FLASHBACK 2004
"Terima kasih kepada Allah
karena telah menjadikan aku jauh lebih baik..."
Itulah kalimat terakhir yang bisa gue sampaikan sebagai tanda syukur,
sekaligus menutup tahun 2004 dan segala kenangan yang pernah gue
alami. Tak hendak
berbangga hati atau menyombongkan diri, tak ingin juga merendah dan
sesali diri, tapi gue bahagia banget bisa melewati tahun 2004 ini...
Well, it's time
for quick flashback...!
--------------------------------------------------------------------------------
* DIRI
Awal tahun 2004 adalah masa paling sulit untuk gue, dimana gue baru
saja pulih dari luka hati dan keputus asaan yang gue alami di tahun
2003. Well, it was
about love anyway... Di dua bulan pertama gue praktis nggak terlalu
banyak beraktivitas dan cenderung menghabiskan waktu dengan melamun.
Tapi gue berusaha
untuk mengembalikan kondisi diri gue tanpa pernah berhenti. If you
really here, I would like to say thank you to you, Tiara...
Pada bulan2 berikutnya gue cenderung stabil, apalagi setelah akrab
kembali berkuliah dan ketemu temen2 akrab gue di kampus. Tapi memang
bayangan tentang
kejadian2 buruk di tahun 2003 (lagi2 tentang cinta) masih terus
menghantui, apalagi kalau malem atau pas gue lagi sendirian. Pernah
juga melintas pikiran
untuk balas dendam dan...can't say that devilish thing.
Di pertengahan tahun gue ngerasa agak mendingan karena setelah
diajak kerjasama bikin musik untuk game lokal (lihat artikel WHAT TO
DO LIST) gue jadi terkonsentrasi
untuk membuat musik dan belajar lebih banyak lagi tentang teori
musik. Ini adalah masa2nya gue sering ke WARNET, browsing, download
MP3 buat referensi,
atau sekedar nyari bacaan untuk ngilangin stress. Makasih buat
Slamet yang udah setia jadi pendamping gue kalau di WARNET.
Menginjak bulan 8, catatan kegiatan gue jadi semakin berwarna ketika
gue ketemu lagi sama Bagas Satyawaki, sahabat lama gue (SMP) yang
sempet belajar gitar
di Amerika selama 1 tahun. Bersama Reymond dan Yoga, kita membentuk
grup band beraliran FUNK dengan kode nama Count To 20. Hehehe, gue
jadi sering pulang
malem karena harus latihan keras dan sering juga nginep di rumah
Bagas. Entah kenapa, gue ngerasa dapet pengalaman baru, something
that teenagers should
have... Meskipun sampai sekarang kita belum terlalu kompak berdiri
(karena masing2 anggota punya kesibukan sendiri), gue berharap cita2
yang pernah kita
bangun akan terwujud, someday...
Semangat, impian, obsesi dan keinginan untuk terus maju adalah
penghuni2 hati gue di akhir tahun ini, dimana gue mendapat banyak
sekali pekerjaan dan proyek
tak terduga. First, Yayasan Mitra Netra yang bekerjasama dengan
SAMSUNG membuka proyek News Online (berita di internet) yang
mengkhususkan diri bergerak
di bidang kecacatan. Yup, gue terpilih jadi reporter bersama 9 rekan
penyandang cacat lainnya, dan jadilah gue ngantor di Yayasan Mitra
Netra, 4 jam PP!
Kaget? Ah, itu sih belum seberapa! Kalau kalian pengunjung setia
personal homepage ini pasti udah tau...belum? Ya udah gue ceritain
lagi! Di akhir tahun
ini gue dinobatkan sebagai KOMPOSER MUSIK GAME PERTAMA DI INDONESIA,
hasil kerjasama gue dengan Divinekids Associates (DKA), sebuah
pengembang game lokal
tanah air yang mengkhususkan diri membuat game untuk anak2. Lima
lagu yang gue buat resmi dibeli oleh Pak David Setiabudi selaku
manager DKA. Tell you
what? THIS IS MY LONG LONG LONG LONG LONG LONG DREAM!!!!! Gue udah
lama banget mendambakan predikat ini, "Rama the composer!!!" Proyek
lainnya yang sedang
"In Progress" adalah kerjasama dengan BCM (juga soal musik game),
baca juga di artikel WHAT TO DO LIST.
