FLASHBACK 2005
Satu tahun berlalu sudah,
meninggalkan banyak cerita yang terangkai dalam sebuah bait kenangan.
Ada gembira, ada derita. Ada air mata, ada gelak tawa. Semua campur
jadi satu ketika aku mengalami kesuksesan dan kegagalan... 2005,
meskipun tahun itu telah lewat, bolehlah untuk sekedar "menengok ke
belakang," melihat apa dan bagaimana kisah perjalanan hidup seorang
"Eko Ramaditya Adikara" di tahun itu...
THE PROGRESS:
Alhamdulillah, tahun 2005 ini telah membawa banyak sekali kemajuan
positif dalam hidup gue. Meskipun kuliah gue jadi tertunda, tapi gue
memperoleh banyak hal lain yang gue rasa lebih dari cukup untuk
membayar ketertundaan itu.
Sebuah prestasi yang gue rasa cukup gemilang adalah ketika gue
berhasil diterima sebagai salah satu jurnalis di
www.mitranetra.or.id, situs Yayasan Mitra Netra yang memberitakan
tentang seputar penyandang cacat lewat internet. Lewat media online
ini, gue banyak berkenalan dengan wartawan/jurnalis dari media lain,
pergi berkunjung ke tempat-tempat penting dan ketemu orang2 penting,
dan yang pasti gue memperoleh jaringan perkawanan yang lebih luas
lagi. Alhasil, pengetahuan gue sebagai wartawan, profesi yang baru
saja gue tekuni ini pun bertambah...
Prestasi lainnya adalah ketika gue berhasil mewujudkan impian gue
punya website pribadi sendiri yang beralamat di www.ramaditya.com (emangnya
perlu gue tulis alamat situs di situs gue sendiri, hehehe *smile*),
yang membuat gue mendapatkan banyak temen dan kenalan baru. Nggak
cuma bisa membaca semua tentang gue, pengunjung juga bisa memperoleh
beberapa karya musik bikinan gue, atau meninggalkan jejak di buku
tamu. Yup, ini juga sekaligus hadiah ULTAH setelah akhirnya gue
membuat situs pribadi sendiri selama 3 tahun (sebelumnya numpang di
situs gratisan).
Kemajuan lain yang cukup drastis adalah membludaknya koleksi musik
game gue. Ini karena gue memanfaatkan koneksi internet waktu bekerja
di Yayasan Mitra Netra, jadi gue bisa download musik game setiap
hari. Selain itu, kontribusi besar juga diberikan rekan gue, Nanda,
yang menyumbangkan lebih dari 20GB MP3 musik game lewat download
super cepat di kantornya. Lewat koneksi internet juga, gue bergabung
dengan komunitas pecinta musik game di www.slightlydark.com dan
memperoleh banyak rekan, juga soundtrack musik game baru.
Di tahun ini pula, akhirnya gue diterima dan bekerja sebagai pembuat
musik game untuk kelompok Divinekids Associates (www.divinekids.com)
pimpinan Pak David Setiabudi, salah satu pembuat game di Indonesia.
Disini, gue banyak membuat musik untuk game-game pendidikan dan
hiburan untuk anak.
LOVE STORY:
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini perjalanan gue nggak lepas
dari sentuhan unsur hidup yang namanya "cinta." Tiga nama mengisi
hati gue di tahun ini, dan meninggalkan berbagai kesan yang
mendalam. Meskipun gue merasa ada penurunan kualitas (soal
kepribadian dan cara bersikap gue) kalau dibandingkan dengan tahun
lalu, gue merasa jauh lebih baik karena pengalaman berharga yang gue
dapat pun nggak kalah banyak.
Yang pertama, ketika gue terlibat hubungan asmara dengan kakak
angkat gue sendiri, rekan jurnalis di Yayasan Mitra Netra, wanita
bertubuh semampai yang mengalami kebutaan pada tahun 2003. Wanita
itulah yang telah mengajarkan gue bagaimana caranya gue bersikap
jauh lebih dewasa dan bijaksana dengan cara mengontrol emosi dan
menerima kenyataan hidup. Karena usia kami yang terpaut cukup jauh,
akhirnya perasaan di hati yang belum sempat tumbuh menjadi hubungan
asmara itu pun berakhir, namun bukan akhir dari persaudaraan kami.
Gue dan dia ... tetap menjadi kakak dan adik...
Yang kedua, ketika gue bertemu dengan seorang gadis solihah dari
Magelang. Dalam perjalanannya, mungkin kisah ckami ini yang paling
dramatis. Ada tawa dan air mata, ada ceria dan luka. Namun, di balik
itu semua, gadis berjilbab ini yang telah memberi banyak pelajaran
batiniyah untuk gue, sampai akhirnya gue dapat menjadi seorang yang
sabar dan tenang sepertinya, meski hanya separuh darinya. Sayang,
hubungan kami harus berakhir karena orangtuanya menginginkan gadis
itu menikah dengan orang lain, dan memutuskan hubungan gue dengan
putrinya. Sakit banget, apalagi gue sudah terlanjur menganggap gadis
ini "nyaris sempurna." Untunglah Allah berkenan mengangkat kutukan
hati itu, dan hubungan kita berlanjut sebagai sahabat kental.
Yang ketiga, ketika gue menjalin hubungan dengan seorang peri mungil
yang usianya terpaut 7 tahun di bawah gue. Sebenarnya gue sudah
memulainya sejak pertengahan tahun, tapi entah kenapa gue begitu
acuh dan terkesan nggak peduli sama dia, sampai akhirnya kita dekat
dan memutuskan untuk serius. Kadangkala peri kecil ini bikin kepala
gue pusing tujuh keliling lantaran sifat bandel dan tingkah polahnya
yang susah diatur, tapi gue tetap maju karena merasa yakin bahwa
peri adalah peri: seorang gadis berhati lembut yang setia dan penuh
perhatian. Kalau ditanya, apa yang gue inginkan darinya, gue akan
jawab: Aku hanya ingin dia menjadi seorang gadis yang baik...
BAD SIDE:
Selain kebaikan, ada juga keburukan yang telah gue buat tahun ini,
hal2 yang gue nggak pernah harapkan akan terjadi. Meskipun mungkin
nggak banyak, tapi sudah cukup membuat hari2 gue kelam. Gue
berharap, meskipun itu adalah hal2 buruk, tapi bisa jadi pelajaran
berharga untuk gue...
Yang paling parah adalah soal emosi, ketika gue nggak sanggup lagi
menahan konflik batin dalam keluarga yang menyebabkan gue angkat
kaki dari rumah selama seminggu. Selanjutnya adalah konflik batin
antara gue dan orang yang gue sayangi (orang kedua) yang cukup
menyita waktu yang harusnya bisa gue manfaatkan untuk bekerja. Gue
juga merasa kesabaran dan ketenangan gue menurun kalo dibandingin
dengan tahun lalu, gue merasa gue lebih kuat dan tegar di tahun
lalu. Yang lainnya, penyakit males ngerjain tugas, baru deh
menerapkan pola belajar SKS (sistem kebut semalem), itupun kalo udah
kepepet dan ditegor dosen...!
Demikianlah, sekilas pandang tahun 2005 dalam paradigma seorang "Eko
Ramaditya Adikara." Kiranya kilas balik ini dapat menjadi sesuatu
yang bermakna...
