minggu, 23 desember 2007
farewell 2007!
Time flies, and another year is upon us... Yap, nggak kerasa kita
bakal ninggalin tahun 2007 ini. Ada begitu banyak kejadian
yang tentunya sudah kita lewati dan meninggalkan jejak2 di ingatan
kita.
Amazing! Cuma itu sih yang bisa gue sampaikan untuk mewakili
ungkapan gue terhadap apa yang sudah gue alami tahun ini. Ada
suka, ada duka, ada trial and error, semuanya campur aduk jadi satu!
The thing is; gue merasa seneng karena tahun ini gue pun masih
diberi umur panjang, masih dikasih kekuatan untuk bisa
bertahan, dan yang terpenting, masih dikaruniai kesempatan untuk
merasakan berbagai pengalaman berharga yang bakal melengkapi
diary kehidupan gue.
Untuk tahun 2008, mungkin gue nggak akan terlalu maju ke depan
dengan setumpuk resolusi. Gue cuma berharap apa yang selama
ini gue jalani -- hal2 positif tentunya -- akan menjadi lebih baik
lagi, dan apa yang gue hindari -- hal2 negatif tentunya --
akan semakin bisa gue tinggalkan.
So, happy new year for everyone then...!
sabtu, 22 desember 2007
contra, and my music!

Dari judul dan gambarnya pasti udah jelas kalau gue bakal
ngomongin soal musik game lagi, tapi kali ini gue mau ngomongin
soal game tembak2an yang populer banget era 80/90-an, apalagi kalo
bukan CONTRA? Game yang menyambangi mesin game Nintendo
Entertainment System (NES) dulunya banyak dimainin anak cowok,
terutama mereka yang suka tembak2an dan kepingin main bareng2
sama temen yang lain. Serunya aksi gamenya, ditambah rahasia 30
nyawa dan nggak ketinggalan musik yang sangat keren betul2
bikin gue -- salah satu pecinta Contra series -- nggak bisa lupa ama
game yang satu ini!
Singkat aja yah! Game lanjutan Contra pun terus dibuat, hingga tahun
2007 ini, sekuel game Contra ini dibuatkan lagi gamenya,
dengan judul Contra 4, rilis untuk mesin game genggam Nintendo DS.
Game Contra 4 sendiri tetap mengacu pada elemen dasar seri Contra;
karakter bergerak maju ke depan, menembak musuh dan bisa
berganti senjata sesuai bonus yang didapat. Beberapa level dan musik
dari Contra sebelumnya pun dimunculkan lagi, meskipun
sudah diperbaharui.
Nah, dalam kesempatan ini, Konami selaku publisher game ini
melakukan seleksi terhadap musik buatan komposer musik game
independen untuk dimasukkan sebagai musik dalam Contra 4. Akhirnya,
terpilihlah seorang remixer musik game berinisial VIRT,
ahli MIDI dan gitaris handal yang sering me-remix musik2 game buatan
Konami.
Yang membanggakan adalah; dua musik aransemen yang gue buat pun ikut
disertakan dalam game ini!!!
Ya ampyun, emang apa bagusnya seeh!? Gue akui kalau 2 lagu buatan
gue berbanding seluruh musik buatan VIRT yang dimuat di
Contra 4 tentu saja nggak imbang, secara gue ini masih amatiran dan
pengalaman gue membuat musik game masih CUPU banget!
Tapi, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri untuk gue bisa membuat
musik untuk seri game yang pernah jadi nostalgia terindah
masa kecil gue.
Nah, adapun musik gue yang terpilih adalah aransemen dari musik di
level 1 Contra pertama, Jungle. Levelnya seperti di gambar
yang terpampang di atas. Yang satunya lagi adalah aransemen untuk
musik pertempuran melawan salah satu bos, gambarnya nggak
ada jadi dengerin aja sendiri!
Kalau mau denger contoh musiknya seperti apa, gue sediakan sample
MP3-nya yang bisa di-download disini. Kalo kalian pemain
Contra yang udah hafal musiknya pasti nggak kesulitan untuk
membedakan mana musik asli (versi Nintendo) dan musik
aransemennya yang gue buat. Tapi, untuk yang belum pernah denger, di
file sample MP3 ini gue memberikan potongan musik
aslinya, dilanjutkan dengan musik aransemen gue. So you will get the
idea about the difference between the two!