* LOST & FOUND
1. Di tahun ini gue kehilangan sahabat baik gue, Amelia. Maaf kalau
gue terpaksa mengatakan ini, tapi gue udah tau siapa Amelia
sebenarnya. Cewek yang tinggal
di Palembang, yang pernah berjanji untuk tetap bersaudara dengan gue
itu telah ingkar janji. Sedih juga sih, tapi gue rasa ini lebih
baik. Meskipun gue
ini banyak kekurangannya, gue nggak pernah sedikitpun ingin
mengingkari sebuah persaudaraan yang gue bangun, apalagi sampai
memutus tali silaturahmi. One
thing, gue nggak butuh orang berhati lemah yang selalu meragukan
ketulusan yang gue tawarkan. Just go away, as I believe Allah will
find me better person,
and you too...
2. Di tahun ini gue berkesempatan mendapat sahabat baru yang
sekarang banyak membantu gue dalam hal membuat dan mengaransemen
musik. Dialah Ferry Muliawan,
penikmat musik game yang punya kemampuan membuat musik dengan
program canggih di komputer. Dia juga yang membantu gue mengerjakan
musik di game Knight
of Pringgondani (udah tau kan?).
3. Gue juga dapet dua orang dekat, adik dan kakak angkat. Siapa sih?
Well, kalau adik angkat sebenernya udah sejak tahun lalu, tapi kita
baru deket banget
tahun ini (lewat e-mail). Dia itu Eriska, siswi FKIP UNSRI Palembang
yang hobby animasi dan buat komik. Meskipun rada bandel dan sedikit
nyebelin, gue
percaya Eri itu punya ketulusan hati untuk bersaudara dengan gue.
Itu terbukti di akhir tahun ini ketika dia mengirimkan sebuah e-mail
(sensor), dan sebagai
jawabannya, gue berjanji untuk terus memelihara silaturahmi di
antara kita...Aurora dan sang matahari dari Palembang... Terus kakak
angkatnya siapa? Her
name's Fitriana, dia juga reporter di Yayasan Mitra Netra, baru
menderita kebutaan sekitar setahun ini. Cewek manis berambut panjang
yang jago bahasa Inggris
ini memang suka kehilangan rasa percaya diri, tapi dia punya potensi
yang bagus untuk jadi tukang ngusilin orang. Hehehe, lepas dari itu
semua, gue seneng
banget bisa berbagi pengalaman dan membantunya memulihkan
kepercayaan dirinya. Lady Fifi, just go on...!
* ASMARA
Waaaaaaahhhhh, uuuuuuuuuhhhhhhhhhh, ini nih bagian yang paling
ditunggu! Gimana ya perjalanan cinta gue di tahun ini? Apa diisi
dengan "BAD ENDING" lagi?
Alhamdulillah, sampai artikel ini ditulis gue bisa tetep tersenyum!.
Gue pernah menjalin hubungan dengan cewek Bandung yang bernama Dinny
Rachmawati. Cewek tomboy yang seneng dipanggil Neng ini orangnya
cuek dan tukang ngeritik,
tapi dia luwes dan enak diajak ngobrol. Unfortunately, kita bubaran
karena satu dan lain hal. Hebatnya, gue berhasil melewati masa itu
tanpa kesedihan
dan air mata (cieh, bahasanya nggak kuat!). Alhamdulillah sampai
sekarang kita tetep berteman baik...
Tahun ini mungkin jadi salah satu yang paling manis, karena Allah
berkenan mempertemukan gue dengan Rani Ariefanti, cewek manis 16
tahun yang juga dari
Bandung. Uniknya, nomor ponselnya cuma berbeda satu digit dengan
Neng (Neng=930, Rani=630). Anaknya ramah dan murah senyum, juga
ngangenin...mirip dengan
kekasih Harry Potter, Cho Chang. Dan begitulah, sampai gue
memanggilnya Cho Chang (panggilan sayang)... Gue juga nggak pernah
mengira kalau Cho Chang bisa
ngasih ketenangan dan kedamaian yang gue inginkan. Meskipun
terkadang dia suka sensitif dan salah tanggap, tapi kita bisa
ngelewatin itu semua. Cho Chang,
gue bahagia bisa ketemu dia dan jadi pacarnya...setidaknya gue bisa
terus jalan sama dia sampai tahun ini berakhir, tanpa ribut2, tanpa
air mata, meskipun
untuk menemuinya gue harus bertualang sendiri naik bus ke Bandung,
hehehe! (NOTE: Gue dan Rani jadi akrab gara2 ponsel, jadi ponsel gue
pakai nama RaRa
alias Rama dan Rani)
--------------------------------------------------------------------------------
Itulah kilas balik singkat gue untuk tahun 2004. Kesimpulannya, gue
merasa sudah lumayan mencapai arah positif (semoga). Gue berharap di
tahun2 berikutnya
gue bakal terus meningkat dan jadi lebih baik lagi.
Obsesi gue di tahun 2005? Gue mau terus jadi reporter, komposer,
dan...kita tunggu aja nanti!!!
