii Bowling, salah satu game dalam paket olahraga Wii
Sports. Peserta yang berhasil meraih nilai tertinggi berhak atas
uang tunai senilai Rp. 200,000.
Dengan memanfaatkan sensor yang terdapat pada Wiimote, pemain
dapat ber-bowling persis saat bermain bowling di gedung olahraga.
Jadi, pemain tak hanya menekan tombol, tapi juga dapat melakukan
simulasi melempar bola dengan mengayunkan tangan. "Boleh juga
pakai ancang-ancang 3 langkah, baru ayunkan Wiimote-nya ke depan,"
Kelly menjelaskan.
Bicara mengenai sistem gameplay dan kontrol Wii yang inovatif,
beberapa peserta acara mengaku tertarik dengan inovasi yang
dikembangkan Nintendo.
"Jadi main Tennis atau Bowling tinggal mengayunkan Wiimote saja?
Gampang sekali," tutur Dewi, seorang ibu yang kebetulan mampir
di restoran tersebut.
Lain lagi dengan Tommy, pengunjung yang sudah berpengalaman
memainkan game di berbagai konsol. Menurut dia, dari segi grafis
Wii memang berada di bawah dua pesaingnya, Xbox 360 dan PS3, dan
game-game Wii lebih cocok untuk dimainkan bersama-sama anggota
keluarga.
Namun, gameplay Wii yang unik juga menjadi daya tarik tersendiri
baginya. "Kalau turnamennya Wii Boxing, barangkali saya mau juga
ikutan!"
Rama Says: 22:35 WIB