Nih, silahkan download disini!
http://www.ramaditya.com/mp3/contra_4_jungle2.mp3
http://www.ramaditya.com/mp3/contra_4_boss2.mp3
So, for Contra maniacs; WHAT ARE YOU WAITING FOR!? Grab your DS, go
to your nearest game store and snatch Contra 4!!!
ke dufan lagi!

Yeah yeah yeah, call me DUFAN freaks or whatever! Yang jelas,
kalian nggak salah kalau menyebut gue begitu lantaran bulan ini
gue ke DUFAN lagi! Kali ini gue ke DUFAN sama temen baru gue yang
gue kenal via YM. You call her Tyas, cewek asal Malang yang
sekarang magang di Jakarta. Rencananya doski emang mau balik lagi ke
Malang akhir tahun ini, and you know what? Ini adalah
kali pertama kita ketemu, also, this is her first experience going
to DUFAN!
Well, kalau soal gimana gue menikmati wahana disana, gue nggak akan
cerita banyak, pasalnya gue juga udah cerita di diary
online bulan November 2007, dan somewhere around July 2004, if I am
not mistaken. Gue cuma mau cerita beberapa hal unik yang
gue dan Tyas lakukan disana.
Pertama, kita sengaja berangkat pagi2 banget supaya kebagian tiket
pertama dan bisa masuk lebih awal, itu supaya kita bisa
naik wahana2 yang biasanya bisa ngantre sampai 4 jam. Dan...sukses!
Waktu gue dan Tyas akhirnya berhasil menembus pintu
pertahanan DUFAN sekitar jam setengah sebelas, kita langsung
meluncur ke Meteor Attack, wahana yang biasanya bisa membuat
pengantrenya nunggu sekitar 2 atau 3 jam lebih. Tapi kali ini, gue
dan Tyas jadi pengunjung pertama!
Wahana Perang Bintang pun begitu, tapi sayangnya itu jadi mengurangi
keasyikan menikmatinya. Ya, soalnya karena baru sedikit
pengunjung yang masuk, kita nggak bisa nonton film pembuka dan
ditransportasikan lewat lift berkecepatan cahaya menuju ke
pesawat (ya keduanya cuma bohong2an sih, tapi cukup untuk membuat
gue berubah jadi anak umur 7 tahun lagi). Jadi, kita
langsung naik ke pesawat dan beraksi.
Selesai dengan wahana pembuka, gue pun ngajak Tyas untuk mulai
beraksi dengan permainan yang menantang adrenalin. Si rambut
panjang itu pun merespon dengan menguncir rambutnya dua kali.
Selanjutnya, tentu kalian udah bisa nebak. Lebih parah dari
kunjungan2 gue sebelumnya, kita sepakat untuk menurunkan usia
kita jadi 17 tahun. You know what I mean; kelakuan kita nggak beda
jauh ama anak2 ABG yang tertarik banget sama wahana2
disana! Gue pun nggak malu2 lagi untuk nunjukin gimana childish-nya
gue!
Yang luar biasa adalah; wahana2 yang tadinya sepi dan kita masukin,
setelah kita keluar ternyata sudah terbentuk antrean
panjang yang pastinya bakal bikin kita berdua bete banget kalo ada
disana. Yap, selalu seperti itu setiap kali!
Sayangnya, cuaca yang sebelumnya bersahabat pun menjadi tidak
bersahabat setelah lewat tengah hari. Yah meskipun hujannya
nggak deres, tapi itu cukup untuk membuat kita berdua kecewa,
pasalnya wahana TORNADO -- yang gue kepingin banget ngajak Tyas
naik dan melihat dia pingsan disana -- nggak bisa beroperasi. Tapi,
karena keadaan cuaca yang nggak menentu itu pun ikut
mengacaukan antrean, jadi untuk beberapa wahana kita bahkan nggak
perlu ngantre dan bisa naik dua kali (Kora-kora dan Roller
Coaster).
Petualangan kita pun ditutup dengan menonton atraksi kembang api di
danau dekat wahana Bianglala (Note: yang nonton cuma
Tyas, sedangkan gue cuma bisa denger secara gue tunanetra gitchu loh!).
