FLASHBACK 2006
Lagi...satu tahun sudah
berlalu, dan kali ini giliran 2006... Semua yang telah terjadi di
tahun ini, kiranya akan jadi kenangan yang tak terlupakan... And,
here it comes, the flashback...!
Awal tahun adalah masa2 tersulit. Banyak cobaan yang harus gue
hadapi. Di saat-saat itu, adalah masa dimana gue betul2 nggak punya
pemasukan selain dari
orangtua. Keadaan itu tentu membuat gue kepayahan, pasalnya
kebutuhan2 gue sudah semakin meningkat. Di sisi lain gue tentunya
nggak tega terus menerus
membebani orangtua.
Cobaan belum berakhir sampai disitu, karena di masa2 itu pula, gue
sedang dalam masa pengenalan diri dengan Yulia alias Kagome, kekasih
gue yang sampai
artikel ini diturunkan, masih langgeng hingga sekarang. Pertama, gue
harus menghadapi orangtua angkatnya yang tidak bertanggungjawab,
sebelum akhirnya
berhasil memulangkan Kagome ke rumah aslinya. Kedua, menghadapi
orangtua gue sendiri yang merasa ragu, pasalnya gue dan Kagome
sendiri usianya terpaut
lebih dari 5 tahun, jadi menurut orangtua, apakah dia bisa
menyesuaikan diri dengan gue dan apakah gue nggak akan tertarik
mundur? Alhamdulillah usaha
"keras" itu nggak sia2, dan sekarang kedua keluarga sudah saling
mengenal dan setuju. Plus, orangtua gue udah menganggap Kagome
seperti anaknya sendiri
*smile*.
Pembicaraan yang terjadi antar keluarga (gue dan saudara2 gue
maksudnya) juga mulai berubah. Kalau dulu ngomongin hal2 tidak
serius seperti jalan2, rekreasi
kemana, dll, sekarang sudah lebih banyak membahas ke soal pernikahan,
lamar-melamar, cari pekerjaan, bangun rumah, etc dll dst deh! Well,
nggak nyangka
aja kalau gue akan sampai ke tahap ini...
Pelan2, kondisi gue semakin membaik dan terus meningkat. Ini terjadi
dalam hal profesi, yang mana tahun ini menjadi awal keseriusan gue
dalam dunia jurnalistik.
Semua itu berawal ketika gue bertemu dengan redaktur pelaksana media
online DetikINET, Pak Donny B.U. di sebuah seminar (akhir April).
Beliau memberi kesempatan
gue untuk menyumbangkan tulisan2 untuk dimuat di media TI itu.
Selanjutnya, paling tidak 1 atau 2 minggu sekali artikel gue nongol
di www.detikinet.com.
Siapa menduga kalau tawaran itu membuat gue panik 1001 malam? Karena
merasa diri ini tidak profesional dan bekerja di sebuah media yang
profesional, gue
jadi gemeteran tiap kali mau nulis. Bolak-balik gue baca2 artikel2
yang diposting di DetikINET, berharap bisa belajar banyak dari sana.
Bayangin, gue bahkan
sampai menghabiskan waktu 1 jam untuk bolak-balik baca, apa ada
salah ketik, kurang huruf atau nggak! Well, nggak ada yang tau kalau
gue segitu mindernya...but
that's true!
Untunglah rekan2 di DetikINET mau membantu dan terus membimbing gue.
Mulai deh gue kenal kru di balik meja berita DetikINET, mulai Pak
Donny, Mas Mawan
(OYD), Pak Wicak, Mbak Ketut, dll. Gue sendiri ngefans sama Mas OYD
yang banyak membahas tentang perkembangan game.
Pada perkembangannya, gue banyak didampingi Mbak Ketut. Penulis
berinisial NKS yang sering ngobrol via YM inilah yang kemudian
banyak memberi masukan buat
tulisan2 gue, dan dialah orang pertama yang gue curhatin kalo
ternyata selama ini gue minder *smile*.
Bicara soal hal berkesan, adalah konser musik Final Fantasy yang
digelar Twilite Orchestra pimpinan Adhi MS di pertengahan tahun. Ini
adalah konser musik
bernuansa game pertama di Indonesia. Nggak pernah terbayangkan oleh
gue, dan bahkan boleh dibilang mustahil, konser itu betul2 digelar.
Gue juga buat tulisan
tentang konser itu, kok! Coba aja cari di halaman depan!
Di akhir tahun, gue kembali mendapat tawaran menulis, kali ini dari
majalah Mobile Magazine. Majalah "free" ini membahas tentang
perkembangan TI, khususnya
gadget. Yang menghubungi gue adalah Mas Eko Kuntadhi, redaktur
pelaksana majalah ini. So, gue resmi bergabung di jajaran staff
Mobile Magazine mulai Januari
2007, tapi artikel yang gue tulis sudah nongol Desember ini.
