Fitriana

"Hello everyone...," sapa seorang gadis asal Pekanbaru saat bertemu
dengan murid-murid kelas Bahasa Inggrisnya. Mungkin tak pernah
terbayangkan oleh kita kalau sapaan ramah berhias senyum itu pernah
direnggut paksa oleh transisi nasib yang membawanya, Fitriana, ke
kehidupannya yang baru. Bersama lagu "You Raise Me Up" sebagai
pengiring halaman ini, kupersembahkan sebuah catatan kecil tentang
perjalanan hidup Fitriana sang tunanetra.
Ck...ck...ck... Hebat juga ya? Gue ngak nyangka bisa nulis seperti
itu! Well, kayaknya gue kudu balik ke bentuk awal atau pembaca setia
tulisan gue bakal lari terbirit-birit karena ngerasa gue udah
kesurupan guru/dosen pelajaran Bahasa Indonesia mereka yang kaku dan
nyebelin banget. Yup, halaman ini gue buat khusus untuk kakak angkat
gue tercinta, Fitriana alias Mbak Fifi, cewek lulusan FKIP Bahasa
Inggris Pekanbaru yang tahun 2003 lalu resmi diterima sebagai
anggota asosiasi hidup tanpa cahaya alias tunanetra, hehehe!
Pernah nggak kalian ngerasain kehilangan sesuatu yang paling kalian
cintai berturut-turut? Belum lagi sempat kita ngobatin perasaan,
sudah harus kehilangan lagi... Itulah yang terjadi pada Mbak Fifi...
Kalau dipikir-pikir, kurang apa lagi sih? She's smart, nice, and
cute... Seluruh keluarga sangat menyayanginya, dan cowok mana yang
nggak naksir sama cewek yang terkadang manjanya nggak ketulungan ini?
Tapi rupannya Tuhan berkehendak lain. Setelah kehilangan mamanya,
Mbak Fifi harus menghadapi kenyataan kalau ia juga bakal kehilangan
penglihatannya, salah satu modal utama yang mutlak harus dimiliki
oleh seorang guru dan wanita karir seperti dia. Nggak tanggung2,
kedua-duanya diambil bersamaan, dan hati mana yang nggak akan
menjerit ketakutan kalau hal seperti itu belum pernah terbayangkan
sebelumnya.
Delapan bulan lamanya gadis manis berambut panjang ini kehilangan
senyum dan tawanya. Yang dilakukannya hanya berdiam dan mengurung
diri, tidur di balik selimut ketakutan akan hal2 super duper
mengerikan yang nggak terbayangkan sebelumnya. Tanpa dukungan orang2
dekat, tanpa cahaya, tanpa semangat dan tujuan hidup... Ketika
itulah, Tuhan berkenan membuka kembali jalan hidup Mbak Fifi, meski
tidak sama dengan yang pernah dilaluinya, tapi Mbak Fifi mencoba
untuk melangkah lagi (meskipun mungkin dengan tampangnya yang sok
jaga image dan malu-malu itu, weeeeeeeekkkkkkkk!!!!!!).
Selanjutnya kalian tahu? The heroine's back! Meskipun kadang Mbak
Fifi ingin berhenti dan menyerah lagi, tapi banyak banget temen2 dan
kolega yang mendukungnya, termasuk lagu "You Raise Me Up" yang jadi
kesukaannya (hmmm, aku termasuk nggak?).
OK everyone, say "hi" to our princess...! Setelah lama berhenti jadi
guru pengajar bahasa Inggris, sekarang Mbak Fifi mengajar bahasa
Inggris di Yayasan Mitra Netra (ngajar karyawan dan klien), yayasan
yang udah jadi saputangan pengering air mata si Mbak selama setahun
ini... Big deal? Sekarang cewek yang punya hobby ngusilin & ngeledek
gue itu juga menjadi reporter News Online, juga di tempat yang sama.
Wah wah wah, double trouble tuh? Hmmm, I wonder if she would share
something from her wallet *grin*. Well, sebenernya itu pekerjaan
biasa aja, tapi jadi luar biasa lantaran yang melakukannya adalah
orang yang sudah kehilangan sebagian besar senjata hidupnya.
Well, this is time for my review! Menurut gue, Mbak Fifi dan
hidupnya adalah satu kesatuan alur dan pikiran sadar yang menyatu
sebagai instrumen hidup yang punya ciri unik. Kenapa gue bilang
begitu? Karena rata-rata orang pasti nggak mengalami transisi nasib
seperti yang dijalani Mbak Fifi. Sebagian yang lain mungkin ngerasa
cuek meskipun hidupnya dipenuhi cobaan dan rintangan, atau sisanya
yang memilih jadi pengecut dengan lari dari kenyataan atau bunuh
diri. Apa yang gue temukan setelah melihat Mbak Fifi and her life
adalah, gue ngerasa kagum karena meskipun Mbak Fifi itu punya
kelemahan dalam SELF DEFENSE, tapi tanpa disadari dia sudah memilih
untuk terus maju, mungkin terdengar kontradiktif, tapi itulah
kenyataanya.
Gue jadi berpikir, mungkin Tuhan sengaja memilihkan jalan ini supaya
Mbak Fifi bisa mengeluarkan semua potensi yang dimilikinya secara
optimal. Selain itu, keahlian yang dimiliki Mbak Fifi akan jauh
lebih bernilai ketika diterima oleh mereka yang jauh lebih
membutuhkan, dalam hal ini teman2 tunanetra yang belajar bahasa
Inggris darinya, dan para pembaca artikel Mbak Fifi yang khas dengan
sentuhan sosial budayanya. Pernah juga terlintas di benak gue kalau
si Mbak bakal jadi sombong luar biasa dengan kemampuan yang
dimilikinya, yah biarpun itu mungkin hanya di hati aja mengingat
cewek yang satu ini mampu menyimpan emosinya. Hmmm, atau mungkin...God
wants to make her life greater and colorful, who knows? Yang jelas,
gue percaya kalau sekarang hidup Mbak Fifi itu penuh warna...
Apa gue punya WISH-LIST? Tentu donk! Memang secara pribadi gue nggak
bisa meminta atau memaksakan apapun dari Mbak Fifi, karena jalan
hidup hanya si Mbak yang bisa menentukan. Gue cuma berharap Mbak
Fifi nggak mudah menyerah, nggak mudah putus asa, dan nggak mudah
dipatahkan semangatnya. It means, Mbak bisa dan sangat boleh putus
asa dan kehilangan semangat, tapi itu bisa jadi pengalaman agar hal
serupa nggak keulang lagi.
Nah, itu dia cerita singkat gue tentang Mbak Fifi. Gue percaya
siapapun yang jadi relasi Mbak Fifi dan baca tulisan ini setuju,
kalau kita semua sangat menyayangi dan bangga sama Mbak Fifi... Keep
going, sis... Keep moving, heroine... Raise yourself up so everybody
can see you. I believe...that you can shine just like what you've
done before...
"Amin...".