Ternyata atraksi itu nggak kalah serunya dengan yang
bulan lalu, meskipun pengunjungnya lebih sedikit karena cuaca yang
nggak menentu sebelumnya. Overall, it's great!
Well, gue seneng banget karena hari ini gue berhasil menjadi seorang
GUIDE -- tapi bukan guide dog -- yang baik untuk Tyas.
Dari ekspresinya yang seperti boneka Barbie yang baru diganti batu
baterainya, gue bisa merasakan betapa cewek programmer
JAVA ini begitu menikmati kunjungan pertamanya ke DUFAN, and it
means a lot for me. Sangat disayangkan kalau di momen2
menyenangkan ini, si chubby -- yang katanya punya masalah dengan
kehilangan ingatan sementara -- melupakan di mana dia
menaruh kacamatanya, so hilanglah barang tersayangnya yang sejak SMA
sudah 10 kali hilang tapi selalu kembali. Mungkin tuh
kacamata kepingin tinggal di DUFAN saking senengnya, hehe!
kamis, 13 desember 2007
ramaditya syuting!
Sebelumnya -- di diary online
November 2007 -- gue pernah cerita
kalo temen baik gue di Trans TV ngajak gue untuk jadi
narasumber di beberapa program baru Trans TV. Nah, bulan ini gue
mulai syuting untuk program ATAS NAMA CINTA, sebuah acara
berdurasi 30 menit yang mengetengahkan kisah2 cinta nyata yang unik
dan mengesankan. Bentuk acaranya sendiri seperti
doku-drama, jadi si pemilik kisah bercerita, dan kalau memungkinkan
memerankan sendiri karakternya di cerita itu.
Nah, gue kebagian 1 episode untuk menceritakan seluruh kisah cinta
yang pernah gue jalani (Note: nulisnya sambil blushing,
neeh!).
Jadi, Mas Gede (pengarah acara) dan Mas Cecep (kameramen) ingin
menghadirkan sebuah tayangan; bagaimana seorang tunanetra
bisa punya love story. So, jadi deh semua rahasia gue kebongkar
disana, karena Mas Gede harus tahu seluruh kejadian yang
pernah gue alami. So, here they are, Mas Gede & Mas Cecep!

Ini nih tampang Mas Gede Anunya, eh salah! Mas Gede Satria, the man
behind the scene, yang bertugas menyusun flow cerita. Dia
yang mewawancarai dan mengorek-ngorek masa lalu gue, termasuk
menyusun cerita itu menjadi sebuah kesatuan yang utuh dan
matang.

Yang ini nih, si jomblo sejati, ksatria Sunda bersenjata kamera, Mas
Cecep! Dibantu temen2nya yang lain, Mas Cecep setia
menemani dengan bidikan kameranya, bahkan rela berputar/jongkok/manjat
pohon demi mendapatkan view yang terbaik.

Dalam episode ini, gue memerankan sendiri karakter gue, sementara
untuk mereka yang pernah jadi mantan gue diperankan oleh
orang lain. Satu2nya karakter lain yang diperankan sendiri oleh
orangnya adalah MY BELOVED FAIRY, YULIA alias KAGOME (see above,
she's with me in heaven!). Ya, karena dialah yang saat ini paling
deket sama gue dan keluarga, dan yang paling tahu seluk
beluk tentang gue. You can also hear her elfish voice narrating our
love story!
Dalam kesempatan ini, gue berusaha untuk menuangkan seluruh
pengalaman gue, dan membentuknya menjadi sebuah cerita yang
diharapkan bisa menginspirasi orang banyak. Maybe you will get the
idea how blind people can have such stories. Bagaimana
ketika pertama kali gue mulai suka sama lawan jenis, bagaimana gue
akhirnya mendapatkan dan kehilangan sahabat sejati,
bagaimana rasanya "brocken heart" yang menjadikan gue begitu tidak
produktif dan destruktif, bagaimana ketika gue harus merasai luka
akibat pengkhianatan dan kesalahan yang gue buat sendiri, sampai
akhirnya pertemuan
gue dengan my little fairy...
Gue pun mendapat kehormatan untuk mengerjakan sendiri musik
pengiring yang akan dipakai dalam episode ini. So, gue berusaha
keras untuk membuat musik yang betul2 menjiwai, mengingat ini kisah
nyata gue sendiri. Let's see then!
