ARTI SEBUAH KEBEBASAN
Jadi serius nih pada mau tau
pendapat gue tentang arti kebebasan itu? Iya deh! Tapi mungkin
pendapat gue ini agak sedikit ekstrim. Gue nggak peduli apa
respon elo! Inget kan? Ini halaman paling bebas buat corat-coret!
Disini nggak ada penghalang, bahkan mereka yang selama ini menguasai
guepun gak bakal
bisa mendikte jari2 gue yang gak pernah mau brenti mendeskripsikan
apa yang gue rasain.
Nggak! Gue bukan anjing atau binatang lain yang cuma punya nafsu
dan birahi yang rendah. Disini gue nggak muluk2 kok! Kebebasan
menurut gue itu bukan yang
bersifat absolut gitu! Hey, c'mon! Gue sebenernya muak ngutip kata2
dari pelajaran Ilmu Sosial yang nilainya selalu minus: Manusia
sebagai makhluk sosial.
Huh, gak mau nerusin! BT! Kebebasan menurut gue itu adalah sebuah
otoritas untuk melakukan, tidak melakukan, memikirkan, tidak
memikirkan, marah, tidak
marah, sedih, tidak sedih, tertawa, tidak tertawa, menangis, tidak
menangis, teriak, tidak teriak, berbisik, tidak berbisik,
berpendapat, tidak berpendapat,
mengomentari, tidak mengomentari, berbicara, tidak berbicara,
tersinggung, tidak tersinggung, memikirkan, tidak memikirkan,
mematuhi, tidak mematuhi, bergerak,
tidak bergerak, membenci, tidak membenci, mencintai, tidak
mencintai, merasa suka, merasa tidak suka, tidur, tidak tidur,
merasa benar, tidak merasa benar,
mau, tidak mau, makan, tidak makan, minum, tidak minum, kawin, tidak
kawin, memutuskan, tidak memutuskan, ... dan sederet YA-TIDAK
lainnya (gak mungkin
kan gue menuhin halaman web ini) secara adil, bijaksana dan pada
tempatnya. Maksudnya, kita ini punya tingkatan umur dan kedewasaan
kan? Contoh: Manusia
yang umurnya 20 tahun tentu punya tingkat kebebasan yang jauh lebih
besar dari orang di bawah umurnya, begitu pula sebaliknya. Artinya,
gue akan mencap
orang itu telah merampas hak merdeka orang laen kalo dia memberikan
porsi yang salah. Misalnya: Remaja 17 tahun masih dikekang seperti
anak bayi yang baru
lahir.
Masalahnya, gak semua orang punya cara pandang serasional itu.
Selain itu, kita juga sering terbentur kodrat alam. Maksudnya, kita
nggak bisa menerapkan
pandangan seperti ini karena ada orang2 yang lebih berkuasa dan
berpengaruh, yang diberikan kemampuan untuk mengatur hidup kita.
Contoh yang paling deket:
Dua pabrik yang telah memproduksi kita. Karena statusnya sebagai
ORTU, mereka punya perisai norma2 agama dsb untuk bisa meredam cara
pandang gue. Kita
gak boleh menentang apa yang telah mereka putuskan, dan gak jarang
harus menerima porsi kebebasan yang nggak semestinya. Ato...ada ORTU
yang kelewat banyak
ngasih kebebasan, jadi anaknya ngelantur dan hidup sebebas-bebasnya
kaya' anjing ato apa laa!
Nah, kira2 gitu hadirin sekalian! Gimana? Itu semua terserah elo!
Gue kan udah bilang kalo gue menghormati kebebasan elo semua, jadi
silahkan membela atau
mencela sudut pandang gue ini... OK, tengkyu banget atas atensinya!
Iya... Kadang suka kesel kalo ngeliat orang yang sewenang-wenang
menggunakan kekuasaannya untuk menindas kebebasan orang lain. Kadang
mereka itu orang2
yang HARUS kita hormati. Kalo udah gitu, satu2nya kebebasan yang gue
punya yah hanya yang ada di dalam hati. Mereka ngomel ato ngebacot,
gak bakal bisa
nandingin argumen dan komentar gue yang ikut2an menjawab semua
umpatan mereka (dalam hati). Kadang gue sampe ngomong: Hey! If
your're not my *beep*, I
will battle you!. Duh, parah gak seeh!?
