CHO CHANG - TO BE WITH YOU 2
Harry Potter & The Order Of
The Phoenix: Chapter 11
Entah udah yang kesekian kalinya gue baca ulang chapter ini,
seakan-akan pengen ikutan nimbrung sama Harry & Cho yang lagi asyik
kencan. Gue masih inget
waktu pertama kali baca buku ini dan sempet ngerasa iri sama mereka
berdua. Biarpun bahasa Inggris gue pas2an, tapi gue tetep bisa
ngerasain suasana romantis
yang disajiin J.K. Rowling di buku kelimanya ini. "If I could be
experiencing something like that," Rama sang pria jomblo berbisik.
Gue nggak tau apakah
gue yang terlalu berlebihan menilai suasana romantis di chapter itu,
atau mungkin karena penderitaan gue (gara2 cewek) yang terlalu
berlebihan yang bikin
gue jadi iri bahkan sama cerita di buku yang sama sekali nggak nyata
dan nggak ada istimewanya? Gue nggak bisa jawab, yang jelas nggak
ada hal lain yang
terpikirkan waktu itu selain...gue pengen punya sahabat2 yang baik
seperti Ron dan Hermione, juga kekasih yang baik seperti Cho Chang,
tapi gue nggak berharap
punya musuh kayak Draco Malfoy atau Voldemort lho...! *grin*
Luckily, my wishes didn't go unanswered. In fact, I've already met
my Cho Chang, that Rani Ariefanti girl...
Gue bersyukur banget karena Allah ternyata masih ngasih kelegaan di
hati gue untuk bisa nerima kehadiran cewek lagi di kehidupan gue.
Sebelumnya gue memang
sempet berpikir untuk nggak lagi berurusan dengan itu, mungkin
karena beratnya luka yang gue tanggung di cerita2 sebelumnya. Gue
mengakui memang perasaan
untuk tidak mempercayai dan tidak menerima itu masih ada, but still,
gue nggak boleh membiarkan perasaan2 seperti itu menggerogoti hidup
gue, iya nggak...?
Nggak kerasa kalau gue udah ngelewatin chapter 11. Ah, Cho Chang...
Gue sendiri heran kenapa gue bisa kasih panggilan itu untuk Rani.
Lama banget gue mikir
sampai akhirnya gue nemuin kenapa...karena dua2nya sama2 suka
tersenyum, salah satu hal yang paling gue suka dari seorang cewek,
juga dari semua orang
yang melakukan itu. Senyum itu punya efek yang jauh lebih mujarab
daripada sihir penyembuhan White Mage, yang melihatnya bisa ngerasa
bahagia, yang melakukannya
bisa mengobati derita... Well yeah, that's it! Selebihnya, mungkin
karena gue pengen banget punya hubungan sedeket Harry dan Cho Chang
(PERINGATAN: ini
untuk buku versi Inggris).
Akhirnya gue tiba juga di bagian buku dimana Harry harus nemenin Cho
Chang belanja. Disini mungkin Rowling berusaha nyajiin alur cerita
yang wajar dan nggak
terlalu berlebihan, jadi meskipun mereka berdua itu, Harry dan Cho
deket banget, tetep aja ada hal2 yang Harry kurang suka dari Cho.
Yup, saking betenya
Harry, sampai2 Rowling kasih perumpamaan begini: daripada harus
nemenin Cho belanja, mendingan gue kena sihir kutukan dari seribu
penyihir, dikeluarin
dari sekolah, dan bertempur ngelawan Voldemort, tiga2nya terjadi
sekaligus! Sejenak gue merenung dan gue coba inget2 apa yang kurang
dari diri gue... Wah,
banyak banget! Gue percaya pasti banyak hal2 yang nggak Rani suka
dari gue. Ooops, apa ini? Gue baru nyadar kalau salah satu
kekurangan gue adalah ...
gue terlalu menyanjung orang yang gue suka dengan berlebihan,
seolah-olah dia itu nggak ada ada kurangnya. Yah...tapi lain dulu
lain sekarang kan? Gue
akui memang ada juga hal2 yang gue kurang berkenan dari Rani, tapi
menurut gue itu wajar aja, dan setelah gue mengakui itu, gue baru
ngerasa nemuin sesuatu
yang pernah hilang dari diri gue...MY LOVE IS NOT EVERYTHING
Temen2 yang udah pernah ngasih banyak masukan sejak gue nulis
artikel Karima - To Be With You sampai saat ini, gue ucapin terima
kasih banyak. Makasih atas
dukungannya, I will do my best with my Cho Chang. Sekarang, tanpa
mengurangi atau melebihi batas. Gue juga harus waspada dan nggak
lengah, in case she
does something bad to me, atau gue harus kehilangan dia, gue nggak
mau lagi isi diary gue sama hal2 menyedihkan, THAT'S ENOUGH. Tapi
tentu saja dari semuanya,
gue tetep berharap bisa terus jalan bareng Cho Chang...