Huehehe, ternyata capek juga ya syuting itu! Gue jadi rada ngerasa
bersalah kalo terkadang gue suka memandang rendah
sinetron2 Indonesia, ternyata untuk membuatnya itu nggak gampang.
Terbukti, untuk durasi tayang sekitar 20 menit ini pun gue
menghabiskan waktu 2 minggu lebih. Gue dan kru Trans TV harus pergi
kesana-kemari untuk dapetin lokasi, ketemu banyak pemeran
untuk diskusi dan melakukan pengambilan gambar, sampai
bergonta-ganti kostum, naik kuda, and...well, just see it yourself
then!
Overall, gue sangat menikmati syuting ini. Sekaligus, ini menjadi
batu loncatan untuk obsesi gue; membuat film yang ceritanya
diambil dari situs ini, ramaditya.com! Semoga acaranya sukses dan
bisa jadi portfolio untuk mewujudkan obsesi gue itu...!
Special thanks goes to Trans TV...
jum'at, 7 desember 2007
ke rumah baron sang gitaris

Sebelumnya gue cerita tentang pertemuan gue dengan Baron, mantan
gitaris grup band GIGI di Festival Seni & Teknologi Anak Jalanan
2007. Nah, doski mengundang gue untuk bertandang ke rumahnya,
sekaligus menikmati sedikit pesta yang disuguhkan tuan rumah. Nggak
ada apa2 seeh, cuma having fun aja!
Jadi, sepulang kerja gue dijemput Baron dan meluncur ke rumahnya
yang berlokasi di bilangan Ragunan, Jakarta Selatan. Begitu memasuki
rumahnya yang bergaya mediterania itu, gue langsung disambut Papio,
kelinci piaraan isteri Baron -- yang ternyata piara banyak binatang
dan tanaman -- yang tentunya menggoda gue untuk menggendong makhluk
gendut berbulu lebat itu.
Gue juga berkesempatan ketemu sama beberapa temen2 Baron -- yang
hebat banget -- dan bertukar pengalaman dengan mereka. Ada yang
programmer, ada yang jago Macintosh, ada juga yang mengajar, dan
tentu saja nggak lengkap tanpa teman2 Baron yang berprofesi sebagai
pemusik juga.
Nah, paragraf ini mungkin bakal bikin elo sakit kepala, tapi ini
bagian yang paling bikin gue interest. Salah satu yang intensif
banget ngobrol sama gue adalah Arif. Dia ini jago kutak-katik
aplikasi pembuat musik. Kreasi terbarunya adalah membuat sebuah
sistem yang memungkinkan kita membuat musik dengan lebih gampang
menggunakan komputer. Jadi, semisal kita ingin membuat musik dari
alat musik atau suara kita sendiri -- yang ditodong pakai mikrofon
-- maka secara otomatis komputer bisa mengemulasi suara itu (gimana
ya jelasinnya? yang jelas instrumen digital yang dipilih di komputer
suaranya akan mengikuti tinggi rendahnya suara yang masuk dari
mikropon). Jadi, semisal kita jago nyanyi tapi nggak bisa main
keyboard, kita cukup menyuarakan melodi dari lagu yang ingin kita
nyanyikan, dan pattern suara itu akan terbentuk di komputer!
Malamnya, kita menikmati dinner yang dibuat spesial oleh Aya, juga
temannya Baron yang aktif di KKS MELATI. Masakannya
ruuuuuuaaaaaarrrrrrbiasaaaaaaa, sampai2 naga di perut gue nggak
berhenti meraung meskipun sudah menghabiskan tiga porsi penuh!
Bersama temen gue, Dauri yang juga dateng, kita pun sempet bercanda
dan saling meledek satu sama lain, sementara hidangan Chitato
berukuran raksasa di meja terus ludes.
