MY MUSIC
Halaman ini akan membeberkan secara lengkap
mengenai musik yang menjadi salah satu instrumen kehidupan
terpenting untuk saya.
Ketika saya masih kecil, saya sangat menyukai jenis musik bertempo
upbeat, contohnya disco, reggae, black music, bahkan heavy metal.
Hampir tak ada ruang
bagi jenis musik santai untuk saya yang senang sekali menggerakkan
tubuh hingga berkeringat. Apapun bentuknya, jenis musik seperti
inilah yang mendominasi
kegiatan mendengar/menikmati musik pada waktu itu.
Pada tahun 1994, saya mulai mengenal musik klasik, instrumental, dan
newage lewat seorang teman bernama Adi Ariyanto. Seperti penggemar
musik klasik pada
umumnya, saya juga mengidolakan komposer kondang macam Beethoven,
Vivaldi, Mozart atau Chopin. Untuk artis newage, saya menyukai Enya,
Yanni, Kitaro, Vanessa
Mae, serta beberapa artis lain yang tidak bisa saya sebutkan namanya
disini karena terlalu banyak dan koleksi karyanya terpencar-pencar.
Pada perkembangannya, saya cenderung menjadi seorang penikmat musik
yang fanatik. Saya hampir tak pernah mendengarkan jenis musik lain,
bahkan cenderung
menganggap kalau musik klasik adalah segalanya...
Selain menyukai karya-karya klasik ringan, saya juga menyukai karya
klasik yang tergolong berat, contohnya gubahan Serge Prokkofiev,
Tchaikovsky, atau Debussy.
Hal inilah yang akhirnya membedakan saya dari sekian banyak penikmat
musik di lingkungan tempat saya tinggal, bahkan julukan "musik sakit
gigi" sudah tak
asing lagi di telinga.
Kenapa demikian? Itu karena saya telah memutuskan bahwa ini adalah
jenjang akhir, masa dimana akhirnya saya berhasil menemukan warna
musik yang menjadi
karakteristik saya.
Awalnya memang tak begitu jelas, ketika saya sangat menyukai
kegiatan merekam saat sedang bermain video game waktu kecil. Tanpa
disadari, saya menjadi seorang
adiktif yang terus-menerus melakukan kegiatan itu, bahkan menyimpan
koleksi rekamannya. Banyak orang yang bilang kalau apa yang saya
sukai ini aneh, menyukai
musik dari video game. Semua terus seperti itu sampai akhirnya
tibalah masanya, masa dimana saya mengenal bahwa musik game adalah
bagian dari aliran musik
yang "diakui" di dunia...
Ketika saya mulai masuk ke jenjang kuliah, saya banyak bergaul
dengan mahasiswa sastra Jepang yang kemudian mengenalkan saya pada
jenis musik game ini.
Setelah beberapa tahun bereksplorasi, saya menemukan bahwa ternyata
musik game adalah sebuah aliran yang "bebas", karena di dalamnya
terdapat banyak kemungkinan
untuk memuat aliran musik lain. Contoh, sentuhan musik klasik akan
terasa ketika memainkan game perang berbau ksatria dan sihir, heavy
metal menggebrak
dalam game balapan atau pertempuran modern, sedangkan ciri khas
musik game sendiri bisa didengar pada game-game era 70-an. Intinya,
muatan musik game itu
sendiri tergantung dari tipe game yang disajikan...
Dalam perkembangannya (ketika saya mulai menulis lagu game), saya
memakai tiga referensi gaya musik dari tiga komposer game Jepang
yang sudah cukup kondang.
Yang pertama adalah Nobuo Uematsu, pencipta musik game Final Fantasy
yang selalu memakai sentuhan klasik dalam tiap gubahannya. Kedua,
Yasunori Mitsuda,
komposer muda berbakat yang mampu menciptakan musik bernuansa
sinematis. Yang ketiga adalah si jenius MIDI keyboard, Motoi
Sakuraba yang menganut aliran
progressive-rock, dengan karya Valkyrie Profile sebagai andalannya.
Namun, itu bukan berarti saya menggunakan pola musik mereka bertiga
secara utuh, melainkan
hanya menjadikannya sebagai referensi. Hasilnya, silahkan menikmati
musik dari game KNIGHT OF PRINGGONDANI (Rilis: 2006-2007).