Setelah melihat2 studio baron, Baron pun menanyakan alat musik apa
yang biasa gue mainkan. Dengan malu2, gue jelasin kalo cuma alat
musik tiup (suling, flute, dsb) yang bisa gue mainin. So, bukan
musisi namanya kalo nggak mengetes langsung omongan gue. Maka,
dikeluarkanlah suling yang katanya hadiah dari kakek Baron untuk
kakak Baron, yang dibeli tahun 1977 dan hingga detik ini baru 1 kali
disentuh. Alangkah terkejutnya gue, karena di dalamnya ada suling
sopranino, suling berukuran kecil yang dulu pernah gue punya (ilang
di air terjun waktu camping) dan nggak gue temukan lagi di toko
musik manapun!
Lalu, dengan segenap kemampuan gue memainkan suling kecil itu, dan...guess
what? Baron langsung menelepon kakaknya -- yang punya suling -- dan
sebentar kemudian sang kakak ngomong dari speaker telepon; "Rama,
take the thing you are playing with you..."
OMG! OMG...OMG...OMG! Gue nggak percaya kalo gue akan kembali punya
suling sopranino! Nggak henti2nya gue berterima kasih dan berjanji
untuk merawat suling itu dengan sebaik-baiknya, suling yang akhirnya
gue beri nama Aiedail (Bintang Pagi).
Setelah selesai, Baron pun mengantar gue pulang, and...another great
day, everyone...!
minggu, 2 desember 2007
festival seni & teknologi anak jalanan 2007
Hari ini gue diminta sobat gue Dauri untuk dateng ke Festival
Seni dan Teknologi Anak Jalanan 2007, sebuah ajang dimana berbagai
rumah singgah (wadah yang menampung dan menangani kebutuhan hidup
dan pendidikan anak2 jalanan di Jakarta) menggelar berbagai karya
dan atraksi yang berhubungan dengan seni dan teknologi. Acaranya
sendiri bertempat di SMP 71 Jakarta Utara.
Sekitar jam 10 pagi gue sampai di lokasi. Hujan sih waktu itu, jadi
semaraknya suasana festival nggak begitu terasa (which is more than
great soon after the rain stopped). Nah, disana, selain dipamerkan
berbagai hasil karya anak2 jalanan, juga ditampilkan berbagai
atraksi panggung, seperti tarian, teater, dan juga musik band.
Musiknya sendiri dibawakan oleh bintang tamu, sementara tari dan
teater dibawakan oleh anak2 jalanan yang berasal dari 11 rumah
singgah.
Sayangnya, gue nggak bisa menyaksikan acara langsung dari deket --
termasuk ngambil gambar -- karena begitu sampai di tempat, Dauri
langsung menodong gue jadi juri lomba mengarang online yang
pesertanya juga anak2 jalanan. Waks, he didn't tell me about this!
Tapi gpp deh, hitung2 pengalaman!

Nah, yang bikin gue seneng banget jadi juri lomba mengarang itu
adalah...karena hadirnya Pak Onno W. Purbo! Pasti tahu dong, salah
satu pakar teknologi dan multimedia di Indonesia yang pernah
menciptakan sistem koneksi internet dengan wajan? Hari ini beliau
pun datang membawa hasil karyanya itu, dan koneksi wajannya juga gue
pakai buat internetan lho!
Secara pribadi, gue memang udah akrab dengan Pak Onno sejak lama,
bahkan kita sudah menggunakan bahasa "loe-gue" untuk berkomunikasi,
meskipun gue tetap memanggilnya "Pak" dan hanya menyebut diri gue
dengan "Gue." Kita sering ketemu di seminar2, khususnya yang
berhubungan dengan sekolah. Karena Pak Onno yang jenaka itu emang
paling suka diundang hadir ke sekolah2 yang ngadain acara berbau
teknologi.

"Wah sableng nih gue tadinya cuma mau maen malah ditodong jadi juri,"
celetuk Pak Onno waktu kita mulai memeriksa hasil karya anak2 via
e-mail. Wah ternyata kita berdua sama2 jadi korban nih!
Gue dan Pak Onno sama2 kasih acungan jempol buat peserta, karena di
usia yang masih terbilang muda (10 s/d 15 tahun), beberapa karangan
mereka -- tentang teknologi -- sudah cukup baik dan punya dasar
teori yang benar. Yah, meskipun kadang kita senyum2 sendiri dan suka
ngakak ngomentarin tulisan yang salah atau kalimat yang meluncur
terus tanpa tanda baca sama sekali.

Selain bercengkrama dengan beberapa relawan acara yang sudah gue
kenal sebelumnya, gue juga berkesempatan kenalan sama Baron, mantan
gitaris grup band GIGI. Dia dateng sama isteri dan dua orang anaknya.
Obrolan kita langsung menjurus ke arah musik, dan dia sempat
mendengarkan beberapa musik yang pernah gue bikin. "Loe maen dah ke
studio gue," tawar Baron sambil menyerahkan nomor kontaknya. Wah,
seperti gurun pasir diterpa hujan, gue langsung seger dan mengiyakan
ajakannya. So, Baron, just wait until the day comes, the day for
your studio to be blown up!!!
Secara keseluruhan, gue salut banget sama semua pihak yang
menyelenggarakan acara itu. Ternyata, meskipun mungkin kehidupan
anak2 jalanan itu nggak seenak rekan2 lainnya yang tinggal di
lingkungan yang lebih baik, mereka pun punya bakat dan keterampilan
yang nggak kalah hebatnya. Gue yakin, kalau sedari awal mereka sudah
kenal sama yang namanya teknologi, dan tentu saja melalui pengarahan
yang benar, maka kecerdasan mereka akan berkembang jauh lebih baik.
Apakah nantinya mereka akan menjadi pakar2 teknologi dan ahli2 seni?
Who knows? Let's see then!!!
Congrats...!
Nih, kalau mau tau lebih jauh tentang acara ini, mampir aja ke salah
satu website penyelenggaranya, KKS Melati (which is friend of mine).
Alamatnya: http://www.kksmelati.org.
sabtu, 1 desember 2007
update koleksi musik game terbaru

Hehehe, setelah sekian lama akhirnya gue update juga tuh koleksi
album musik game gue, yang kalo nggak salah udah melebihi angka 1500
album (belum termasuk PPN 10%...eh, salah, maksudnya belum termasuk
gamerip alias musik2 game yang gue rekam sendiri dari gamenya).
Beberapa temen juga sempet nanya ke gue: "Tuh album segitu banyaknya,
apa iya didengerin semua sih?"
My answer is; Yap, gue memang mendengarkan semua koleksi album musik
game gue, caranya adalah dengan mendengarkan album2nya secara acak
setiap hari. Memang sih ada beberapa album favorit yang rutin gue
dengerin, tapi biasanya kalo gue lagi di depan komputer dalam jangka
waktu lama, let's say, 5 jam lebih, gue selalu memutar musik game
secara acak. Lumayan deh, lebih dari 10.000 file MP3 yang diputer
acak nggak akan pernah bikin gue bosen, apalagi koleksinya terus
nambah tiap bulan!
Nah, sekarang gue mau coba kasih gambaran singkat album2 apa aja
yang jadi favorit gue yang baru gue dapet dan gue masukin ke update
koleksi musik game tertanggal 1 Desember 2007. Seperti biasa,
mengingat pembaca situs ini kebanyakan nggak gitu ngerti tentang
musik game, jadi gue akan kasih penjelasan kira2 seperti apa gaya
musik yang ada dalam tiap album. So, everyone can try...!
Dari 36 album baru yang gue dapet, ada beberapa album yang perlu
mendapat prioritas untuk didengerin. Yang pertama, apalagi kalo
bukan musik dari seri Final Fantasy? Wah wah, setelah sekian lama
gue nggak terkagum-kagum sama musik dari Final Fantasy, akhirnya gue
kembali menggandrungi salah satu albumnya. Bedanya, album ini bukan
album official, melainkan sebuah proyek aransemen dari berbagai
komposer dan remixer yang bergabung di situs www.ocremix.org. Itu
adalah situs yang berisi mereka2 yang suka mengaransemen ulang musik
game. Jadi, proyek ini mereka beri nama Final Fantasy VII Voices of
the Lifestream. So, what's inside? Album ini terdiri dari 4 CD yang
isinya 45 lagu aransemen ulang dari seri Final Fantasy VII. Jenis
musiknya beraneka ragam, dan mewakili semua sekuel Final Fantasy
VII.
Masih dari seri Final Fantasy, album selanjutnya yang kudu
didengerin adalah Final Fantasy VII Crisis Core. Ini adalah
soundtrack untuk sekuel Final Fantasy VII, isi albumnya beraneka
ragam, tapi kebanyakan didominasi oleh alunan musik simfonik (kayak
musik klasik) dan rock. Beberapa di antaranya adalah aransemen dari
Final Fantasy VII, ssalah satunya Aerith's Theme yang gue paling
suka karena paling manis dan romantis (ada dentingan piano dan
petikan gitar yang terdengar halus dan menjadi melodi utama dalam
lagunya yang nyantai banget).
Nah, kalo kalian suka musik bergaya klasik atau simfonik yang megah
dan menggelegar, boleh menjajal Ace Combat 6 Fires of Liberation
Original Soundtrack. Ini soundtrack dari game perang pesawat tempur
Ace Combat yang baru aja rilis untuk PS3. Kalau menurut gue,
musiknya jauh lebih rapi dan halus ketimbang pendahulunya. Nice
addition! Oh ya, jangan lupa juga menikmati soundtrack game online
Halo 3 yang lagi populer di Amerika (Xbox 360), karena musiknya
nggak kalah megah dan spektakulernya dengan Ace Combat 6!
Atau...barangkali lebih suka musik2 disco untuk nge-dance, joget,
atau sekedar tripping2? Why don't you try to be crazy with these?
Soundtrack dari game Shooting Love 2007 barangkali bisa membuat
kalian berkeringat. Tapi, gue lebih suka Wangan Midnight Maximum
Tune 3 Original Soundtracks gubahan komposer musik game legendaris
Yuzo Koshiro, karena musik2nya enerjik dan bertenaga, tapi cukup
manis untuk dijadikan teman melantai.
Yang suka musik game "JAMAN DOELOE" juga bisa menjajal TV Game
Superhero Collection, disana ada musik versi instrumental animasi TV
Jepang yang dijadiin game, seperti Dragon Ball dan Doraemon. Boleh
juga mendengarkan Pac-Man Fever, album musik game pertama di dunia...which
is not my taste of all! 80-an banget gitchu loh!
Nah, perburuan gue ditutup dengan mendapatkan beberapa album doujin,
maksudnya album aransemen musik game yang digarap orang Jepang.
Bagus2 lho, di antaranya Romancing SaGa - The Last Testament dan
AGES - Sega Game Music Arrange -- dua2nya digubah oleh Magical
Tricks Society, sebuah grup doujin yang terkenal banget dengan
kehalusan dan kerapian mereka dalam mengaransemen musik game (terkenalnya
yah di Jepang sono).
Dari sekian banyak, mana nih yang terfavorit? So, penasaran? Mau tau?
*menabuh genderang seperti waktu mau menyambut pengumuman juara
pertama dalam perlombaan* Pemenangnya......adalah!?!?
"Final Fantasy Tactics A2 The Sealed Grimoire Original Soundtrack"
Nggak nyangka kalau gue kembali mengidolakan album musik Final
Fantasy dan menjadikannya sebagai album terfavorit bulan ini,
soalnya yang ini emang bener2 keren abis (menurut gue). Album ini
merupakan soundtrack dari sekuel game Final Fantasy Tactics Advance
(2004) yang diberi nama Final Fantasy Tactics A2 The Sealed Grimoire.
Komposernya adalah Hitoshi Sakimoto, beliau ini terkenal banget bisa
menggubah musik bernuansa simfonik yang khas dengan bau peperangan
dan seriusnya sebuah medan tempur. Hanya, waktu dia bikin musik
untuk Final Fantasy Tactics Advance, nuansanya lebih ceria tapi
tetap megah. Nah di album Final Fantasy Tactics A2 The Sealed
Grimoire Original Soundtrack ini, selain menggubah musik baru,
beberapa musik dari Final Fantasy Tactics Advance -- yang sudah di-remix
-- juga disertakan. Ceria, tapi seru dan megah...cuma itu yang bisa
gue gambarkan untuk menjelaskan betapa kerennya album ini. Any
complain? Protes gue satu2nya hanya karena beberapa musik yang gue
suka di Final Fantasy Tactics Advance nggak diikutsertakan, padahal
gue yakin kalo musik2 itu ikutan di-remix, pasti jadinya keren
banget!!!
PS: To Sakimoto's fans, also check out his other works. One of them
are A.S.H. -Archaic Sealed Heat- Original Soundtrack.